Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Bertemu Alena


__ADS_3

πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—


"Memangnya kamu pikir siapa? hehehe," tanya Radit seraya mengajak Mikha duduk di kursi yang sedang Radit tempati.


"Mikha," panggil Rangga seketika Alena menoleh kaget.


"Eh ... hai," balas Mikha tersenyum.


"Ada bu Alena ju-ga," ucap Mikha menoleh dan merasa canggung.


"Duduk!" titah Radit menarik kursi untuk mempersilahkan Mikha duduk.


"Terima kasih," ucap Mikha sekejap menatap Radit dan tersenyum.


"Perhatian banget sih Radit sama sekretaris itu," ucap Alena dalam hati seraya mendelikkan matanya.


"Hai, sekretaris Mikha," sapa Alena mencoba ramah.


Tiga pelayan datang membawa banyak macam makanan ke meja Rangga, mereka sudah tau apa yang harus mereka lakukan ketika bosnya datang bersama temannya. Menu spesial pasti segera mereka sajikan.


Alena dan Rangga segera menyantap makanan yang telah disajikan.


"Makan dulu yuk!" ajak Radit kepada Mikha yang sedari tadi bengong.


"Aku belum pesan," jawab Mikha.


"Apa makanan ini tidak ada yang kamu sukai?" tanya Radit dengan lembut seraya menatap Mikha.


"Bukan begitu, apa boleh aku memakannya? Sedangkan kamu bilang, aku tidak boleh memakan makanan yang tidak aku pesan," ucap Mikha dan seketika Rangga tertawa.

__ADS_1


"Ada hubungan apa mereka?" tanya Alena dalam hati.


"Apa benar begitu Dit?" tanya Rangga berusaha menahan tawanya.


"Aku hanya harus memastikan dia baik-baik saja Rangga," jawab Radit datar.


"Kamu tenang saja Mikha!" ucap Rangga meyakinkan.


"Mikha, cepatlah makan! Aku tau kamu pasti belum makan dari pagi," ucap Radit seraya memegang tangan Mikha dan menatapnya.


"Hemm ... Iya," jawab Mikha tersenyum.


Mikha melirik Rangga dan Alena yang sedari tadi telah memasukan beberapa sendok makan ke dalam mulutnya. Mikha pun segera menyantap makanan yang ada di depannya dan Radit tersenyum melihatnya.


"Mikha ... makanan yang kamu makan itu menu spesial yang baru mau diluncurkan besok dan kamu orang yang pertama memakannya," ucap Rangga karena melirik Mikha yang terlihat sangat menikmati makanannya.


"Yaph ...," jawab Rangga.


"Apakah enak?" tanya Radit.


"Enak banget, kamu mau coba?" tawar Mikha seraya menyendokkan makanannya.


"Aaaa ...," titah Mikha menyuapi Radit dan Radit langsung menyantapnya.


"Enak kan?" tanya Mikha seraya menatap Radit yang sedang mengunyah makanannya.


"Ya enaklah apalagi kamu yang nyuapin," jawab Rangga terkekeh, membuat wajah Radit memerah seperti kepiting rebus karena malu.


Aksi mereka cukup membuat Alena merasa iri karena Radit si cowok super dingin bisa sehangat itu sama Mikha.

__ADS_1


"Tadi saya mencari anda ke apartemen," ucap Mikha pada Alena mencoba mengalihkan perhatian karena ucapan Rangga cukup membuatnya malu juga.


"Hah- mencari saya? Ngapain?" tanya Alena.


"Saya disuruh pak Bian mencari anda, dia bilang khawatir sama anda karena anda tidak memberikan kabar padanya," jawab Mikha.


"Ouh ... saya tidak cek ponsel, nanti saya kabarin dia,"


"Saya juga mencari anda ke hotel," ucap Mikha polos dan membuat Alena tersedak.


"Nga-pain?" tanya Alena gugup.


"Ya mencari anda, kan kemarin saya melihat anda di hotel," sambung Mikha.


"Oh-oh itu saya ada perlu sama teman," ucap Alena dan Mikha mengangguk mengiyakan.


"Kemarin malam saya seperti melihat anda di klub," lanjut Mikha datar dan berhasil membuat Rangga dan Radit tercengang seolah-olah Mikha sedang mencecar Alena karena ucapannya membuat wajah Alena memucat.


"Itu bukan saya, mungkin anda salah orang!" sangkal Alena menyembunyikan kegugupannya.


"Iya, mungkin," balas Mikha seraya menyuapkan sendok terakhir ke mulutnya.


"Mau apa anda ke klub?" tanya Alena penasaran.


😍😍😍


Tinggalkan krisan mengenai feel kalian setelah membaca novelnya yaa ❀️❀️


Hatur nuhun 🀭🀭🀭

__ADS_1


__ADS_2