
"Bawa schedule yang kamu kerjakan kemarin!" ucap Bian di balik telfon.
"Baik Pak."
Mikha segera masuk ke dalam ruangan Fabian seraya menyerahkan schedule selama dia di Jerman.
"Apa ini sudah diatur segala sesuatunya?"
"Sudah Pak, susunan kegiatan telah saya urutkan menurut waktu pelaksanaan dan skala prioritas pekerjaan yang akan dilakukan oleh Bapak di sana.
"Termasuk tempat yang harus saya kunjungi?"
"Benar Pak."
"Jadwal dan tempat pertemuan dengan pimpinan di sana?"
"Sudah saya tuliskan di sana sesuai dengan kesepakatan sekretaris dari pimpinan perusahaanya Pak."
"Kamu sudah menghubungi sekretarisnya?"
"Sudah."
"Berapa minggu saya di sana?"
"Kalau Bapak bisa menyelesaikan segala aktivitas sesuai dengan manajemen waktu yang telah saya tuliskan kemungkinan hanya dua minggu."
"Kamu pikir saya tidak mampu?" ketus Fabian
"Bukan begitu Pak, maksudnya takut ada kendala misal Bapak sakit atau ada pertemuan mendadak dengan teman-teman Bapak, kan itu tidak berada dalam agenda yang saya buat."
"Kamu mengharapkan saya sakit?" tanya Fabian dengan nada sedikit tinggi
"Sama sekali tidak pak, saya berharap tidak ada yang menghambat tugas penting Bapak selama ada di sana." balas Mikha
"Hotel tempat saya menginap sudah kamu atur?" tanya Fabian.
"Semuanya sudah Pak, nanti bukti pemesanannya saya kirim via email dan Bapak tinggal menunjukan bukti itu beserta pasport ke resepsionis,"
"Kamu tidak memesan hotel yang buruk buat saya kan?" tanya Bian curiga.
"Tentu tidak Pak, dari mulai sarapan, menu makan dan segala jenis pelayanan selama Bapak di sana sudah saya bicarakan dengan pihak hotel,"
__ADS_1
"Kebutuhan pribadi saya sudah kamu siapkan?'
"Saya sudah menulisnya Pak dan saya sudah mengatakannya kepada bibi yang ada di rumah Bapak," jawab Mikha
"Oh ya sudah," ucap Bian
"Saya permisi Pak,"
Ketika Mikha hendak keluar
"Tunggu,"
Mikha pun kembali menoleh,
"Alena tidak ikut, saya harap selama saya berada di Jerman kamu bisa bersikap baik dengannya!"
"Memangnya dia mau ke sini kalau Bapak tidak ada?"
"Maksudnya barangkali nanti kamu ketemu dia di jalan atau dimana."
"Baik Pak, saya permisi."
Mikha kembali ke mejanya,
@Radit Gunawan
*aku sudah gak sabar menunggu siang tiba.
@Mikha
*Memangnya mau kemana?
@Radit Gunawan
*Mau memakan bekal buatan kamu.
@ Mikha
*hehehe Kalau sudah lapar, makan aja sekarang jangan di tahan!"
@Radit Gunawan
__ADS_1
*Rangga mau kesini pas jam makan siang, aku mau pamer sama dia hehehe
@Mikha
*Kamu ini ada-ada saja, kasian lah Rangganya itu hanya cukup buat kamu.
@Radit Gunawan
*ciee kasian sama Rangga hehehe
@Mikha
*Ya kan dia makhluk hidup hahaha
@Radit Gunawan
*Kamu tenang saja, eh sekali lagi makasih ya.
@Mikha
*Sip
@Radit Gunawan
*Nanti sore aku anterin kamu pulang.
@Mikha
*Oke
***
Sementara di waktu yang sama
Alena tengah bersiap berhubung kemarin seharian sudah bersama Fabian, hari ini adalah jadwal bersama hubungan kontraknya yaitu pak Broto, Alena merasa sangat senang dan bebas karena mulai besok Fabian akan pergi ke Jerman jadi dia bisa menghabiskan waktunya bersama pak Broto. Kebetulan pak Broto mengajaknya bertemu di kafe biasa, Alena memasuki kafe tersebut dengan langkah percaya diri.
Dress merah dengan bahu terbuka panjang selutut dengan belahan di pinggir paha, sepatu heegh hels gold yang ia kenakan menambah kesan seksi padanya membuat para laki-laki yang berada di kafe menatapnya tak berkedip, sebagian pengunjung adalah para pemimpin perusahaan yang sedang mengadakan pertemuan dengan rekannya, mereka memilih kafe tersebut karena kafe tersebut adalah kafe terbaik yang rekomendid untuk acara pertemuan urusan perusahaan. Pak Broto memilih kafe tersebut karena dia baru saja bertemu rekannya di kafe itu.
"Sayang... " panggil pak Broto dan Alena segera menghampiri dan mencium nya tanpa rasa malu.
Ada sebagian orang yang pernah memboking Alena, dia tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya saat melihat Alena mencium seseorang di sana.
__ADS_1
Sampai sini dulu ya readers ❤️❤️