
Minal Aidzin Walfaidzin ππ
Mohon Maaf Lahir dan Bathin π
Mohon disayang Lahir dan Bathin π
Author baru bisa buka Aplikasi nih,π baru bisa rebahan, maaf ya upnya lama π Author harap readers bisa mengerti π ....
"Biarkan! Biarkan mereka tahu bahwa perempuan yang sebenarnya kamu cintai itu, aku bukan dia." Alena menunjuk Mikha yang sedari tadi berusaha tidak mendengarkan perdebatan Alena dan Fabian.
"Alena, kamu tidak mau kan para klien yang bekerja sama denganku membatalkan kerja samanya dan menarik semua sahamnya gara-gara perselingkuhan aku denganmu," ucap Fabian berusaha membujuk Alena.
"Hei ... sayang, semua orang sudah tau hubungan kita dari dulu. Mereka tidak akan menyangka kamu berselingkuh, mereka pasti menyangka bahwa kamu masih sangat mencintai aku dan tidak bisa melupakan aku," ucap Alena berusaha meyakinkan Fabian.
"Bukan hanya itu, mereka pun pasti berpikir bahwa kamu adalah laki-laki yang tidak punya pendirian. Baru beberapa hari saja mempunyai istri, sudah terlihat tidak bisa memegang janji. Memimpin keluarga saja diragukan apalagi memimpin perusahaan dan aku yakin para klien tidak akan bekerja sama denganmu karena mereka tidak percaya sama kamu,"
ucap Mikha menarik sudut bibir atasnya seraya mendelikkan mata dan melangkahkan kakinya meninggalkan Fabian yang bergeming setelah mendengar apa yang diucapkan Mikha.
Fabian sejenak terdiam, mengabaikan Alena yang sedari tadi terus mengguncangkan bahu Fabian seraya merajuk seperti anak kecil yang minta dibeliin mainan.
__ADS_1
"Maaf Alena aku tidak bisa pergi sama kamu," ucap Fabian tanpa menatapnya.
"Tapi sayang, kamu tidak kasihan sama aku? Jauh-jauh datang ke sini malah kamu hiraukan," ucap Alena memelas dengan mata berkaca-kaca.
"Please Alena, jangan menangis! Aku tidak bisa melihatmu nangis. Aku bukannya menghiraukanmu, aku hanya tidak ingin namaku menjadi buruk selaku pemimpin perusahaan. Kita cari waktu nanti, jangan hari ini! Mereka semua masih gencar dengan berita pernikahanku yang mendadak dan mereka pasti mengikuti kemanapun aku bergerak," ucap Fabian kembali membujuk Alena.
Sebenarnya alasan Fabian menolak pergi bersama Alena bukan hanya karena tidak ingin nama baiknya rusak tetapi dia tidak ingin Mikha pergi bersama Radit, dia takut keberuntungan tidak berpihak padanya dan dia tidak ingin jika mamanya mengetahui dan mencecarnya.
"Kamu sedang tidak membohongiku kan?" tanya Alena.
"Tidak Alena,"
"Ya udah, aku tidak akan mengajakmu pergi keluar," ucap Alena menurut dan Fabian tersenyum.
"Aku akan memanfaatkan waktu untuk terus berada di samping kamu, selama Reza tidak ada, aku tidak akan memberikan kesempatan padamu untuk mencintai Mikha dan aku akan memastikan bahwa kamu tidak akan menyentuhnya," ucap Alena dalam hati yang masih membenamkan kepalanya di dada bidang Fabian.
"Aku nginep di sini ya?" lanjut Alena.
"kalau mama datang gimana?" tanya Fabian seraya melepaskan pelukan Alena.
__ADS_1
"Aku sembunyi," jawab Alena tersenyum tetapi malah membuat Fabian semakin terlihat frustasi.
"Kenapa?" tanya Alena.
"Ya udah,"
"Yes, terima kasih sayang,." Alena mencium pipi Fabian.
"Aku rebahan di kamarmu ya!"
"Ada Mikha,"
"Aku akan suruh dia untuk keluar,"
"Eh jangan sayang, kita ngobrol di situ aja ya!" ajak Fabian karena dia tidak ingin Alena memancing amarahnya Mikha.
Fabian mengajak Alena untuk duduk di ruang TV.
"Aku kangen," ucap Alena mencoba untuk mencium Fabian namun Fabian berusaha menghindar.
__ADS_1
πππππππ
Lanjut yuuuu!!!