
Masih berlanjut membaca kan?
He-he-he
Terima kasih Readers.
*****.....*****
"Wooww!" seru para tamu dengan pandangan mereka tertuju ke pintu utama kecuali Radit.
"Itu baru cantik," bisik Fabian tepat di kuping Mikha dan cukup membuat Mikha kesal.
Bagaimana tidak kesal, suaminya memuji wanita lain di depan istrinya.
"Ya, dia sangat cantik," ucap Mikha singkat.
Alena dengan penampilannya yang glamour dan seksi itu berjalan dengan sangat percaya diri menghampiri Fabian yang berdiri di pelaminan, penampilan Alena cukup menyita perhatian para tamu undangan. Gaun berwarna gold berlengan pendek model V-neck memperlihatkan bagian belahan dadanya ditambah model bagian punggung begitu terbuka membuatnya terlihat seperti tidak berbusana.
"Alena," bisik Rangga membuat Radit menolehnya.
"Dit, jangan sampai Alena menghina Mikha! Lihatlah di pelaminan hanya ada mereka berdua, jangan sampai Alena mengeluarkan kata-kata yang bisa merusak moodnya Mikha," ucap Rangga dengan mata tetap ke arah Alena yang sedang berjalan.
"Tidak akan gue biarkan!"
Bu Rena langsung menyuruh petugas keamanan untuk berjaga jangan sampai Alena mengacaukan moment indah pernikahan anaknya. Sorot mata tajam bu Rena dan nenek kini berpusat ke Alena yang sedang berjalan ke arah Fabian sedangkan sorot mata Fabian berubah menjadi terlihat bahagia karena kedatangan Alena.
__ADS_1
"Selamat ya bu Mikha atas pernikahan sementaranya," ucap Alena tanpa menyalami Mikha.
"Sayang, maaf aku baru datang," ucap Alena menyalami dan memeluk Fabian sangat lama seraya berbisik, "Ingat ya sayang pesan aku, jangan sampai kamu menyentuhnya!" bisikan Alena dengan jelas terdengar oleh Mikha.
Semua tamu melihat adegan mereka, pelukan Alena yang lama kepada Fabian cukup menyita perhatian para tamu dan hampir membuat amarah Radit memuncak karena Radit tau bagaimana perasaan Mikha, pasti dia sangat malu Fabian yang disebut suaminya di peluk wanita lain di hari pernikahannya. Seketika Radit menghampiri mereka ke pelaminan dan meminta tim fotografer untuk memfoto dirinya dengan pengantin tujuannya supaya menetralkan hati Mikha.
"Bolehkah saya berfoto bersama kedua mempelai?" tanya Radit dan seketika menghentikan aksi Alena saat memeluk Fabian.
"Oh, iya silahkan." Alena memundurkan langkahnya memberikan ruang untuk mereka bertiga.
"Sayang, aku duduk di sana ya!" ucap Alena kepada Fabian seraya menunjuk kursi paling pojok dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Fabian.
Radit tersenyum dan dia segera mengambil posisi berdiri di tengah tepat berada di antara Mikha dan Fabian.
"Are you oke?" bisik Radit kepada Mikha sangat jelas terdengar oleh Fabian dan cukup membuatnya kesal karena Radit begitu menunjukan perasaannya kepada Mikha di depan Fabian.
"Siap?" tanya fotografer.
"Ya, kami siap!" jawab Radit.
"1, 2, 3" ucap sang fotografer dan seketika Radit merengkuh pinggang Mikha dengan tangan kanannya membuat Mikha tersentak kaget dan membuat tatapan mereka beradu.
Cekrek ... satu foto berhasil diambil.
"Loh, ini pose mempelai wanita sama masnya seperti sepasang pengantin," ucap fotografer seraya melihat hasil photonya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, buat kenang-kenangan!" ucap Radit tersenyum dan melepaskan rengkuhannya kemudian segera menghampiri fotografer seraya berbisik, "Pangkas foto pengantin pria-nya, biarkan hanya ada kami berdua," bisik Radit seraya menepuk bahu sang fotografer dan cukup membuat fotografer tersebut tercengang tak percaya dengan ucapan Radit.
"Keren, memang paling bisa lo ya!" ucap Rangga.
"Setelah ini mau ngapain lo?" tanya Rangga.
"Gue hanya mau memastikan Mikha selamat sampai depan pintu kamar pengantinnya,"
"Gila, lo. Maksudnya lo mau nganterin Mikha ke kamar pengantinnya?"
"Gue cuma mau pastiin Rangga,"
"Jangan-jangan lo mau gantiin Fabian ya?" ucap Rangga terkekeh.
"Emang otak lo itu ya, perlu di loundri," ucap Radit.
"Kalau Mikha dalam keadaan sadar, gue yakin lo gak akan nolak dan gue yakin Mikha tidak akan melakukan malam pertama itu dengan Fabian," ucap Rangga seraya melihat ke arah Mikha.
"Gue juga mikirnya gitu dan gue berharap Mikha selalu bahagia,"
"Aamiin,"
"Lo gak kangen sama dia?" tanya Radit seraya mengarahkan matanya ke Alena yang sedari tadi sedang dikelilingi para lelaki kesepian.
....................
__ADS_1
🤭🤭🤭🤭🤭