Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Fabian harus menikah


__ADS_3

Hai Readers ...


😍😍😍😍


Happy Reading 😘😘😘


Ditunggu kritik dan sarannya ❀️


Fabian mengetuk pintu kamarnya beberapa kali tetapi tidak ada sahutan dari dalam dan Fabian memutuskan untuk langsung membuka pintu kamarnya.


"Tidak ada siapa-siapa," gumamnya.


Fabian memasuki kamarnya dan membulatkan matanya melihat Mikha baru keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang melilit di tubuhnya. Dengan susah payah Fabian menelan salivanya, satu kata dalam hatinya "Seksi."


"Bapak ...," pekik Mikha seraya menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya.


"Maaf, saya pikir kamu tidak ada di dalam,"


"Ya udah Bapak keluar dulu! saya mau pakai baju," perintah Mikha.


"Baik." Fabian keluar dari kamarnya.


Fabian duduk di kursi kebesarannya, teringat kejadian satu tahun lalu saat Mikha dikasih obat perangsang oleh Reza dan Radit sangat diuntungkan dalam hal itu.


"Shit ..." Fabian mengusap wajahnya kasar.


Mikha keluar dengan wajah yang cantik dan terlihat segar dengan bluos biru muda yang di masukan ke dalam rok span nepy selutut.


"Maaf, pak saya kesiangan," ucap Mikha menunduk dan merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, beres jam berapa?"


"Jam tiga dini hari pak,"


"Apa filenya sudah kamu kirim?"


"Filenya sudah saya kirim lewat email sekretaris perusahaan itu pak,"


"Terima kasih Mikha, kamu memang selalu bisa diandalkan,"

__ADS_1


"Iya, sama-sama Pak. Saya permisi kembali ke ruangan!" ucap Mikha keluar dari ruangan Fabian.


.


.


kling ... kling ... kling


.


.


"Nenek ... ada apa nenek nelpon?" tanya Fabian dalam hati dan langsung menggeser tanda hijau di layar ponselnya.


"Bian," panggil nenek di seberang telpon.


"Iya, nek,"


"kamu memang bisa diandalkan," ucap Nenek terdengar bangga terhadap cucunya.


"Maksud Nenek?"


"jadi kapan kamu ke sini?" tanya nenek.


"Untuk apa nek?"


"Dasar bujang lapuk! memangnya kamu tidak tau kalau perusahaan Dubai itu yang mengelolanya adalah istri-istri pengusaha yang cerdas,"


"Terus kenapa Bian harus menemui Nenek?"


"Harus ada istri yang pintar mendampingi kamu selama kamu melakukan kontrak kerja sama dengan perusahaan itu,"


"Istri?" tanya Bian semakin tidak mengerti.


"Ya, istri ... karena yang akan melakukan kerja sama kedepannya adalah istri kamu,"


"Nenek bilang saja sama mereka Fabian belum punya istri!"


"Heh ... perusahaan itu tidak mau melakukan kerja sama dengan laki-laki, itu perusahaan dikembangkan khusus oleh perempuan, semua klien yang melakukan kerja sama dipimpin oleh para istri pengusaha yang cerdas dan kamu harus tau hanya perusahaan itu yang bisa membuat perusahaanmu semakin lebih maju. Jadi kamu harus ke sini jemput Clara!"

__ADS_1


"Apa hubungannya dengan Bian Nek?"


"Clara akan menjadi istri kamu!"


"Apa?"


Fabian terdiam, mengingat Clara memang gadis yang cerdas tetapi Fabian tidak menyukainya karena ambisi yang ada dalam diri Clara terlalu menggebu. Fabian masih ingat saat dia tinggal di Amerika, Clara setiap hari selalu berterus terang bahwa dia mencintai Fabian. Padahal Clara sendiri tau bahwa Fabian telah memiliki kekasih dan sifatnya yang blak-blakkan itu membuat Fabian semakin tidak menyukainya.


"Kenapa harus Clara Nek?"


"Karena dia cerdas, hanya dia yang akan mampu melaksanakan kerja sama dengan perusahaan itu,"


"Bian bisa sendiri Nek, tidak butuh Clara,"


"Kamu itu sebenarnya paham gak sih? kalau perusahaan yang kamu ajak kerja sama itu adalah perusahaan yang khusus di kelola oleh perempuan, istri-istri pemimpin perusahaan,"


"Apa setelah kontrak kerja sama itu selesai Bian boleh bercerai dengan Clara?"


"Apa? Menikah juga belum kamu sudah berfikiran mau bercerai," bentak nenek di seberang telpon.


"Fabian tidak mencintai Clara nek, lagian kenapa nenek gak bilang dari awal sih?"


"Kamu gak nanya sama nenek,"


"Kalau begitu batalin saja nek!"


"Tidak bisa Bian! nenek sudah berbicara dengan pimpinannya dan kalaupun dibatalkan kamu harus membayar penalti sebesar 900 M,"


"Loh, kenapa?"


"Karena kamu dianggap sudah mempermainkan mereka,"


"Sudah kamu nurut saja sama nenek, ini demi kebaikanmu. Menikahlah dengan Clara! dia yang akan mengurus semuanya," lanjut nenek.


******


😘😘😘😘


Apakah Fabian akan menikah dengan Clara?

__ADS_1


Atau menjadi bujangan tua?


__ADS_2