
Ting ... tong
"Siapa ya?" tanya Fabian seraya melangkahkan kakinya menuju pintu.
Ceklek
"Sayaaaang ...,"
"Alena?"
Alena langsung masuk dan mengedarkan matanya seperti sedang mencari seseorang, kemudian mendapati Mikha yang tengah berjalan menuju dapur seraya membawa toples yang talah kosong tanpa memperdulikan kedatangan Alena dan Alena segera menghampiri Mikha diikuti Fabian.
"Kamu tidak menggoda lagi calon suami saya kan?" tanya Alena dengan melipat tangannya di dada.
"Tanya saja sama orangnya," jawab Mikha santai dan berlalu meninggalkan Alena dan Fabian.
"Sudah dong sayang! Mikha itu tidak pernah menggoda aku," ucap Fabian dan jelas terdengar oleh Mikha meski Mikha sudah berlalu jauh dari mereka menuju ruang TV.
"Aku takut dia menghalalkan segala cara, demi mendapatkan kamu sayang," ucap Alena manja dan menggandeng tangan Fabian untuk menghampiri Mikha, berniat pamer kemesraan di depan Mikha.
"O iya sayang, kamu hari ini temanin aku ke salon yuk!" ajak Alena dengan manja seraya memeluk Fabian.
"Kenapa tidak pergi sendiri saja? Bukankah kamu memegang satu ATM aku?"
"Iya, tapi aku pengen ditemenin," jawabnya merajuk.
"O, malam ini aku nginep di sini ya sayang," ucap Alena dan sontak membuat Mikha menoleh ke arah Fabian dengan sorot mata yang tajam dan Fabian menyadarinya.
"Janganlah, nanti kalau mama aku datang gimana?"
"Tidak mungkin sayang, kan kamu baru saja menikah. Dia tidak akan mengganggu kamu, dia pasti memberi waktu dan tempat yang leluasa untuk kamu, jadi kamu manfaatkan waktu itu untuk bersenang-senang bersama aku. Aku tau sayang, kamu itu pria dewasa dan normal. Pasti kamu sangat membutuhkan aku kan?" ucap Alena dengan suara sedikit keras dan mata mendelik ke arah Mikha.
"Alena, aku anterin kamu ke salon ya. Masalah nginep nanti kita pikirkan lagi, aku takut mama tiba-tiba datang," ucap Fabian berusaha membujuk Alena supaya tidak menginap.
__ADS_1
"Iya, tapi kamu janji ya! Jangan mnyentuh dia," ucap Alena seraya menunjuk Mikha dan Fabian menggelengkan kepalanya.
Inilah resiko yang harus ia terima. Mikha masih duduk tak bergeming, meski pikirannya entah kemana namun pandangannya masih fokus ke TV yang ada di depannya. Lagi-lagi hatinya kembali menjerit sakit. Mikha menghela nafas, meredam sesak di dadanya. Mikha meraih ponselnya yang tegeletak di atas meja, mencoba mengalihkan pikirannya.
"Siapa yang akan dia hubungi? Radit kah?" bathin Fabian, terlihat rasa penasaran di mata Fabian.
Mikha kembali dibuat senyum-senyum sendiri karena membaca meme lucu yang lewat di berandanya ketika memainkan ponsel, rasa penasaran di hati Fabian semakin menyeruak.
"Mikha," panggilnya.
"Hmm,"
"Mau ikut ke salon?" tawar Fabian.
"Apa si sayang, kok ajak-ajak dia?" rutuk Alena.
"Kan biar sekalian," jawab Fabian.
"Tidak, aku mau pergi saja sama teman," ucap Mikha.
"Mau kemana?"
"Sama siapa?"
"Ada lah," jawab Mikha santai.
"Siapa? Apa aku kenal?"
"Ya,"
"Radit?"
"Ya," ucap Mikha berbohong, padahal sama sekali tidak ada yang mengajaknya pergi.
__ADS_1
"Mau kemana?"
"Belum tau,"
"Coba tanyain, mau kemana?"
"Kok kamu kepo sih sayang, terserah mereka lah. Gak usah ngurusin mereka," ucap Alena sedikit kesal.
"Gak dijawab, lagi siap-siap mungkin," jawab Mikha santai.
"Tadi pagi kamu bilang gak akan kemana-mana,"
"Itu tadi sebelum kamu ada niatan untuk pergi, kalau kamu pergi aku juga sama akan pergi. Aku rasa ingatan kamu cukup kuat, perihal apa yang aku sampaikan di teras tadi," balas Mikha santai dan membuat ingatan Fabian kembali tentang apa yang dikatakan Mikha, perihal mencari dan menerima seseorang yang mencintainya selama jadi istri sementara Fabian.
"Apa yang dia sampaikan?" tanya Alena tanpa ada jawaban dari Fabian.
"Mikha, sebaiknya kita pergi bertiga!" ucap Fabian.
"Aku tidak mau!" jawab Mikha dan Alena serempak.
"Alena, aku tidak bisa kita pergi berdua. Semua orang sudah tahu aku sudah menikah, kalau kita pergi berdua. Apa kata mereka nanti?"
" Sejak kapan kamu peduli apa kata orang?" tanya Alena sedikit kesal.
"Jangan-jangan kamu sudah mulai mencintainya ya?"
"Bukan begitu Alena, aku tidak mau ada berita buruk tersebar tentang hubungan kita,"
"Biarkan! Biarkan mereka tahu bahwa perempuan yang sebenarnya kamu cintai itu, aku bukan dia." Alena menunjuk Mikha yamh sedari tadi berusaha tidak mendengarkan perdebatan Alena dan Fabian.
****.....****
Sampai ketemu episode berikutnya β€οΈ
__ADS_1
Lagi di perjalanan dulu ya readers ππ
Tinggalkan kometn and like nya ππππ