
Maaf ππ up nya lama ππ
"Sudahlah gak usah dibalas, sebaiknya aku segera tidur," ucap Mikha mematikan lampu dan segera memejamkan matanya.
*****
Pagi-pagi sekali Mikha telah bersiap dengan blouse biru muda lengan panjang yang sengaja dimasukan ke dalam rok span hitam selutut, tas dan sepatu high hels yang senada. Seperti biasa model rambut yang selalu ia kuncir kuda sudah menjadi ciri khas nya di kalangan sekretaris.
Ada sebagian orang yang menyebutnya Sekretaris kuncir kuda karena Mikha jarang menggerai rambutnya ketika bekerja dan Mikha merasa nyaman dengan mengikat rambutnya.
Mikha bergegas masuk ke dalam gedung kantor.
"Selamat pagi Bu,"
"Selamat pagi Bu Mikha,"
"Selemat pagi Nona Mikha,"
"Selemat pagi Sekretaris Mikha,"
"Selamat pagi Asisten Mikha,"
Itulah sapa'an dari para karyawan ketika Mikha memasuki gedung kantor terlihat sangat repot mencangklong tas bertali pendek di pundak sebelah kirinya, mendekap berkas dengan tangan kiri dan menjinjing papper bag di tangan kanannya.
Mikha menjawab sapaan mereka dengan penuh senyuman meski terlihat buru-buru. Hari ini Mikha harus menggantikan Fabian meeting dengan beberapa Klien di tempat yang berbeda dan menemui bu Rena di Hotelnya.
Agenda yang pertama meeting dengan para pemimpin perusahaan yang dilaksanakan di kantor pusat salah satu kantor milik pemimpin perusahaan yang mengikuti meeting dengan jarak lumayan jauh dari perusahaan tempat Mikha bekerja.
Agenda yang kedua memberikan berkas perjanjian kerjasama yang harus ditandatangani oleh Radit di Kafe.
__ADS_1
Agenda yang ketiga menemui Bu Rena di Hotelnya. Agenda yang keempat menemui Klien di Club malam.
Sebelum berangkat, Mikha mengambil berkas yang ada di dalam ruangan Fabian dan segera berangkat menuju lokasi meeting.
Mikha sangat menghargai waktu maka dari itu setiap Klien percaya bahwa Mikha bisa mengerjakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan tepat waktu.
Menggantikan pimpinan perusahaannya meeting bukan yang pertama buat Mikha. Para pemimpin perusahaanpun sudah tidak asing dengan Sekretaris kuncir kuda itu mereka sudah percaya dengan kemampuan yang dimiliki Mikha.
********
Sementara di waktu yang sama
Alena bergelayut manja di dalam kamar hotel bersama Pak Broto, dia menghabiskan waktunya sehari semalaman dengan laki-laki yang tengah membayarnya 300 juta untuk sebulan. Belum lagi uang kes yang ia terima setiap pertemuannya.
Alena sangat menikmati kebersamaannya dengan laki-laki paruh baya itu, setiap sentuhannya membuat Alena terbuai merasa terbang ke awan dan semua itu tak pernah Alena dapatkan dari Fabian, begitupun dengan Pak Broto dia merasa tak menyesal telah membayar Alena mahal untuk satu bulan, karena servis yang diberikan Alena membuat Pak Broto lagi dan ingin lagi.
Setelah sarapan Alena kembali menjatuhkan tubuhnya di atas kasur king size dan menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Memangnya mau kemana?" tanya Pak Broto tanpa menoleh yang tengah meminum kopi menghadap jendela.
"Aku sore mau pulang dulu ya!" menghampiri Pak Broto dengan lingerie seksi warna hitam yang menempel di tubuhnya.
"Kenapa pulang? kan Fabian ke Jerman," tanya Pak Broto yang masih membelakangi Alena.
"Aku harus siap-siap, malamnya aku mau datang ke pesta ulang tahun temanku," ucap Alena menempelkan pipi kananya dengan pipi kiri Pak Broto membungkuk dan memeluk laki-laki itu dari belakang.
"Oh... Apa mau aku antar?" seraya mengelus tangan Alena yang memeluknya.
"Gak usah Mas... Ayo habiskan dulu hari siang ini denganku! hehehe," ajak Alena seraya memainkan janggut tipis laki-laki itu.
__ADS_1
Pak Broto mengambil dompet dan memberikan Alena uang ratusan tiga puluh lembar, Alena menerimanya dan mencium uang itu.
"Untuk membeli gaun," ucap Pak Broto seraya memberikan uangnya.
"Makasih loh Mas, kamu memang paling ngertiin aku," Alena mencium uangnya.
"Sering-sering datang ke sini ya! waktu kita kurang dari dua minggu lagi," titah Pak Broto.
"Tentu, karena Aku tak kuat jika harus lama-lama gak ketemu Mas," balas Alena manja.
"Kamu ini bisa saja," kekeh Pak Broto menarik Alena supaya duduk di pangkuannya.
"Mas mau pulang?"
"Iya,"
"Gak mau nambah kontrak bersamaku di sini?" tanya Alena.
"Aku mau tapi nanti aku pikirkan lagi.
"Kenapa harus dipikirkan sih Mas?"
"Bulan depan Aku pasti mengurus proyek yang ada di luar kota dan Aku pasti jarang ke sini,"
"Aku berharap Mas nambah kontrak. Hehehe," ucap alena menggoda
"Akan aku usahakan."
"Mas..." panggil Alena dan semakin mendekatkan wajahnya, Pak Broto tentu tau maksud Alena.
__ADS_1
Alena benar-benar sangat agresif dan karena itulah Pak Broto sangat menyukai Alena. Kursi dan jendela yang telah tertutup itu menjadi saksi atas keringat yang mereka keluarkan di siang hari.
Hai Readers... Sampai sini dulu ya! tinggalkan jejak kalian dengan kritik dan saran yang membangun!β€οΈβ€οΈβ€οΈ