
Hallo...
Selamat Membaca!
Tinggalkan kritik dan sarannya ya!
Ungkapkan mengenai feel yang kalian rasakan setelah membaca kelanjutan cerita #Pilihan_yang_tepat
@Eypila
Reza pemilik Klub terkenal di beberapa Negara termasuk Klub yang Mikha datangi malam ini. Dentuman musik keras, segala jenis minuman dan para wanita malam adalah suatu hal yang biasa buat Reza.
3 bulan yang lalu Reza kembali ke Indonesia untuk mengurus Klub yang sudah lama ia tinggalkan dan percayakan kepada temannya. Dia berniat untuk menetap kembali di Indonesia dan mencari seseorang yang dulu pernah menjadi kekasihnya.
Reza mendengar kabar mantan kekasihnya itu sekarang sudah menjadi perempuan yang sukses dan menjadi Sekretaris di Perusahaan ternama di Ibu kota.
"Dengan Pak Reza?" tanya Mikha yang masih berdiri.
Reza mendongakkan kepalanya dan menatap Mikha, Mikha sangat kaget, degup jantungnya berpacu lebih cepat, Klien yang ia temui adalah mantan kekasihnya saat dia masih SMA.
Memorinya kembali mengingat kejadian 8 tahun lalu, saat memergoki kekasihnya yang sedang bercumbu mesra dengan sahabatnya di dalam kost-an yang selama ini ia tempati setelah kepergian ayahnya. Mikha mempercayakan cadangan kunci kost-annya, karena sahabatnya seringkali nginep untuk sekedar menemaninya.
Sahabat yang sangat ia sayangi dan sudah seperti keluarga, makan di piring yang sama, minum di gelas yang sama itu hal yang biasa mereka lakukan. Bahkan, berbagi uang jajan dari hasil kerjanya Mikha pun rela.
__ADS_1
Dulu, setelah pulang sekolah Mikha selalu bekerja di Kafe untuk memenuhi segala kebutuhannya termasuk biaya sekolahnya karena waktu itu Kafenya sepi Mikha pulang 2 jam lebih awal dari biasanya.
Mikha sangat senang karena pada saat itu adalah tanggal Mikha gajian. Sebelum pulang, Mikha mampir dulu membeli martabak keju karena ia tau sahabat yang sedang menunggunya di kost-an sangat menyukai martabak keju.
Tidak ada yang mencurigakan, Mikha langsung membuka pintu kost-annya yang tidak terkunci. Terlihat dua manusia yang sedang bercumbu di atas kasur tanpa alas, dua manusia itu adalah kekasih dan sahabatnya sendiri.
Degup jantung Mikha berpacu sangat cepat, tas dan martabak yang ia bawa terlepas seiring dengan merosotnya tubuh Mikha ke lantai. Matanya berkaca-kaca, dadanya terasa sangat sesak terhmpit rasa sakit dan kecewa.
Sedangkan Reza, segera beranjak dari posisinya dan menggunakan pakaiannya lagi, setelah itu tanpa rasa berdosa Reza pergi meninggalkan Mikha yang masih diam mematung mencoba untuk mencerna kenyataan yang baru saja ia dapatkan. Begitupun dengan sahabatnya yang pergi tanpa kata.
Setelah kejadian itu, Mikha tidak pernah lagi bertemu dengan mereka dan sekarang Mikha dikejutkan kembali dengan pertemuannya. Klien yang Mikha temui adalah mantan kekasih yang dulu mengkhianatinya.
Tatapan mereka beradu, Reza menatap Mikha dengan penuh kerinduan. Beda halnya dengan Mikha yang menatap reza dengan penuh penyesalan. Mikha menyesal dulu pernah menjadi kekasihnya.
"Ya, silahkan duduk Bu Mikha!"
Mikha duduk di sofa panjang yang bersebrangan dengan Reza. Mikha merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya kali ini tetapi Mikha harus tetap profesional. Suara musik tidak terdengar begitu keras. Lampunya pun sedikit tenang meski tidak terlalu terang yang terpenting tidak kerlap-kerlip seperti awal memasuki klub.
"Mau minum apa?" tanya Reza.
"Tidak usah Pak, saya di sini tidak akan lama." jawab Mikha menolak.
"Masih sore," ucap Reza menaikan alisnya seraya melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.
__ADS_1
"Bagaimana kabarmu?" tanya Reza.
"Saya baik," jawab Mikha.
"Kamu masih ingat sama saya kan?"
Mikha tidak menanggapi pertanyaan Reza, perasaan Mikha sudah merasa tidak enak tetapi dia harus tetap mendapatkan tanda tangan Kliennya.
"Ini berkas kerja sama yang harus Bapak tanda tangani," ucap Mikha memberikan berkasnya.
"Bolehkah saya membaca berkasnya terlebih dahulu?" tanya Reza seraya membuka berkasnya yang lumayan banyak itu.
"Tentu Pak."
Selagi Mikha menunggu Reza membaca berkasnya, pelayan di klub itu menghampirinya dengan dua gelas orange jus di nampannya.
"Dua gelas orange jus..." ucap Mikha dalam hati seraya melihat kedua minuman itu dan Reza menyadari ada banyak pertanyaan untuk kedua minuman itu di benak Mikha.
"Itu buatmu, minumlah! saya akan mempelajari isi dalam berkasnya dulu,"
"Iya, terima kasih Pak."
Sudah 30 menit Reza membolak-balikkan berkasnya, Mikha sudah cukup bosan dengan situasinya saat ini, tenggorokannya pun terasa kering padahal dari tadi dia tidak berbicara sedikitpun. Tanpa rasa curiga, Mikha mengambil orange jusnya dan segera meminumnya.
__ADS_1
"Habiskan minumannya Mikha!" ucap Reza dalam hati tersenyum penuh kemenangan.