Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Selamat Buat Mikha


__ADS_3

Apa kamu masih sanggup? Sedangkan keringat bekas tadi saja masih terlihat di tubuhmu," Reza balik bertanya dan menggenggam tangan Alena.


Blurp_


Alena merapatkan tubuhnya percintaan mereka kembali berlanjut, seolah tidak pernah puas jika hanya melakukan sekali saja. Kali ini Alena yang memimpin permainannya dan menciptakan permainan yang semakin panas sehingga membuat perasaan Reza semakin tak karuan dan semuanya terasa menakjubkan bagi Reza.


Reza sangat menikmati setiap permainan yang dilakukan Alena, Alena memang benar-benar ahli dalam Ber****a dan selalu membuat lawan mainnya menjadi lemah tak berdaya karena telah mendapatkan kepuasan dari Alena.


Tidak terasa mereka melewati malam yang panas dengan saling menikmati hingga dini hari dan mereka langsung tertidur dengan pulas. Jika sudah bersama Reza, Alena benar-benar melupakan Fabian.


Dia sengaja mematikan ponselnya karena dia sudah tau pasti Fabian akan terus menghubunginya untuk mengabari pernikahannya dengan Mikha. Sebenarnya Alena tidak peduli dengan pernikahan kekasihnya itu, mau kapan ataupun dimana Alena tidak mau tau yang penting bagi Alena adalah Fabian hanya menikah sementara.


****....****


Ketika Mikha datang di pagi hari dan memasuki gedung kantor tempat dia bekerja, suasana di dalam kantor itu tampak semakin riuh. Mikha membelalakan matanya ketika sebagian karyawan tersenyum lebar seraya berlarian menghampirinya dan terlihat binar kebahagiaan dari sorot mata mereka. Mikha semakin bingung dibuatnya apalagi ketika mereka mengulurkan tangannya untuk mengajak bersalaman dan Mikha membalas uluran tangan karyawan tersebut satu persatu.


"Selamat ya bu Mikha,"

__ADS_1


"Selamat bu, saya benar-benar bahagia,"


"Akhirnya tiba waktunya bu,"


"Selamat bu, semoga acaranya lancar,"


"Selamat ya, dari dulu saya sudah menduganya,"


"Bu, aku orang pertama yang begitu bahagia mendengar kabar ini,"


"Selamat bu, hatiku benar-benar lega,"


Mikha benar-benar tidak mengerti apa maksud dari mereka. Terlihat pancaran kebahagiaan dari senyuman mereka, terlihat pula ada kelegaan di hati para karyawan tetapi terlihat kebingungan dari sorot Mikha.


"Selamat ya bu, telah membuat para karyawan laki-laki patah hati," ucap salah satu karyawan laki-laki dengan ekspresi sedih tetapi sontak malah membuat Mikha tertawa.


"Kalian kenapa si? Selamat untuk apa?" tanya Mikha pada mereka.

__ADS_1


Mereka semuanya diam saling melirik satu sama lain dan membuat Mikha semakin bingung karena tidak ada jawaban dari mereka. Dari depan pintu masuk Rinda, karyawan yang terbilang paling dekat dengan MIkha tersenyum menghampiri Mikha dengan berlari kecil tampak kebahagian pula dalam senyumannya.


"Selamat bu, ini kabar terbaik yang pernah aku dengar. Aku benar-benar bahagia ketika di grup aku mendapat kabar bahwa Ibu dan pak Bian akan segera menikah. Aku benar-benar tidak menyangka. Pantas saja selama ini Ibu menutup hati untuk semua laki-laki, ternyata eh ternyata hehehe ini merupakan kejutan buat kita semua Bu," cerocos Rinda dengan mata berbinar.


"Yeeeeee ...," seru para karyawan membuat Mikha beberapa kali menelan salivanya.


"Oh jadi karena pernikahanku kalian sebahagia ini? Apa kalian tau apa yang aku rasakan? Apa yang kini ada dalam hatiku?" ucap Mikha dalam hati. Seandainya saja peka mereka akan tau sorot mata kesedihanlah yang tergambar di mata Mikha.


"Bu," panggil Rinda sedikit mengguncang bahu Mikha.


"Eh iya," jawab Mikha tersenyum berusaha menunjukkan ekspresi bahagia.


"Sekali lagi, selamat ya Bu!" ucap Rinda.


"Ya udah aku tinggal ya! Dah," pamit Mikha melambaikan tangannya ke semua karyawan dan menaiki lift menuju ruangannya.


"Dadah ... bu," ucap para karyawan dengan serempak.

__ADS_1


Mikha langsung duduk dan menghembuskan nafas kasar ketika dia telah sampai di meja kerjanya.


😍😍😍😍😍 maap sudah lama menunggu πŸ™πŸ™


__ADS_2