Pilihan Yang Tepat

Pilihan Yang Tepat
Aku Nyaman Bersamamu


__ADS_3

Lama ya?


hehehe maafin author ya!


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Yuk! Kita simak,


😍😍😍


Seketika Mikha menutup matanya ketika bibir mereka bertemu, tanpa menunggu lama Fabian langsung menc**m bibir Mikha yang lembut dan merah menggoda tanpa ada rasa canggung Mikha pun membalasnya, menyesapnya dalam-dalam memutari seluruh bibir Fabian dengan lidahnya. Fabian pun terus menjelajahi bibir indah itu dan ********** dengan penuh kenikmatan.


Fabian tidak pernah tau kalau Mikha adalah seorang good kisser. Hanya dengan sebuah ciuman tapi bisa begitu memabukan. Ciu**n yang begitu lama membuat mereka berdua tenggelam dalam lautan kenikmatan. Desahan Mikha yang seksi saat bibir Fabian turun menelusuri leher jenjangnya membuat Fabian tersadar akan aksinya yang ternyata masih berada di dalam kolam. Fabian menghentikan kegiatannya dan mengusap lembut bibir Mikha.


"Aku sangat menikmatinya Mikha. Ciu**nmu membuatku seakan terbang ke nirwana dan sepertinya akan menjadi candu bagiku," bisik Fabian membuat Mikha malu dan menundukkan kepalanya.


Fabian segera mengangkat tubuh Mikha dan menempatkannya di tepi kolam "Sudah terlalu malam, sebaiknya kita segera membersihkan diri!" ucap Fabian dan beranjak dari dalam kolam.

__ADS_1


Setelah mereka beres membersihkan diri, Mikha mengenakan gaun tidur berwarna maroon lengkap dengan kimononya. Gaun tidur yang cukup seksi seandainya Mikha membuka kimononya. Bukan disengaja ingin menggoda Fabian tetapi Mikha memang sering menggunakannya. Mikha menatap dirinya di cermin, menyisir rambutnya seraya mengingat apa yang baru saja dia lakukan bersama Fabian.


Mikha segera merebahkan tubuhnya di kasur king size, dia berniat untuk segera tidur tanpa menunggu Fabian. Beberapa hari ini Mikha tidak lagi tidur di sofa, tidak juga tidur satu ranjang dengan Fabian namun saat ini Fabian seringkali mengalah, tidak lagi egois dan mementingkan perasaannya. Sekarang Fabian lebih mementingkan perasaan Mikha dan statusnya meski sesekali hatinya selalu saja merasa bersalah kepada Alena yang menurutnya sangat setia menunggunya.


Ceklek ... Fabian membuka pintu kamar seraya membawa segelas air putih.


Dia mematung menatap Mikha yang telah memejamkan matanya begitu tenang.


"Mikha, kamu sudah tidur?" bisiknya namun tidak membuat Mikha membuka matanya karena Mikha terlalu lelah jadi dia langsung tertidur sangat pulas.


"Mikha, maafkan aku!" bathinnya seraya menoleh kepada Mikha.


Sudah tiga jam Fabian merebahkan dirinya, namun matanya tak kunjung terpejam. Searas ada sesuatu yang belum tuntas dalam dirinya yang belum dia selesaikan. Namun apa daya, Mikha sudah tidur duluan. Dengan mata masih terpejam, Mikha menggeliat berbalik menyamping menghadap Fabian dan sontak Fabian memandanginya.


"Mikha, aku nyaman bersamamu. Aku mulai menyayangimu, aku sering megkhawatirkanmu, aku pun sangat mengagumimu. Aku sadar, kamu sangat sempurna dan kamu juga sangat istimewa. Seandainya aku tidak terikat janji sama Alena, aku pasti jadi suami paling beruntung di dunia," ucap Fabian dalam hati seraya memandangi Mikha.


"Cantik, lembut tapi tegas, pintar dalam segala hal tapi sangat disayangkan kamu lebih dulu menyerahkan mahkotamu kepada Radit bukan kepada suami kamu," lanjutnya dalam hati namun terlihat sangat sedih dan kecewa.

__ADS_1


Sampai sekarang Fabian masih menyangka, bahwa Mikha sudah tidak perawan waktu kejadian obat perangsang karena ulahnya Reza.


"Pantas saja, Mikha tidak canggung saat berciu**n tadi. Aku sampai melupakan kalau itu bukan yang pertama bagi Mikha, bahkan dia pernah melakukan yang lebih dari itu bersama Radit. Mungkin bukan pernah lagi tetapi sering," bathinnya seringkali berpikiran buruk kepada MIkha menatap langit-langit kamarnya.


Fabian memijit pelipisnya dan tidak dapat memejamkan matanya, dia malah terlihat semakin gelisah.


"Aku merasakan sesuatu yang beda saat bersamamu Mikha, aku pernah berc***n dengan Alena tetapi tidak berakhir seperti ini. Denganmu serasa ada suatu urusan yang belum aku selesaikan dan aku penasaran jika urusan itu tidak segera diselesaikan," bathinnya seraya mengusap lembut jari jemari Mikha.


"Aku tidak mau kehilangan kamu Mikha," lirihnya dan membuat Mikha sontak membuka matanya.


*******........*******


Jadi pembaca terang yuk, dengan meninggalkan like dan komentnya. Supaya author semangat nulisnya.


Like yang banyak ya!


Terima kasih yang selalu mampir dan menunggu.

__ADS_1


__ADS_2