
Sebelum membaca tarik nafas dulu Readers! hehehe
*****......*****
"Saya sudah membaca emailnya, kamu tau sendiri kan saya tidak punya istri?"
"Saya tau Pak,"
"Jadi apa solusinya?"
"Apakah Bapak sudah menemui bu Alena?"
"Tentu,"
"Jadi kapan Bapak akan melangsungkan pernikahannya? Biar saya yang mengurus semuanya,"
"Apakah kamu tidak bertanya terlebih dahulu, Alena mau dan tidaknya?"
"Saya yakin dia mau pak," jawab Mikha singkat.
"Kenapa?"
"Karena Bapak dan bu Alena saling mencintai, perihal bu Alena tidak bisa terjun ke perusahaan Bapak bisa membimbingnya sambil berjalan," jawab Mikha dan itu tidak terpikirkan oleh Fabian membuat Fabian sejenak terdiam.
"Dia tidak mau,"
"Kenapa?"
"Kamu tidak perlu tau alasannya,"
"Oh, ya sudah," ucap Mikha chuek.
"Kamu harus bertanggung jawab! karena kamu yang mengerjakan semuanya," ucap Fabian dengan sorot mata yang tajam.
"Apa yang harus saya lakukan? Apakah saya harus membayar uang penalti?" tanya Mikha datar.
"Kalau perusahaan membayar uang penalti, otomatis akan membuat saya sebagai pimpinan dianggap tidak bertanggung jawab,"
"Terus apa yang harus saya lakukan Pak?"
"Kamu harus menikah dengan saya!" pinta Fabian.
"Gak mau," tolak Mikha.
"Untuk sementara," ucap Fabian.
__ADS_1
"Saya tidak bisa,"
"Apakah karena Radit?"
"Bapak tidak perlu tau alasan saya, pokoknya saya tidak bisa,"
"Ya sudah saya tinggal bilang sama mama kalau kamu menolak saya untuk menikahimu,"
"Tidak bisa begitu dong Pak, Bapak kan punya calon istri,"
"Alena menyetujuinya karena ini hanya sementara sampai kontrak kerja sama itu selesai,"
"Sementara? Jadi Bapak mau menceraikan saya setelah kontrak kerja sama itu selesai?" tanya Mikha.
"Ya," jawab Fabian singkat.
"Hih ... ogah," ucap Mikha meninggikan ujung bibir kirinya.
"Kenapa? Apa kamu enggak mau bercerai?" tanya Fabian menyeringai.
"Anda pikir pernikahan itu permainan? Pernikahan itu hal yang sakral dijalani satu kali seumur hidup dengan satu pasangan. Saya tidak menginginkan pernikahan yang anda maksud dan saya tidak tertarik dengan anda," jawab Mikha tegas.
"Lagian siapa yang tertarik dengan anda? Kalau anda tidak ceroboh mengirim email, pernikahan sementara ini tidak akan terjadi," sergah Fabian merasa terhina dengan perkataan Mikha yang menunjukan bahwa Mikha tidak tertarik dengan laki-laki sesempurna dirinya.
"Saya akan berusaha mencari uang buat bayar penalti," ucap Mikha datar.
"Kenapa harus saya?"
"Karena saya tidak mungkin melimpahkan kesalahan kamu kepada orang lain," jawab Fabian berusaha mencari alasan.
Mikha tertunduk merasa paling disalahkan.
"Dan kalau saya menikah dengan gadis lain, dia tidak akan mau menjadi istri sementara,"
"Mana ada perempuan yang mau jadi istri sementara," gumam Mikha dan dengan jelas Fabian mendengarnya.
"Itu keuntungan bagi Wanita yang status lajang tapi sudah tidak perawan,"
"Maksud Bapak?"
"Apa kamu tidak bisa mencerna apa yang saya katakan barusan?"
"Siapa wanita yang Bapak maksud?"
"Entahlah," jawab Fabian datar dan membuat Mikha semakin geram dibuatnya.
__ADS_1
"Kamu boleh meminta saya untuk menaikkan gaji kamu atau kamu boleh berhubungan di luar sana dengan Radit asal bisa sembunyi-sembunyi dari keluarga dan para kolega!"
"Saya tidak segila itu,"
"Saya tau sejauh mana hubungan kamu dengan Radit,"
"Dan saya tidak peduli Bapak tau ataupun enggak,"
"Saya harap kamu bisa bekerja sama mengatasi masalah ini!"
"Saya bisa mengatasinya asal tidak menikah dengan anda,"
"Kalau alasannya tidak mencintai saya, itu tidak apa-apa Mikha karena ini cuma sementara. Lagian saya tidak akan menyentuh kamu kok."
"Berarti Bapak sudah berencana mempermainkan pernikahan ini?"
"Saya tidak mempermainkan Mikha, saya hanya berusaha bertanggung jawab dengan hal ceroboh yang kamu lakukan atau jangan-jangan kamu berharap saya menyentuh kamu ya?" tanya Fabian.
"Saya tidak akan mengijinkan siapapun menyentuh saya,"
"Termasuk Radit?"
"Kenapa bawa Radit?"
"Saya hanya bertanya,"
"Dan saya tidak ingin menjawab pertanyaan Bapak,"
"Kenapa?"
"Pertanyaan yang tidak berkualitas,"
"Ow ... ya sudah siapkan mental kamu untuk menikah dengan saya!"
"Saya belum menerima keputusan Bapak," ucap Mikha datar.
"Saya tidak bertanya terima atau tidak, itu perintah Mikha dari atasan kamu!"
"Saya permisi!" ucap Mikha seraya berdiri dan meninggalkan ruangan Fabian.
******......******
Huh ...
Hembuskan nafas kalian perlahan ya! 😂
__ADS_1
Kalian setuju gak sih pernikahan mereka?
Sampai jumpa di episode berikutnya.🤭🤭🤭