Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Mikha yang menggemaskan


__ADS_3

Maaf up nya telat lagi ya readers๐Ÿ™๐Ÿ™


Author sungguh minta maaf.


Selamat membaca, semoga tak membosankan ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€


****


Ada sebagian orang yang pernah memboking Alena, dia tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya saat melihat Alena mencium seseorang di sana.


"Sudah lama?" tanya Alena


"Enggak, saya baru beres meeting di sini," jawab Pak Broto


"Sama siapa?" Alena celingukan


"Yang pasti bukan sama calon suami kamu." Pak Broto terkekeh


"Oh."


"Kamu mau shoping?" tanya Pak Broto sambil mengelus tangan Alena


"Iya dong. Tapi aku lapar," ucapnya manja seraya memegang perutnya.


"Tuh makanan favoritmu datang," ucap pak Broto


"Terima kasih ya, memang mas selalu paling ngertiin,"


"Iya dong. Kan kamu juga paling ngertiin mau aku," ucapnya dengan menaik turunkan alisnya, Alena tersenyum tipis dan terus melanjutkan makannya.


Setelah makan selesai mereka berencana mau ke Mall dan berlanjut ke hotel tempat Pak Broto menginap, Alena berencana menginap di sana selama Fabian ke Jerman.


*****


Suasana sore hari yang masih sangat cerah, para karyawan sudah sebagian pulang tetapi Fabian masih berada dalam ruangannya.


Entah apa yang dia kerjakan, setau Mikha semua agenda hari ini sudah selesai. Mau pulang duluan Mikha merasa tidak enak karena biasanya bosnya yang pulang terlebih dulu, baru Mikha setelahnya sementara Radit sudah menunggu di luar.


"Apa aku pamit pulang duluan saja ya," pikirnya dalam hati

__ADS_1


Mikha segera memberanikan diri mengetuk pintu ruangan Fabian.


Tok... Tok... Tok


"Masuk."


"Maaf Pak, jam kerja telah selesai Saya mau ijin pulang duluan," ucap Mikha


"Seluruh berkas yang harus dibawa ke Jerman sudah selesai?" tanya Fabian sedikit meninggi seakan merasa rugi jika sekretarisnya pulang duluan.


"Semuanya sudah selesai Pak, yang menumpuk di sini adalah berkas yang harus dibawa ke Jerman,"


"Termasuk surat kesepakatan?"


"Untuk surat kesepakatan yang membuat perusahaan Jerman Pak, nanti Bapak tinggal menandatanganinya kalau Bapak telah menyepakati kerja samanya."


"Saya harap, selama saya berada di Jerman Kamu bisa mengurus segala urusan perusahaan!"


"Tentu Pak, itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya," ucap Mikha


"Mengenai Alena kamu harus bersikap hormat sama dia selayaknya menghormati Mama Saya!"


"Baik, Pak."


"Baik, Pak."


"Ini kartu ATM saya titip sama kamu, Saya takut dia membutuhkan sesuatu dan tidak bisa menghubungi Saya selama berada di Jerman," ucap Fabian sambil memberikan kartu ATM nya.


"Baik, Pak."


"Nanti Saya kirim pesan ke Alena supaya mengambilnya di kamu,"


"Kenapa Tidak suruh kesini saja sebelum Bapak berangkat?"


"Kalau saja nomornya bisa dihubungi, Saya pasti langsung nemuin dia tidak akan dititp sama kamu," ucapnya sedikit meninggi.


"Oh."


"Ya sudah Saya permisi pulang duluan ya Pak," pamit Mikha.

__ADS_1


Fabian memberikan isyarat iya dengan mengibaskan tangan kanannya. Mikha bergegas keluar,


"Gak enak nih kalau Radit kelamaan menunggu," batin Mikha seraya berjalan cepat


Terlihat Radit sedang menyender di pintu mobilnya


"Ma'aaaaaf," ucap Mikha di hadapan Radit menunduk mengerucutkan bibirnya merasa bersalah, layaknya Anak kecil yang disuruh minta maaf karena telah berbuat nakal sama temanya.


"Apaan sih minta maaf segala," kekeh Radit dan mengacak gemas rambut Mikha.


"Yuk masuk," ajak Radit seraya membukakan pintu mobilnya dan Mikha langsung masuk.


Radit memutari mobilnya dan duduk di belakang kemudi.


"Apa kita mau langsung pulang?" tanya Radit


"Boleh," jawab Mikha tersenyum


"Makan dulu yu!" ajak Radit


"Yuk."


"Makasih ya," ucap Radit


"Untuk apa?"


"Udah bikin perut aku kenyang di waktu istirahat," Radit menoleh


"Emmm iya sama-sama." Mikha tersenyum


"Mau makan dimana?"


"Di rumah aku aja yuk! aku masak deh," ucap Mikha


"Serius?" mata Radit berbinar


"Iya lah."


"Ok."

__ADS_1


Mobil Radit segera melaju ke rumah Mikha..


******


__ADS_2