Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Apa kamu sudah mulai mencintai aku?


__ADS_3

****....****


Skip


Skip


Skip


...........


"Shittt ... kamu selalu membuatku gila Alena," ucap Reza seraya menjatuhkan tubuhnya di samping Alena setelah melakukan permainan yang menggila sampai dini hari. Alena pun tersenyum sangat puas melihat Reza terkulai lemas.


"Sudah nyerah?" tanya Alena genit seraya memainkan telunjukna di dada Reza yang masih telanjang.


"Aku lelah Alena," jawab Reza kemudian menghela nafas.


"Sudah lelah ya?"


"Kamu masih kuat?" tanya Reza dan Alena mengangguk.


"Sudah hampir 9 jam kamu masih mau?" tanya Reza dan Alena mengangguk.


"Aku menyukainya Alena, tapi perjalananku dari luar kota membuatku lelah. Aku tidur dulu sebentar ya!" ucap Reza.


"Iya honey," balas Alena kemudian ikut tertidur di samping Reza.


*****.......*****


Di pagi hari yang cerah, terlihat Mikha tengah disibukkan dengan rutinitasnya Mikha tengah memasangkan dasi Fabian. Sengaja pagi ini Fabian begitu banyak permintaan sama Mikha, selain meminta disuapin sarapan dengan alasan sibuk membalas email dari beberapa perusahaan, dia juga meminta Mikha untuk memakaikan baju kerjanya sekaligus memasangkan dasinya masih dengan alasan yang sama dia sibuk dengan ponselnya.


Tanpa bicara Mikha melakukannya dengan suka rela karena Mikha menganggap apa yang dikatakan Fabian itu benar. Mikha tidak sadar Fabian tengah mengibulinya, supaya Mikha melupakan kejadian kemarin.


"Terima kasih ya," ucap Fabian.


"Ya," balas Mikha seraya mengelus dada Fabian untuk merapikan bajunya.


"Sekali lagi, terima kasih." Fabian memegang tangan Mikha.


"Ya." Mikha menarik tangannya kemudian mereka bersama melangkahkan kakinya menuju mobil.


"Apa schedule hari ini?" tanya Fabian.


"Cuma menandatangani beberapa berkas, aku lagi mempersiapkan beberapa dokumen untuk dibawa ke dubai," jawab Mikha.


"Kapan berangkat ke dubai?"


"Setelah semua dokumen selesai dikerjakan,"


"Kapan kira-kira?"


"Belum tau pasti,"

__ADS_1


"Kamu berangkat sendiri?"


"Iya," jawab Mikha singkat.


"Masih marah?"


"Tidak,"


"Kenapa ketus?"


"Tidak,"


"Kamu sakit?"


"Tidak,"


"Apa kamu merasa keberatan?"


"Tidak,"


"Kamu siap berangkat sendiri ke dubai?"


"Tidak," jawab Mikha reflek sontak membuat Fabian mengerutkan dahinya.


"Eh, Iya. Maaf," ucap Mikha mengulanginya membuat Fabian tersenyum.


"Kamu bisa melaksanakan tugasnya sendirian?"


"Iya,"


"Iya,"


"Hanya dua minggukan?"


"Iya,"


"Kamu nginep di hotel?"


"Iya,"


"Apa pertemuannya khusus perempuan?"


"Iya,"


"Apa kamu sudah tau tempatnya?"


"Iya,"


"Iya-iya mulu, tidak ada jawaban lain yang lebih panjang apa?" tanya Fabian dalam hati kepada dirinya sendiri.


"Apa kamu sudah mulai mencintai saya?" tanya Fabian iseng.

__ADS_1


"Iya,"


"Serius?" tanya Fabian dan seketika menghentikan mobilnya.


"Eh apa?"


"Kamu sudah mulai mencintai saya?" tanya Fabian.


"Mas tadi tanya itu?" tanya Mikha dan Fabian menganggukkan kepalanya dua kali.


"Aku pikir bukan itu pertanyaannya," lirih Mikha.


"Setelah kamu tau itu pertanyaannya, apakah jawabannya akan berubah,"


"Kenapa kamu melamun?" tanya Fabian seraya kembali menjalankan mobilnya.


"Tidak,"


"Ayo, turun!" ajak Fabian sontak membuat Mikha kaget saat Fabian membukakan pintu mobilnya.


"Jangan manyun terus! Aku gak kuat lihatnya," bisik Fabian menggoda di telinga Mikha.


"Apaan sih?" Mikha mencubit perut Fabian.


"Pengantin baru, bikin kita iri melihat kemesraannya," ucap salah satu karyawannya.


"Pak Bian so sweet ya, bisa bikin bu Mikha tersipu malu," balas karyawan yang lain.


"Suami idaman banget,"


"Iya,"


Pujian para karyawan untuknya cukup membuat Fabian merasa senang.


*****.....*****


Tangan bu Rena gemeteran, wajahnya seketika memerah beliau dibuat kaget setelah mendapatkan beberapa foto kebersamaan Alena dan Reza yang begitu intim.


"Bisa-bisanya Fabian dibodohin sama pelacur itu," ucap bu Rena geram.


Bu Rena mengamankan beberapa foto itu dengan memindahkannya ke laptop dan tetap menyuruh orang suruhannya tetap mengawasi Alena.


"Mulai sekarang, aku harus pastikan, Fabian harus selalu berada di samping Mikha," bathinnya.


*************************


Sampai ketemu episode berikutnya ...


Jangan lupa like dan tambahkan favorit ya!


Terima kasih yang selalu hadir dan memberikan like juga meninggalkan komennya.

__ADS_1


Author ❤️ kalian semua.


__ADS_2