Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Demi apa coba?


__ADS_3

Alena keluar dari ruangan Fabian dan begitu saja melewati Mikha. Lima belas menit kemudian, Fabian mengikutinya.


"Aku keluar dulu ya, mau anter Alena," pamit Fabian kepada Mikha namun tak ada jawaban dari Mikha, dia terus fokus pada pekerjaannya dan Fabian segera melangkahkan kakinya


.


***...***


Kling ... bunyi ponsel Mikha.


@ Ceo Fabian [Mikha, kamu pulang duluan ya! Kita gak bisa pulang bareng, soalnya Alena masih belum beres belanjanya]


Setelah membaca pesan dari Fabian, Mikha segera membereskan pekerjaannya dan bergegas pulang. Hari ini tenaga dan otak Mikha benar-benar terkuras habis, dia benar-benar lelah ditambah Fabian malah meninggalkan kantor di tengah menumpuknya pekerjaan.


Setelah membersihkan diri Mikha keluar dari kamarnya dengan jeans hot pants dan kaos warna putih dengan rambut terurai masih sedikit basah terlihat sangat segar.


Dia melangkahkan kakinya menuju ruang TV, duduk santai melepas lelah. Sudah jam sepuluh malam Fabian belum juga pulang, Mikha menyalakan TV nya terus mencari chanel yang ia suka tetapi tidak menemukannya. Seraya memakan cemilan buatannya, Mikha kembali berseluncur di dunia maya, setelah sekian purnama dia tidak pernah mengunjunginya.


Mikha memphoto sebuah sofa kosong yang berada di sampingnya, lalu mengunggahnya di salah satu akun media sosial miliknya. Dengan caption, *Masih dengan keheningan yang sama, yang membedakan hanya tempatnya. Masih dengan perasaan yang sama, yang membedakan hanya statusnya. Masih dengan kesepian yang sama, yang membedakan hanya keadaannya*


klik ... berhasil terunggah! Tidak butuh waktu lama, sudah banyak orang yang melihatnya. Ada yang memberikan jempolnya dan ada juga yang memberikan emoticon sedih salah satunya Radit.


Kling ...


@ Babang Tampan [Masih dengan perasaan yang sama namun sedikit sesak, sesak karena rindu ini ternyata begitu menyiksa jiwa]

__ADS_1


Mikha mengerutkan keningnya, sejak kapan nama Radit di ponselnya menjadi Babang Tampan? Mikha malah menggelengkan kepala dan senyum sendiri dibuatnya.


[Masih rindu ya? Jangan deh, kata Dilan rindu itu berat dan kamu gak akan kuat]


Kling ...


@ Babang Tampan [ Demi kamu, apapun itu aku pasti kuat]


"Hmmm, Radit kamu segitunya," ucap Mikha dalam hati lalu menyimpan ponselnya.


Sementara di tempat yang berbeda, Fabian melihat status yang diunggah Mikha. Fabian pun sudah merasa jenuh mengantar Alena ke salon dan mengelilingi mall.


Fabian sudah tidak enak perasaan, dia sudah tidak sabar ingin pulang sebenarnya setelah melihat status Mikha perihal kesepian dia merasa tidak enak hati dan merasa takut Mikha akan marah. Setelah mengeluarkan bujukan dan rayuan akhirnya Alena menyetujui untuk pulang.


Fabian sampai rumah lampu dalam keadaan gelap, sampai sini Fabian paham bahwa Mikha tidak suka dengan suasana yang terlalu terang. Fabian melangkahkan kakinya menuju ruang TV, karena melihat dari statusnya Mikha, bahwa dia sedang berada di ruang TV. Mikha tidur di sofa tanpa selimut dengan TV masih menyala.


Glek ... Dengan susah payah Fabian menelan salivanya, meski dalam keadaan tidur Mikha masih terlihat seksi. Hot pants yang Mikha gunakan cukup membuat Fabian sedikit kepanasan.


"Mikha, apa kamu menungguku?" tanya Fabian dalam hati.


"Mikha, bangun!" ucap Fabian seraya sedikit mengguncang lengannya kemudian Mikha membuka matanya.


"Pindah ke kamar yuk!" ajak Fabian.


"Aku tidur di sini saja," ucap Mikha mengubah posisinya menjadi membelakangi Fabian.

__ADS_1


Fabian sejenak terdiam, "Lah,,, marah lagi deh," bathin Fabian.


"Ayolah, nanti kamu masuk angin," Fabian membujuknya namun Mikha tak bergeming.


"Aku gendong ya!" bisik Fabian di telinganya Mikha namun Mikha menggelengkan kepalanya.


"Ya udah, ayo pindah!" ajak Fabian dan Mikha sama sekali tidak meresponnya.


Fabian menghela nafasnya, menyugar rambutnya dia terlihat bingung harus dengan cara apa membujuk perempuan dingin seperti Mikha.


Akhirnya setelah membersihkan diri, Fabian memindahkan mejanya kemudian dia merebahkan dirinya tepat di samping sofa tempat Mikha tidur dan Fabian memutuskan untuk tidur di ruang TV beralaskan permadani.


"Demi apa coba, seumur hidup baru kali ini tidur di bawah dan beralaskan permadani," bathin Fabian sebelum memejamkan matanya.


*****...........*****


Mohon maaf, baru bisa up๐Ÿ™


Author benar-benar sibuk, bukan tidak ada niat menulis. ๐Ÿฅบ


Ditunggu bom like nya dari readers, biar author tambah semangat๐Ÿ˜.


Terima kasih sudah menunggu.


InsyaAllah siang dilanjut yaa, mumpung libur ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2