Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Alena marah


__ADS_3

"Tapi, kenapa Ma?" tanya Fabian mengeluh.


"Karena tidak ada satupun bukti bahwa wanita itu adalah wanita yang baik-baik," jawab mama Rena.


"Aku bisa membuktikannya Ma," balas Fabian yakin.


"Dan Mama akan membuktikan bahwa wanita itu bukan wanita baik-baik,"


"Aku akan segera membuktikannya pada Mama, bahwa Alena wanita baik-baik,"


"Mama tunggu! Satu hal lagi, setelah perceraianmu dengan Mikha. Mama akan menyerahkan selurus aset dan perusahaan beserta apartemen kepada Mikha," ucap mama Rena enteng.


"Kenapa?" Fabian kaget karena perusahaan dan yang lainnya bukan hal yang sedikit.


"Karena yang membesarkan perusahaan hingga mempunyai banyak cabang dan yang merintis beberapa perusahaan lainnya adalah Mikha termasuk hotel yang Mama kelola saat ini, jadi dia berhak atas semuanya. Asal kamu tau, Mama selama ini tidak menganggap dia sebagai sekretaris tetapi Mama sudah menganggap dia sebagai anak Mama sendiri. Kamu tenang saja, perusahaan ini dan rumah yang kamu tempati, akan tetap menjadi milik kamu karena itu peninggalan ayah kamu jadi kamu berhak memilikinya," jawab mama Rena.


"Baik Ma, Aku tidak apa-apa yang penting Mama masih menganggapku anak dan merestui hubunganku dengan Alena,"


'Sampai kapanpun Mama tidak akan membiarkanmu berpisah dengan Mikha dan sampai mati pun Mama tidak akan merestui hubungan kamu dengan Alena,' ucap mama Rena dalam hati.

__ADS_1


"Sekarang, kamu harus mencari Mikha karena Mama yakin Mikha tidak akan pergi tanpa sebab,"


"Iya Ma, dalam hal ini memang aku yang salah. Aku akan mencarinya," ucap Fabian.


Fabian nekad mengutarakannya sekarang kepada mama Rena karena sesungguhnya selama ini hatinya dilanda kegelisahan, dia nyaman bersama Mikha namun di sisi lain dia punya janji dan tidak enak kepada Alena.


Fabian berharap ini yang terbaik buatnya karena Alena telah berani meminta Fabian menjadikannya istri kedua dan Fabian tidak mungkin melakukannya. Yang terpenting sekarang hatinya sudah lega, Fabian akan menyelesaikan satu persatu urusannya dan menepati janjinya. Dia tidak peduli dengan harta yang disebutkan mamanya yang terpenting masalahnya kelar satu persatu.


'Kamu sekarang tidak akan tersakiti lagi Mikha, aku tidak boleh egois, aku tidak mungkin hidup bersama dengan dua orang wanita. Sekarang kamu akan bebas meraih kebahagianmu,' bathin Fabian.


Di balik obrolan mereka, ada wanita yang diam-diam menguping pembicaraan.


Alena datang ke kantor Fabian, berniat untuk kembali berusaha merayu Fabian supaya mau menginap di apartemennya dan menyampaikan undangan reuni akbar SMA nya. Namun kenyataan yang didengar malah menambah suasana hatinya menjadi kacau, belum lagi hampir semua harta Fabian diberikan kepada Mikha semakin menambah kekesalan di hatinya, tapi di sisi lain Alena tersenyum karena Fabian begitu memperjuangkannya.


"Ya sudah, Mama tidak mau tahu yang penting Mikha harus kembali secepatnya," pinta mama Rena.


"Baik, Ma,"


"Dan ingat, kamu jangan pernah menemui wanita itu selama Mikha belum kembali," perintah mama Rena dengan tatapan yang tajam.

__ADS_1


"Iya, Ma,"


"Mama pergi dulu, Mama juga akan mencari Mikha,"


"Terima kasih, Ma. Hati-hati!"


Bu Rena melangkahkan kakinya meninggalkan Fabian dan Alena pun sedikit mundur dan menjauh sedikit bersembunyi di balik guci besar berharap Fabian tak melihat keberadaannya, dia berencana menunggu bu Rena karena Alena ingin sekali meluapkan kekesalan di hatinya.


"Sampai kapanpun anda tidak akan bisa memisahkan saya dengan Fabian," ucap Alena saat bu Rena melangkah dengan santai karena tak melihat keberadaan Alena, tiba-tiba bu Rena menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


"Dan sampai kapanpun anda tidak akan pernah bersama dengan Fabian," balasnya dengan tatapan yang tajam.


"Kita lihat saja nanti, kalau anda memilih memberikan seluruh harta sama istri sementara Fabian, maka saya akan membuat Fabian memilih saya dan meninggalkan anda. Ingat ya, saya tidak pernah main-main dengan ancaman saya," ucap Alena dengan percaya diri seraya melipat kedua tangannya di dada.


"Oke, kita lihat saja nanti benarkah dia akan memilih anda," balas bu Rena tersenyum sinis dan meninggalkan Alena.


Tinggalkan likenya ya readers ...


Biar author bisa lanjut ke episode berikutnya!

__ADS_1


__ADS_2