
Glek ... lagi-lagi Fabian menelan salivanya ketika melihat Mikha keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di tubuhnya namun Mikha terlihat sangat cuek meski dia tahu bahwa Fabian ada di sana dan sedang melihatnya.
"Udah selesai?" tanya Fabian.
"Udah,"
Karena tidak mau kejadian dulu terulang lagi yang membuat dirinya kepanasan ketika melihat Mikha memakai baju, Fabian segera masuk ke dalam kamar mandi.
Hot pants bergaya korea dengan atas kaos kegedean membuat penampilannya terlihat santai, Sebelum memasak Mikha sejenak menjatuhkan tubuhnya di kasur Fabian dan memainkan ponselnya dengan bantal menopang dadanya.
Fabian keluar dari kamar mandi namun Mikha tak bergeming, dia tetap asik dengan ponselnya. Melihat chat di grup alumni SMA nya yang membuat dia senyum-senyum sendiri karena obrolan-obrolan temannya. Mereka mengajak Mikha untuk datang ke acara reuni yang diadakan oleh kakak kelasnya, mereka semua sangat merindukan Mikha kecuali satu orang itu yang dulu sempat menjadi sahabatnya bahkan dia pun tidak masuk ke dalam grup sekolahnya. Karena malas untuk mengetik akhirnya Mikha membalasnya melalui pesan suara.
" Aku pengen datang karena aku juga sangat rindu kebersamaan kita, tapi maaf ... kayanya aku gak bisa datang deh." Klik ... pesan suara terkirim.
Sejenak membuat Fabian mematung, rasa kesal dan amarah seketika naik ke ubun-ubun. berani-beraninya Mikha bilang rindu ke orang lain di hadapan suaminya. Fabian dengan keras menggeser pintu lemari sehingga membuat Mikha tersentak kaget dan segera duduk.
__ADS_1
"Kamu kalau mau ketemu Radit silahkan saja, kamu sudah rindu kan? Gak kuat ya menahan rindu? Apa yang Radit kasih ke kamu sehingga kamu begitu mencintainya? Apa yang sudah Radit lakukan ke kamu sehingga kamu begitu merindukan bersama dengannya? Apa kamu tidak bisa menghargai status kamu? Posisi kamu dan posisi aku sekarang sudah berbeda, ingat status kamu sekarang istri aku, kamu tidak berhak bilang rindu kepada siapapun!" Fabian menghujani Mikha dengan banyak pertanyaan dan larangan.
Tidak ada jawaban dari Mikha, Mikha malah mengernyitkan dahinya dengan memampangkan wajah polos di depan Fabian karena dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Fabian. Sejenak Fabian pun merasa sedikit malu, dia nyerocos tiada batas namun Mikha malah mematung seperti orang bingung.
"Kenapa diam?" Fabian kembali bertanya.
"Karena aku gak ngerti apa yang mas Bian tanyakan," jawab Mikha seketika malah membuat Fabian tersenyum dan mata berbinar, jantung Fabian pun seketika berdebar lebih cepat dari biasanya terlihat seperti sedang jatuh cinta. Apakah readers tau karena apa? jawabannya karena ini pertama kalinya Mikha menyebutnya mas Bian. Fabian pun segera menetralkan perasaannya.
"Itu kamu kirim pesan suara ke siapa?"
"Terus rindu sama siapa?"
"ya, sama mereka teman-teman aku,"
"Oh." Fabian mengalihkan pandangannya, dia benar-benar malu karena telah mencecar Mikha dan Mikha malah berdiri mendekati Fabian seraya menyunggingkan senyumnya.
__ADS_1
"Aku cukup tau diri dengan status dan posisiku Mas, statusku menikah tetapi posisiku katamu hanya istri sementara. Jadi, kalaupun aku berbuat apa yang aku mau sementara mas tidak suka, mau gimana lagi? Semua itu aku lakukan untuk meminimalisir rasa sedih dan menghilangkan rasa kesepian karena aku itu manusia, manusia yang ingin mencintai dan dicintai. Aku tidak mau terus berada di posisi seperti ini, aku tidak mau terus menjadi istri sementara kamu karena aku punya impian dan harapan yaitu bisa bahagia ketika menjadi seorang istri untuk suamiku dan seorang ibu untuk anakku. Ingat ya Mas, aku cukup tau diri dengan posisiku dan ingat juga aku punya impian dan harapan. Jadi jangan pernah marah dan jangan pernah salahkan aku, jika selama aku menjadi istri sementara kamu aku sambil mencari atau menerima seseorang yang benar-benar mencintaiku," ucap Mikha dengan tangan kanan memegang dada Fabian mencoba meredam amarahnya dan menetralkan degup jantung Fabian.
"kamu perlu minum Mas, jantungmu sepertinya bermasalah. Aku bisa merasakannya," ucap Mikha dan berlalu pergi ke dapur meninggalkan Fabian.
******........********
Ayo, tinggalkan komentar yang banyaaaaak dan membuat author senang dan semangat.
Yang sudah like dan hadir terima kasih.
Yang sudah koment i love u deh.
Author gak bisa balas pesan satu persatu, tapi percayalah author membaca koment para readers. Jariku sudah kaku nih!
Lanjut gak? ...
__ADS_1
hehehe