
"Mau dianterin atau mau tidur di kamar menemani saya?" tanya Fabian serius.
"Gak mau dua-duanya," tolak Mikha kesal.
"Kenapa?"
"Yang pertama Bapak bukan supir saya jadi Bapak tidak usah mengantarkan saya, yang kedua Bapak bukan suami saya jadi saya tidak berhak menemani Bapak tidur," ucap Mikha sedikit emosi dan berdiri lalu keluar dari rumah Fabian.
Fabian menyunggingkan senyumnya lalu menyusul langkah Mikha.
"Radit juga bukan suami kamu, tetapi kamu mau," ucap Fabian dalam hati.
Sudah tiga puluh menit Mikha berdiri di pinggir jalan tetapi tidak ada satupun taksi yang lewat. Coba saja ponselnya tidak mati, pasti dia tidak akan sesulit ini. Mikha terlihat gelisah, lagi-lagi dia melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Sudah malam, apa mungkin gak akan ada taksi yang lewat ya?" gumam Mikha.
"Gak akan." suara Fabian dari belakang membuat Mikha kaget, Mikha tidak tau kalau Fabian sedari tadi ada di belakangnya.
"Bapak dari tadi di belakang saya?"
__ADS_1
"Iya," jawab Fabian datar.
"Ini yang kedua kalinya ya saya bertanya, mau dianterin atau mau tidur malam ini menemani saya?"
"Ya udah anterin," jawab Mikha menunduk.
"Tunggu di sini sebentar!" Fabian segera berlari mengambil mobilnya untuk mengantarkan Mikha.
Tidak ada percakapan di dalam mobil, Mikha mengalihkan pandangannya ke samping. Dia males berdebat dengan Fabian, omongan Fabian selalu membuat suasana hatinya menjadi buruk.
"Terima kasih," ucap Mikha setelah Fabian menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Mikha.
Mikha turun dari mobil melangkahkan kakinya tanpa menoleh kembali ke Fabian.
Mikha selalu menghabiskan waktunya di kantor untuk bekerja bahkan dia tidak punya waktu untuk jalan-jalan atau hanya sekedar menikmati angin segar di Taman Kota.
Pekerjaannya semakin banyak hampir setiap hari dia lembur. Ketika lelah melanda, seringkali Mikha menginap di kantor dan tidur di kamar yang berada dalam ruangan Fabian.
Segala fasilitas dan keperluan pribadi Mikha lengkap berada di dalam lemari kamar itu, kantor adalah rumah kedua bagi MIkha. Mikha adalah orang pertama yang tidur di dalam kamar itu, Fabian sangat melarang keras siapapun yang masuk ke dalamnya kecuali Mikha. Fabian mengijinkan Mikha karena Mikha adalah salah satu orang yang mempunyai peran sangat besar dalam memajukan perusahaan, maka dari itu Fabian selalu memastikan Mikha harus baik-baik saja.
__ADS_1
Dalam satu tahun terakhir ini, perusahaannya semakin berkembang pesat. Banyak perusahaan di luar negeri yang diuntungkan berkat menjalin kerja sama dengan perusahaan Fabian.
Akhir-akhir ini Mikha sering bersama dengan Fabian karena urusan perusahaan, banyak klien yang menyangka bahwa Mikha adalah calon istri Fabian bahkan secara terang-terangan mereka mengatakan kalau Fabian dan Mikha adalah pasangan yang sangat serasi. Mereka sangat berharap Mikha dan Fabian akan menikah, rencananya mobil keluaran terbaru yang harga puluhan Miliard itu akan mereka berikan sebagai hadiah pernikahan. Namun Mikha segera menyangkalnya karena dia tidak mau ada kesalahpahaman di hari berikutnya.
Malam tadi Mikha menginap di kantor, dia bekerja sendirian hingga larut mempersiapkan segala sesuatu hal untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Dubai yang diminta oleh perusahaan nenek Fabian yang di Amerika. Fabian menyerahkan sepenuhnya pekerjaan itu kepada Mikha karena dia harus menemani calon istrinya di Apartemen.
*****
Hari sudah siang, jam kerja sudah dimulai. Fabian tengah memeriksa beberapa berkas yang menumpuk di atas mejanya, berkas yang telah Mikha kerjakan semalam dan dia menyunggingkan senyumnya, selalu puas dengan hasil kerja Mikha.
"Mikha kemana ya? Sudah siang kenapa belum datang?" tanya Fabian pada dirinya sendiri seraya melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
Fabian merogoh ponselnya dalam saku celananya berniat menelpon Mikha.
Kring ... kring ... kring suara ponsel terdengar tidak jauh dari tempat duduknya, Fabian menoleh dan ternyata itu ponselnya Mikha tergeletak di atas sofa.
"Apa Mikha ada di kamar ya?" tanyanya dalam hati.
Fabian mengetuk pintu kamarnya beberapa kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam dan Fabian memutuskan untuk langsung membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
ππππ
Terima kasih readers telah berkenan membaca π