Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Bujukan Alena


__ADS_3

"Dia tidak akan mau," ucap Fabian singkat dan Alena menghembuskan nafas kasar.


"Dia pasti mau sayang atau gajinya kamu naikin, gimana?"


"Gajinya dia udah gede sayang melebihi sekretaris pada umumnya,"


"Emmm ... kalau mama kamu yang bilang pasti dia tidak akan nolak,"


"Entahlah,"


"Coba ngomong sama mama kamu!"


"Kayanya aku coba ngomong sama Mikha dulu,"


"Kenapa?"


"Dia agak sulit untuk diajak kerja sama,"


"Apa dia punya hubungan spesial dengan Radit?" tanya Mikha penasaran juga dalam hal ini.


"Kamu kenal dekat dengan Radit?" Fabian bertanya balik.


"Eng-enggak, aku sempat lihat mereka kemanapun berdua," ucap Mikha seraya mengalihkan pandangannya berusaha menutupi kebohongannya, jangan sampai Fabian tau kalau dia kenal sama Radit dan Rangga.

__ADS_1


Fabian terdiam, baru keingetan bahwa Mikha dan Radit tentu punya hubungan spesial karena mereka pernah melakukan hubungan terlarang itu satu tahun yang lalu pada saat Reza menjebaknya.


"Sejauh ini aku gak tau hubungan mereka,"


"Kamu tau kelemahannya? Apa dia pernah buat salah sama kamu?"


Sejenak Fabian terdiam kembali.


"Yah ... aku akan minta dia buat mempertanggung jawabkan masalah ini, karena dia sendiri yang mengirim file-filenya ke perusahaan itu," ucap Fabian.


"Kalau dia tidak mau?"


"Dia harus membayar denda 900 M," jawab Radit menyunggingkan senyumnya.


"Iya sayang mana bisa aku menyentuh dia sedangkan hati dan pikiran aku terus dipenuhi bayanganmu," ucap Fabian meyakinkan.


"Ya sudah, aku pulang dulu ya!"


"Kamu gak nginep?" tanya Alena memperlihatkan garis kekecewaan di wajahnya.


"Aku harus cepat menyelesaikan masalah ini!"


"Ya sudah, hati-hati ya!" ucap Alena mencium pipi Fabian dan Fabian segera keluar dari Apartemen Alena.

__ADS_1


Alena menghembuskan nafas perlahan seraya memegang dadanya dan tersenyum merasa menang dan ada kelegaan dalam hatinya setelah Fabian keluar dari Apartemennya.


"Gak apa-apalah dia menikah dulu dengan sekretaris itu, untuk sementara aku mau puas-puasin dulu kebersamaan aku dengan Reza. Uuh ...." gumam Alena tersenyum membayangkan wajah seksinya Reza.


*********...................*******


Di sebuah gedung pencakar langit yang selalu terlihat sibuk dengan segala aktifitas pekerjaan para karyawan. Fabian melangkahkan kakinya dengan segera menuju ruangannya dan mengabaikan para karyawan yang menyapanya. Terlihat matanya Mikah yang sedang fokus pada layar komputer membaca surat perjanjian kontrak kerja sama yang telah ditandatangani oleh perusahaan itu. Pada intinya perusahaanya tidak boleh membatalkan kerja sama secara sepihak, kalaupun membatalkan perusahaan harus bersedia mengganti rugi dengan membayar uang penalti sebesar 900 M. Isi surat tersebut membuat Mikha menggelengkan kepalanya dan semua itu terlihat oleh Fabian.


"Mikha," panggilnya seraya mengetuk meja Mikha dengan jarinya.


"Eh iya Pak, selamat Pagi," sapa Mikha kaget langsung berdiri dan mengangguk.


"Kenapa?"


"Ada kiriman email dari perusahaan yang kemarin, isinya berupa surat perjanjian yang telah ditandatangan. Akan saya kirim kembali ke email Bapak!"


"Itu yang mau saya bahas, sekarang kamu ke ruangan saya!"


"Baik, Pak,"


******


Hareuh... Author deg-degan Fabian mau bahas apa ya? hihihihi...🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2