
"Hmmm ... mantan ya? mungkin ada perasaan yang belum mereka selesaikan," ucap Rangga.
Radit menceritakan apa yang Mikha ceritakan semalam tentang hubungannya dulu dengan Reza.
"Oh ... sekarang gue paham, berarti yang di maksud mereka itu Mikha,"
"Maksud lo?"
"Reza pernah datang ke kafe gue, nongkrong sama teman-temannya. Salah satu temannya ada yang nanya kenapa dia balik ke Indonesia, Reza bilang mau mengurus klub yang di Idonesia dan mencari seseorang yang dulu menjadi kekasihnya dan gue yakin maksudnya itu pasti Mikha," ucap Rangga.
"Ya, gue juga ngerasa gitu,"
"Mikha harus hati-hati karena gue rasa Reza tidak akan pernah berhenti mengejarnya, saran dari gue lo nikahin aja Mikha!"
"Bukannya gue gak mau, gue mau banget Rangga. Tetapi hubungan gue sama Mikha sekarang lagi deket-deketnya lagi baik-baiknya, gue belum paham betul keadaan Mikha, bahkan dari ceritanya perlakuan Reza dulu menjadi alasan dia belum bisa membuka hati sampai sekarang,"
"Apa dia trauma, takut sakit hati lagi?"
"Mungkin, maka dari itu gue mau memantapkan dulu hatinya. Gue mau buktikan sama dia bahwa tidak semua laki-laki sama seperti Reza."
"Mau sampai kapan?" tanya Rangga menatap Radit dengan tatapan yang tajam.
"Sampai dia benar-benar percaya dan nyaman bersama gue,"
__ADS_1
"Nanti keduluan orang lain, baru nyesel lo. Gue gak mau ya, lo sampai nangis-nangis sama gue!"
"Mikha bukan tipe orang yang mudah dekat dengan orang lain, apalagi dengan laki-laki. Saat ini gue hanya belum siap jika Mikha menolak dan dia menjauh," ucap Radit tersirat keyakinan di matanya.
"Ya udah, apapun keputusan lo gue akan selalu mendukung lo!" ucap Radit.
"Thanks, bro!"
"Tentang Reza, dia bukan orang sembarangan. Dia pasti akan mencari tau siapapun orang yang dekat dengan Mikha dan gue yakin dia masih penasaran dengan Mikha, lo jangan sampai lengah! lo harus hati-hati! untuk kasus yang kemarin, lo jangan dulu gegabah tunggu dulu apa yang akan dia lakukan selanjutnya setelah usahanya gagal. Lo tenang saja! posisi perusahaan kita lebih tinggi dari pada dia. Yang pasti gue akan selalu ada buat lo!" ucap Rangga memberikan nasihan dan kekuatan kepada Radit.
Radit tersenyum, dia juga merasa ada benarnya dengan ucapan Rangga. Mereka adalah sahabat yang saling mendukung bukan saling menikung dan mereka juga partner kerja yang solidaritas dan berkualitas. Seberat apapun masalahnya akan selalu terasa ringan karena mereka selalu menghadapi dan menyelesaikannya berdua.
"Hai ..., boleh gabung?" ucap Wanita yang memakai dress dengan bahu terbuka meminta ijin tetapi duduk tanpa permisi di antara Radit dan Rangga.
"Kalian apa kabar? Sudah lama kita tidak berbincang, terutama denganmu Rangga,"
"Aku baik," jawab Rangga datar.
"Syukur deh, kamu kemana aja Rangga? Sudah lama kita tidak jalan berdua," ucapnya tersenyum terlihat ada kerinduan yang mendalam di mata wanita itu.
Radit berusaha mengalihkan pandangannya, menahan tawa ketika wanita itu memegang tangan Rangga dan mengelus-ngelus dengan ibu jarinya.
Sorot mata Rangga menatap tajam kepada Radit, terlihat kekesalan di matanya saat dia tau Radit sedang menertawakannya.
__ADS_1
"Kita jalan yuk! Aku kangen sama kamu," ajak wanita itu.
"Aku lagi ada urusan sama Radit, maaf ya?" tolak Rangga halus.
"Seperti biasa, aku akan menunggu urusanmu sampai selesai!"
"Tapi ini akan lama," ucap Rangga berusaha menolaknya.
"Tidak apa-apa aku akan menunggunya, karena aku benar-benar merindukanmu,"
"Kita berdua mau ada pertemuan dengan klien penting di sini," ucap Radit.
"Aku boleh temani kamu gak?" tanya wanita itu kepada Rangga.
"Maaf, ini rahasia perusahaan jadi tidak boleh ada orang lain yang ikut bergabung dalam pertemuan ini!" Radit menjawab yang kedua kalinya, karena Radit tau Rangga tidak bisa fokus pikirannya dan hilang kewarasannya ketika di hadapkan dengan wanita dalam keadaan seksi.
Rangga menarik tangannya dari genggaman wanita itu dan memanggil pelayan untuk membawa makanan ke mejanya.
****
Apakah readers tau siapa wanita itu?π€π€π€π€
π€π€π€π€
__ADS_1
π€«π€«π€«π€«π€«