
Mobil Radit segera melaju ke rumah Mikha.
******
"Ayo masuk!" Mikha membukakan pintu rumahnya.
Ini pertama kalinya Radit masuk ke dalam rumah Mikha, sungguh Radit tak pernah menyangka. Rumah yang mewah, fasilitas yang lengkap tinggal sendiri tapi pas memasuki rumah suasana terasa hangat tidak seperti rumah yang dihuni seorang diri.
Bunga hidup yang ada menambah kesegaran di dalam rumahnya, aquarium besar yang indah dipenuhi segala jenis ikan yang bersahabat, banyak cemilan disimpan di atas semua meja seakan menandakan banyak orang di rumah ini padahal kenyataanya tidak.
Radit mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan dia benar-benar merasa kagum dengan isi rumah Mikha dan Radit dibuat betah dan nyaman berada di rumahnya.
"Aku ganti baju dulu ya gerah nih," ucap Mikha
"Iya, aku di sini ya lihat-lihat ikan sangat indah Mikha," ucap Radit seraya terus melihat ikan tanpa menoleh ke arah Mikha.
Mikha memasuki kamarnya dan mengganti bajunya dengan daster rumahan tangan pendek dengan panjang selutut. Dia memilih memakai daster karena dia mau memasak jadi butuh baju yang simpel dan nyaman di pakai.
"Anteng banget kamu kaya Anak kecil dapat mainan baru." Mikah terkekeh
"Aku suka banget Mikha, jenis ikan yang kamu pilih dengan warna yang berbeda membuat orang tak bosan melihatnya," ucap Radit sembari terus memberikan makan ikan tanpa menoleh ke arah Mikha.
Mikha menuangkan air putih ke dalam gelas untuk Radit.
__ADS_1
"Minum dulu," ucap Mikha seraya memberikan segelas air putih pada Radit, Radit menoleh seketika pangling melihat Mikha yang terlihat santai mengenakan daster.
Radit menerima dan meminum airnya seraya mata tetap menatap Mikha.
"Aku masak dulu ya!" ucap Mikha menerima gelas yang telah kosong itu dari tangan Radit dan menuju dapur.
"Ya Tuhan aku mau dia dalam hidupku," batin Radit dengan penuh harap.
Radit menyusul langkah Mikha yang memasuki dapur, seketika langkah Radit terhenti melihat Mikha telah memakai celemek dan menggulung rambutnya asal ke atas. Radit menelan salivanya ketika melihat jenjang dan putihnya leher Mikha.
Radit menetralkan jantungnya dan menghampiri Mikha.
"Aku bantu ya!" ucap Radit.
"Eh kamu ngagetin," ucap Mikha tersentak.
"Ya kan tadi kamu lagi main bersama ikan-ikan itu, taunya tiba-tiba nongol di sini."
"Dari tadi aku tu di sini, kamunya aja yang terlalu fokus sama sayurnya." kekeh Radit
"Sini Aku bantu bersihin," ucap Radit seraya mengambil alih sayuran itu dari tangan Mikha.
"Emang bisa?" tanya Mikha gak yakin.
__ADS_1
"Apa si yang Aku gak bisa," ucap Radit percaya diri seraya menggulung rafi kemejanya takut basah kecipratan air.
"Ya udah, sekalian nih baso sama sosisnya juga ya udah aku potongin," Mikha terkekeh dan memberikannya, Radit malah mencipratkan air ke wajah Mikha dan mereka tertawa bersama.
"Awas ya kamu, tunggu pembalasan aku," ancam Mikha sambil terkekeh.
"Aku tunggu hahaha."
"Mau dibikin apa nih?" tanya Radit penasaran
"Kepo," jawab Mikha singkat
"Aku baru tau masakan kepo, dari mana tuh? Indonesia?" tanya Radit
"Apa-an sih?" ucap Mikha mengerucutkan bibirnya
"Ooooooh."
"Oh apa?" tanya Mikha
"Kepo," balas Radit
"Ih kamu ya," ucap Mikha gemes
__ADS_1
"Aku itu mau masak cah brokoli baso dan sosis. Karena aku belum belanja lagi hanya ada itu stoknya," ucap Mikha seraya mencincang halus bawang bombay dengan tangan indahnya dan memotong serong daun bawang.
"Emmm aku jadi semakin penasaran rasanya," seraya memperhatikan Mikha yang tengah siap dengan wajan dan spatula di tangannya.