
****....***
Kling ... Suara ponsel Fabian pertanda ada pesan masuk.
"Alena," ucapnya dalam hati seraya mata menatap layar ponsel dengan serius.
[Sayang, kemana saja kamu lagi sibuk ya? Aku sangat merindukanmu, selama ini aku menunggu kabar darimu tapi kamu sama sekali tidak memberikan kabar, apa kamu sudah tidak mencintaiku lagi? Apa penantian aku yang hampir tiga belas tahun ini akan sia-sia? Apa kamu akan menjadikanku sebagai perawan tua?]
"Shit ... aku lupa tidak mengabarinya selama dua hari ini," gumam Fabian seraya memijit pelipisnya."Kenapa tuhan memposisikan aku diantara pilihan seperti ini? Mikha yang status sebagai istri meski hanya untuk sementara dan Alena sebagai kekasih yang menungguku hampir tiga belas tahun," lanjutnya dengan wajah yang frustasi dan Fabian segera membalas pesan Alena.
[Maafkan aku Alena, akhir-akhir ini aku disibukkan dengan pekerjaanku. Setelah semuanya beres, aku akan menemui kamu.]
Send ... Ceklis satu.
Mikha tengah disibukkan dengan pekerjaannya di kantor, rencana keberangkatannya ke Dubai membuat tenaga dan otaknya terkuras setiap harinya.
Mikha begitu serius dengan pekerjaannya sehingga dia selalu melewati makan siangnya, meski satu kantor tetapi pas jam makan siang Fabian kebetulan selalu berada di luar jadi dia tidak tahu Mikha telah makan siang atau tidak.
Saking sibuknya pekerjaan Mikha, sekarang Fabian selalu bekerja sendiri tanpa didampingi Mikha. Hari ini Fabian sudah terlihat santai dan dia berniat untuk menghampiri Mikha.
"Mikha ...," panggil Fabian.
"Ya, Mas," jawabnya tanpa menolehnya karena sedang fokus dengan komputer di depannya.
"Jangan terlalu fokus! Udah makan belum?"
"Belum, Mas," jawabnya dengan pandangan masih ke komputernya dan jari lentik dengan lincah masih bermain dengan keyboardnya.
Karena merasa diabaikan Fabian menghampiri Mikha dan berdiri di sampingnya sekalian mengecek apa yang tengah dikerjakan Mikha sampai dia tidak bisa menoleh ke arahnya.
Saking fokusnya, Mikha tidak menyadari keberadaan Fabian di sampingnya.
"Makan dulu yuk!" bisik Fabian di telinga Mikha sehingga membuat Mikha terperanjat kaget.
__ADS_1
"Apa si Mas?"
"Makan,"
"Sebentar lagi," tolak Mikha.
"Ayo! Aku dengar sudah dua hari ini kamu gak makan siang,"
"Aku gak keburu Mas,"
"Tidak perlu begitu juga Mikha!"
"Iya, sebentar aku matikan dulu,"
"Nah, gitu dong!"
Setelah Mikha mematikan komputernya, mereka berdua bergegas makan di kantin perusahaan.
"Silahkan Pak, Bu! Selamat menikmati," ucap pelayan kantin itu seraya meletakan satu piring menu makan siang kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Kok cuma satu piring?" tanya Mikha bingung.
"Aku yang memesannya, supaya kita makan sepiring berdua!"
"Mas lagi pencitraan ya?" bisik Mikha.
"Tidak," elak Fabian.
Fabian segera mengambil sendok yang kebetulan hanya ada satu. Dengan telaten, Fabian mengisi sendok itu dengan nasi lengkap dengan lauknya kemudian menyuapi Mikha.
"Makan yang banyak biar pikiran sama pekerjaan itu seimbang,"
"Mas gak makan?"
__ADS_1
"Nanti setelah kamu kenyang,"
"Bohong, pasti jiji karena sendok itu bekas bibir aku,"
"Mana mungkin Mikha, kunyahan langsung dari bibir kamu aja aku gak apa-apa kok," ucap Fabian seraya terkekeh membuat Mikha sedikit tersipu malu.
Pertama kali makan siang berdua dalam satu piring yang sama membuat Mikha percaya dan yakin bahwa Fabian akan menerima pernikahan ini selamanya.
"Udah kenyang apa mau nambah?"
"Aku kenyang Mas,"
"Ya udah yuk!" ajak Fabian seraya menggenggam tangan Mikha.
"Emmm ... so sweet banget ya bos kita,"
"Iya, aku iri deh lihatnya,"
"Pasti bu Mikha dibikin bahagia terus tuh tiap harinya,"
"Aku mau deh satu yang kaya pak Bian,"
"Aku juga mau,"
Itulah ucapan para karyawan perempuan setelah melihat perlakuan Fabian kepada Mikha dan membuat Fabian semakin mengeratkan genggaman tangannya.
"Mereka tidak tau aja, kamu lagi pencitraan," ucap Mikha setelah jauh dari kantin.
"Pikiran kamu itu ya sama aku negatif mulu," balas Fabian seraya mengacak rambut Mikha.
"Aku ke dalam dulu, kalau rindu masuk aja!" ucap Fabian namun malah membuat Mikha menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
Lanjut gak? 😬😬😬
__ADS_1