Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Sadar posisi


__ADS_3

Makan malam kali ini sangat istimewa selain hidangan yang sangat lengkap juga karena kehadiran Mikha ditengah-tengah keluarga mereka.


"Sayang, mau cobain punyaku? Ini enak loh," ucap Fabian kepada Mikha mendadak romantis karena Fabian menyadari kecurigaan nenek yang sedari tadi terus memperhatikan Fabian dan Mikha.


"Em- iya boleh," jawab Mikha seraya menerima suapan dari Fabian.


"Em, sampai belepotan!" ucap Fabian seraya menghapus sedikit makanan yang menempel di bibir Mikha oleh ibu jarinya kemudian Fabian **********.


"Fabian, apa-apaan sih, awas kamu ya!" ucap Mikha dalam hati.


"Sayang, kamu nginep di sini saja ya!" ajak Fabian seketika membuat Mikha tersedak.


"Hati-hati!" ucap Fabian seraya memberikan Mikha minum.


"Pulang saja ya," jawab Mikha seraya tersenyum.


"Gak boleh nginep dulu Bian, sebenarnya kalian juga dilarang ketemu dulu loh, harus ada masa pingitan buat calon pengantin," ucap mama Rena.


"Oh, gitu ya Ma?"


"Iya, Fabian,"

__ADS_1


"Kalian sangat serasi ya, Nenek benar-benar bahagia ternyata kamu bukan hanya pandai berbisnis tapi kamu juga pandai memilih calon istri," ucap nenek.


"Iya dong Nek," jawab Fabian dengan bangganya.


"Mikha, pasti kamu pandai memasak," tebak nenek.


"Insyaallah nek,"


"Masakannya enak loh Nek," ucap Fabian padahal kenyataannya Fabian belum pernah mencoba masakan buatan Mikha.


"Oya ... apakah kamu sering dibuatkan makanan enak oleh Mikha?" tanya nenek.


"Iya dong Nek, sering banget," jawab Fabian seraya menyuapkan sendok terakhir ke dalam mulutnya.


"Iya Nek, makanan yang enak adalah cara cerdas supaya membuat dia semakin cinta dan bahagia," jawab Mikha terkekeh membuat nenek dan mama Rena ikut terkekeh, lain halnya dengan Fabian dibuat bingung dengan maksud ucapan Mikha.


"Semakin cinta?" tanya Fabian dalam hati.


"Kenapa? Bingung kan? Rasain!" ucap Mikha dalam hati.


Pertemuan pertama Mikha dengan nenek sebagai orang penting di keluarga Fabian sangat memberikan kesan yang baik. Nenek benar-benar dibuat jatuh hati pada pilihan Fabian. Mikha yang cantik dan penuh perhatian sangat cocok untuk Fabian. Setelah makan malam selesai, Fabian mengantarkan Mikha pulang.

__ADS_1


"Terima kasih Mikha, kamu telah bersedia datang memenuhi undangan nenek," ucap Fabian.


"Ya, sama-sama Pak," balas Mikha.


"Akting kamu benar-benar keren!" ucap Fabian kemudian menyunggingkan senyumnya.


"Saya tidak lagi akting," ucap Mikha singkat.


"Benarkah?"


"Saya melakukan semuanya tulus kok,"


"Termasuk makanan enak yang akan membuat saya semakin cinta dan bahagia? Apakah itu serius, kamu akan membuat saya jatuh cinta dan bahagia bersama kamu?" pertanyaan Fabian membuat Mikha seketika diam, malah terlihat seperti lagi melamun. Fabian gemas dan kesal karena Mikha tidak memberi jawaban, lagi-lagi Fabian berpikir bahwa Mikha pasti sedang memikirkan Radit dan merasa bersalah pada Radit.


"Aku tau kamu pasti lagi memikirkan Radit," ucap Fabian dalam hati.


Padahal kenyataannya Mikha tidak sedang memikirkan Radit, Mikha hanya berusaha memikirkan kembali apa yang telah dia katakan sampai Fabian kembali membahasnya di dalam mobil.


"Saya tidak mengharapkan semua itu Mikha dan saya harap kamu sadar akan posisi kamu, " ucapan Fabian sungguh menggoreskan luka di hati Mikha, baru saja dia merasa bahagia seperti menemukan kembali keluarga tapi Fabian lagi-lagi menghancurkan suasana hatinya. Mikha keluar dari mobil Fabian dan menutupnya dengan keras, Mikha segera berlari dan memasuki rumahnya tanpa menoleh kembali kepada Fabian.


Readers sabar ya 🤗😍😍

__ADS_1


Akan ada pelangi 🌈 indah setelah hujan 🌧️


sabar ya readers please jangan marahin author karena perkataan Fabian kepada Mikha🙏 please Readers 🤭🤭🤭 ampun😩


__ADS_2