
Mikha sudah tak terlihat canggung dengan Radit begitupun sebaliknya, perasaan Mikha, Radit hanyalah teman dan Radit orang baik jadi Mikha welcome terhadap siapapun yang bersikap baik padanya.
"Mikha sekali lagi terima kasih ya, hari ini lidahku dimanjain masakanmu," ucap Radit setelah memasukan satu sendok nasi terakhir ke dalam mulutnya.
"Iya sama-sama. Udah terus aja bilang terima kasih, kamu juga kan antar jemput aku ke kantor hitung-hitung ganti biaya ongkos taksi. Hahaha bercanda Dit," Mikha tertawa
"Ya ampun Mikha kamu nganggap aku supir taksi?" tanya nya pura-pura sedih.
"Tapi gak apa-apa Mikha yang penting aku bisa terus bersamamu," ucap Radit dalam hati.
"Ya enggak lah masa supir taksi diajak mampir ke rumah," jawabnya tersenyum.
"Terus kamu anggap aku apa?" tanya Radit.
"Rekan bisnis bos Aku," kekeh Mikha.
"Oh iya ya, yang mampir untuk makan ke rumah Sekretaris rekannya," jawab Radit ikut terkekeh.
"Kalau bos kamu pernah mampir gak?" lanjut Radit bertanya.
"Ya enggak lah, mau ngapain?" cuek.
"Aku sma dia itu tidak seperti Aku sama Kamu kaya teman gini, dia itu atasan Aku jadi Aku mana mungkin seakrab ini sama atasan.
Bahaya dong nanti ada berita CEO SELINGKUH DENGAN SEKRETARISNYA," lanjut Mikha terkekeh.
"Oh iya ya... Fabian kan sudah punya calon istri si Alena," ucap Radit.
"Kamu kaya yang sudah kenal lama sama Bu Alena,"
"Enggak," ucap Radit singkat.
"Itu bilang Si Alena," ucap Mikha mempertegas
"Ya terus apa Nona Alena?"
"Emmm... terserah kamu lah, asal jangan bebeb nanti pak Bian bisa marah," kekeh Mikha
"Ye... Amit-amit." Radit bergidig
__ADS_1
Mikha membereskan piring bekas makan mereka,
"Aku yang cuci ya!" Radit berdiri
"E-E-E gak usah, cuma sedikit kok," ucap Mikha menahan Radit supaya duduk kembali.
"Tangannya gak takut kasar?"
"Ya enggak lah. Kasar juga gak apa-apa," jawab Mikha cuek seraya terus mencuci piringnya.
"Loh kok gak apa-apa?" tanya Radit bingung.
"Ya emang gak apa-apa, Aku gak masalah hehehe,"
"Biasanya kan perempuan takut tangannya kasar," ucap Radit.
"Perempuan yang mana?" tanya Mikha seraya mengeringkan tangannya, menghampiri Radit dan duduk di depan Radit.
"Ya semua perempuan Mikhaaaaa," jawab Radit gugup karena Mikha menatapnya dalam.
"Aku gak merasa tangan aku kasar ah, aku hampir setiap hari 3 kali sehari cuci piring," ucap Mikha mengelu-ngelus tangannya untuk meyakinkan benar dan tidaknya gara-gara cuci piring tangan menjadi kasar.
"Yeee... " Memukul pelan tangan Radit dan Radit berhasil menangkap tangan Mikha.
Seketika tatapan mereka beradu,
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
"Gak kasar kan?" tanya Mikha tertawa mencairkan suasana canggung diantara mereka dan segera menarik tangannya.
"Iya tetap lembut," Radit pun ikut terkekeh.
__ADS_1
"Mikha sebelum pulang, Aku boleh ikut dulu shalat? takut kemaleman di jalan." seraya melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
"Ya boleh dong, ayo sebelah sini!" Mikha menunjukkan mushola di dalam rumahnya dan Radit mengikutinya.
"Kamu shalat sendiri ya! Aku lagi gak shalat hehehe," ucap Mikha tersenyum.
"Kenapa gak shalat?" tanya Radit pura-pura tidak tau.
"Aku lagi ada tamu hehe,"
"Mana tamunya?" Radit celingukan.
"Ih kamu ya, masa gak ngerti." Mikha mengerucutkan bibirnya dan Radit mengacak rambut Mikha.
"Kalau tamunya udah gak ada, emangnya mau shalat bareng Aku?"
"Ya iyalah, emangnya kenapa?" tanya Mikha polos karena Mikha merasa Radit adalah temannya tidak ada hal yang membuat mereka harus baper.
Beda halnya dengan Radit yang mempunyai perasaan spesial untuk Mikha.
"Nanti kalau tamunya udah pergi kita shalat bareng."
"Aku ambil wudhu dimana?"
"Tuh." Wajahnya mengarah ke tempat berwudhu.
Radit mengambil air wudhu dan melaksanakan Shalat Maghrib sebelum pulang.
*****
Sementara di waktu yang sama
Fabian tidak bersemangat untuk keberangkatannya ke Jerman, Mondar-mandir di dalam kamar sesekali memijit pelipisnya dia terlihat frustasi karena nomor Alena dari tadi siang tidak bisa dihubungi. Meski ada Mama Rena di rumahnya tapi tetap Fabian merasa kesepian.
"Alena, Alena, Alena please aktifin ponselnya," batin Fabian gusar seraya menatap nomor Alena di ponselnya.
Sampai sini dulu ya❤️
Tinggalkan jejaknya ya readers 😍😍
__ADS_1
Terima kasih sudah berkenan membaca ❤️❤️