
"Selamat siang" jawab kedua laki-laki itu serempak
Mereka duduk di kursi masing-masing, makanan dan minuman telah dihidangkan oleh pelayan di restoran tersebut, tentunya makanan terbaik yang ada di restoran itu.
Restoran Raosestu adalah milik keluarga Fabian, ketika Mikha mengadakan pertemuan atau hal apapun itu urusan perusahaan yang bertempat di restoran maka seluruh pelayan sudah tau akan tugasnya tanpa diminta oleh Mikha.
Ini pertemuan ke 2 kalinya dengan kedua laki-laki tersebut, namanya Bambang dan Broto. Mereka adalah pemilik kafe terbaik yang ada di Surabaya dan akan melakukan kerjasama dengan perusahaan Fabian yaitu membuka restoran raosestu.
"Maaf Pak saya perkenalkan terlebih dahulu," ucap Mikha kepada Pak Broto dan Pak Bambang
"Ini Pak Fabian CEO di PT Trengginas Estu," lanjutnya
"Dan Pak Bian kedua laki-laki ini adalah Pak Broto dan ini Pak Bambang pemilik kafe terbaik yang ada di Surabaya yang akan melakukan kerjasama dengan perusahaan kita," ucap Mikha memperkenalkan.
Fabian mengulurkan tangannya dan pak Broto juga pak Bambang menerima uluran tangan Fabian.
"Terimakasih Bu Mikha, suatu kehormatan buat kita bisa bertemu langsung dengan pemilik salah satu perusahaan terbesar di Indonesia," ucap Pak Bambang.
"Ternyata pemimpin perusahaannya masih sangat muda," ucap pak Broto tersenyum
Sementara itu wajah Alena semakin pucat terlihat dari tatapan Pak Broto yang banyak keingintahuan di benaknya dan Mikha menyadarinya.
"Oiya ini Bu Alena, Calon Istri Pak Bian," ucap Mikha
"Selamat siang Bu Alena," ucap Pak Broto dengan tatapan tajamnya.
Alena hanya mengangguk gugup dan Fabian menyadarinya, Alena terikat kontrak dengan Pak Broto selama satu bulan untuk menemaninya selama Pak Broto berada di Jakarta dan tidak boleh menerima pelanggan lain selama satu bulan penuh, Pak Broto pun telah memberikan cek senilai 300 juta untuk membayar Alena selama satu bulan, dan sekarang baru satu minggu Alena ketahuan calon Istri dari dari pemilik perusahaan.
Pak Bambang tidak mengetahuinya karena hanya Pak Broto yang tinggal di jakarta dan Pak Broto tidak tahan sehari saja tanpa wanita disampingnya, teman pak Broto yang ada di jakarta memberikan kontak Alena dan Pak Broto langsung tertarik dengan mudahnya Pak Broto memberikan cek senilai 300 juta supaya Alena tidak melanggar kontraknya.
"Jadi begini Pak, PT Trengginas Estu sebagai pihak pertama selaku pemilik modal akan menyerahkan uang sebesar 1 M kepada pihak kedua yaitu Bapak sendiri untuk dipergunakan sebagai modal usaha membuka Restoran Raosestu di Surabaya dan pihak kedua selaku pengelola harus bertanggung jawab untuk mengelola usahanya dan pihak pertama akan mendapatkan bagi hasil usaha menurut persentase keuntungan yang telah disepakati bersama, dan kerjasama ini akan di sepakati dan di tandatangani di dalam surat perjanjian sesuai dengan UU dan pasal yang berlaku bla... bla... bla...," ucap Mikha dengan jelas
Mereka ngobrol panjang lebar mengenai perusahaan, Mikha menjelaskan secara terperinci mengenai kontrak kerjasamanya. Fabian hanya sedikit berbicara karena semua mengenai perusahaan Mikha yang memaparkan.
"Jadi bagaimana Bu Mikha, apakah berkas dan surat perjanjiannya sudah bisa saya tanda tangani?" tanya Pak Broto
"oh jelas sudah bisa pak, ini berkas dan surat perjanjian yang harus Bapak tanda tangani," ucap Mikha sambil memberikan berkasnya.
Fabian dan juga kedua laki-laki itu menandatangani berkasnya.
Setelah mereka berbicara panjang lebar mengenai kontrak kerja samanya, obrolan-obrolan ringan mereka lontarkan.
"Jadi kapan Bapak akan segera melangsungkan pernikahan bersama calon Bapak ini?" tanya Pak Broto
__ADS_1
"Untuk saat ini belum ada rencana, tapi akan secepatnya." jawab Fabian sambil memegang tangan Alena.
"Kayanya wajahnya familiar ya, apa kita pernah bertemu Nona?" tanya Pak Broto ke Alena.
"Emmm ... saya tidak pernah bertemu dengan anda Pak," jawab Alena dan semakin terlihat kegugupannya.
"Mungkin ada yang mirip kali mas," ucap Pak Bambang, Pak Bambang memanggil pak Broto dengan sebutan mas karena Pak Broto adalah Kakak kandung dari pak Bambang.
"I-iya mungkin," ucap Alena.
"Yah mungkin calon Istri pak Bian mirip dengan teman kencan saya... dulu," ucap Pak Broto sambil terkekeh.
"Kamu ini mas selalu saja begitu," ucap pak Bambang.
"Maaf Pak Bian, Bu Mika Kakak Saya ini kalau bercanda suka kelewatan," ucap Pak Bambang
"Tak apa Pak, itu hal yang wajar," ucap Mikha tersenyum.
Fabian tidak menanggapinya dia tetap menunjukan kemesraanya sesekali dia menyuapi Alena dan Mikha merasa malu begitupun dengan Pak Bambang dan pak Broto terlihat dari sorot matanya merekapun merasa tak nyaman melihat perlakuan Fabian terhadap Alena yang berlebihan.
"Emmmm... Pak Bian selain pandai berbisnis ternyata anda juga sosok pria yang penyayang, suatu kehormatan bagi saya bisa bekerja sama dengan perusahaan yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang luar biasa seperti anda.," ucap Pak Broto
"Ah... Pak Broto ini berlebihan," ucap Fabian ucap Fabian terkekeh dan Mikha baru pertama kali melihatnya.
"Beneran loh anda juga termasuk orang yang paling beruntung, selain punya sekretaris yang pintar anda juga punya calon istri yang cantik, hidup Anda benar-benar lengkap," puji pak Broto.
"Ah... terimakasih Pak, sungguh sangat berlebihan." balas Mikha
kring ... kring ...kring
"Maaf pak, saya angkat telpon dulu," ucap Mikha saambil menekan tanda hijau di ponselnya.
@.........: ######
@Mikha : Waalaikumsalam Wr.Wb
@...........: ######
@Mikha: Oh tentu, satu jam lagi saya dengan Pimpinan segera menuju kesana.
@...........: ######
@Mikha: Ah terimakasih, gak usah berlebihan bu.
__ADS_1
@...........: ########
@Mikha: Iya, waalaikumsalam Wr. Wb
Mikha menutup telponnya.
"Maaf pak satu jam lagi saatnya kunjungan ke panti sayang bunda," ucap Mikha pada Fabian
"Ya."
"Ya sudah berhubung apa yang kita bahas sudah selesai dan makan pun sudah, pertemuan kita kali ini cukup sampai disini, sebelumnya terimakasih PAk Bambang sudah berkenan hadir tepat waktu meski jarak sangat jauh dan terimakasih juga Pak Broto karena telah berkenan lama-lama di Ibukota demi lancarnya kerjasama kita," ucap Mikha untuk mengakhiri obrolan mereka
"Sama-sama Pak Bian, Bu Mikha semoga kerjasama kita di beri kelancaran untuk kedepannya," ucap Pak Bambang.
"Mari pak," ucap Mikha
"Saya duluan Pak," ucap Fabian kepada Pak Bambang dan Pak Broto.
"Hati-hati Pak," balas Pak Bambang
Mereka berlalu meninggalkan restoran tersebut dan menuju ke Panti Asuhan Sayang Bunda,
Kling... (Suara ponsel Alena)
+Pak Broto
#Saya tunggu kamu di tempa biasa sekarang!
"O iya sayang, aku gak usah ikut ya," ucap Alena
"Kenapa?" tanya Bian
"Aku mau pulang aja, kayanya aku butuh istirahat deh,"
"Ya udah, aku anterin kamu pulang ya?" tawar Bian mengelus rambut Alena.
"Eh gak usah sayang aku naik taksi aja," Alena menolaknya.
"Yakin?"
"Iya sayang,"
"Ya udah hati-hati ya,"
__ADS_1
"Ok." Alena mencium Fabian seketika Mikha memalingkan pandangannya ke arah lain.
"Dah... sayang." Alena melambaikan tangannya dan masuk ke dalam taksi.