
Hari Jumat ini ....
Hari jumat ini, keluarga Wardhana sudah tiba di Bandung. Namun, mereka memilih untuk menginap di hotel terdekat. Kedatangan mereka ke Bandung bukan karena kunjungan bisnis, atau wisata, tapi untuk merayakan tasyukuran Empat bulanan kehamilan putri bungsu keluarga Wardhana yaitu Giselle.
Lantaran masih hari Jumat, Giselle dan Gibran masih bekerja. Memang keduanya tidak mengambil cuti. Sehingga masih bekerja. Namun, hari ini Papa Jaya Wardhana dan Mama Diana mengunjungi kediaman besannya terlebih dahulu, tanpa memberitahu Giselle dan Gibran.
Sedikit mereka tahu hubungan yang tidak harmonis antara Giselle dan mertuanya. Namun, keluarga Wardhana tidak ambil pusing. Mereka datang dengan niat baik dan ingin bersilaturahmi dengan keluarga besan.
"Assalamualaikum," sapa Papa Jaya dan Mama Diana.
"Waalaikumsalam," balas Bu Rosa.
Papa Jaya dan Mama Diana tidak mengira bahwa kondisi besannya seperti ini. Sebab tangannya masih mengenakan gips. Dulu, Giselle bertanya bahwa ibu mertuanya jatuh dan tergelincir, tapi tidak menyangka bahwa kondisinya sampai seperti ini.
"Mari, silakan masuk," balas Bu Rosa.
Mengambil duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Kemudian, Mama Diana bertanya kepada besannya itu.
"Tangannya sampai begitu, Bu? Sakit banget yah pasti," ucap Mama Diana.
"Yah, ada lengan yang patah, Bu. Tidak apa-apa, sudah diurus Giselle dulu. Mendapatkan Dokter Ortopedi yang bagus," balas Bu Rosa.
Papa Jaya dan Mama Diana menganggukkan kepalanya. Itu memang dulu Giselle meminta bantuan Papanya untuk hal itu. Namun, kedua orang tua Giselle juga menyadari bahwa nada bicara Bu Rosa sudah berubah. Menjadi lebih lembut.
"Kalau membuat acara empat bulanan, mengganggu tidak, Bu?" tanya Papa Jaya.
"Oh, sama sekali tidak, Pak. Silakan saja," balas Bu Rosa.
Hingga akhirnya Tante Rani baru keluar dari kamar dan Bu Rosa juga mengenalkan adiknya itu kepada Besannya.
"Perkenalkan ini, adik saya. Namanya Rani," ucap Bu Rosa.
"Kami Mama dan Papanya Giselle," ucap Mama Diana.
Akhirnya mereka berjabat tangan, kemudian Tante Rani yang membuatkan minum untuk orang tua Giselle. Di dalam hatinya, Tante Rani juga merasa Giselle itu sangat baik. Walau anak orang kaya raya, tapi Giselle ramah, sopan, dan baik hati.
"Silakan diminum," ucap Tante Rani menyuguhkan Teh.
"Jadi, di sini menemani Bu Rosa yah?" tanya Mama Diana.
"Iya, Bu. Biar sampai sembuh dulu," balas Tante Rani.
Tidak perlu membicarakan masalah rumah tangganya, yang pasti dia ada di sini untuk membantu Tetehnya. Terlebih Tante Rani juga butuh ketenangan, dengan kehidupan rumah tangga yang penuh prahara dengan menantunya sendiri.
"Begini, Bu Rosa. Besok kan rencananya tasyukuran Empat bulanan kehamilan Giselle. Nah, ini nanti sudah mulai ada tukang tenda dan dekorasi yang di halaman rumah Ibu Rosa. Tidak usah, menyiapkan apa-apa, Bu. Kami sudah memesan katering untuk acara hari Sabtu. Mohon izin memakai tempatnya untuk acara ini," ucap Papa Jaya.
"Oh, silakan saja Pak ... Giselle juga sudah berbicara kok kemarin. Silakan dipakai saja," balas Bu Rosa.
Kala itu, bertepatan dengan tukang tenda dan dekorasi yang datang. Sehingga Papa Jaya sekaligus memberikan instruksi untuk pemasangan dan sebagainya. Sementara Mama Diana masih mengobrol di dalam dengan Besannya dan Tante Rani.
"Maaf merepotkan ya, Bu Rosa," kata Mama Diana.
"Tidak repot sama sekali," jawab Bu Rosa.
Memang sekarang Bu Rosa pelan-pelan berubah. Dari seseorang yang semula selalu negati thinking dan berubah menjadi positif thinking memang tidak mudah. Namun, dia mengingat Giselle dan kebaikannya, membuatnya bisa mencoba untuk berubah.
***
__ADS_1
Tasyukuran
Kediaman Bu Rosa sudah siap dengan tenda di halaman rumah dan juga dekorasi indah yang didominasi warna pink dan bunga-bunga Peony segar kesukaan Giselle. Tidak hanya itu, katering juga sudah dipersiapkan. Ada souvenir untuk tamu undangan juga yang disiapkan oleh keluarga Wardhana.
Sementara Giselle mengenakan terusan dari kain lace berwarna Pink, disesuaikan dengan jenis kelamin Dedek bayi. Sementara untuk make up, Kanaya lah yang membantu Giselle untuk beras.
"Cantiknya adikku," ucap Kanaya dengan memoles shading di pipi Giselle.
"Mbak Naya jauh lebih cantik," balas Giselle.
Dengan cepat Kanaya menggelengkan kepalanya. "Kamu sangat cantik, Selle. Apalagi auranya Bumil. Cantik banget. Dedek bayinya princess nih, secantik Mamanya nanti," balas Kanaya.
"Hasil USG nya memang baby girl sih Mbak. Semoga nanti sehat, selamat, dan sempurna. Doanya yah, Mbak," balas Giselle.
"Amin. Mbak dan Mas Bisma selalu mendoakan untuk kamu," balas Kanaya.
Setelahnya, Mama Diana menyusul ke kamar dan siap untuk membantu Giselle keluar. Bu Rosa hanya memperhatikan dari jauh, enggan untuk mendekat. Maka Giselle mendatangi ibu mertuanya yang juga mengenakan dress panjang Pink, seragam dengan Mama Diana dan Kanaya, walau dengan tangan yang digips.
"Ayo, Ibu," ajak Giselle.
Bu Rosa menitikkan air matanya. Terharu, dan merasa tidak layak sebenarnya. Namun, Giselle yang berinisiatif untuk mendatanginya. Mama Diana juga melihat besannya yang berurai air mata, tapi Mama Diana senang ketika Giselle mau mendatangi terlebih dahulu dan berinisiatif.
"Dampingi Giselle juga, Ibu. Kan Giselle memiliki Mama dan Ibu," kata Giselle.
Bu Rosa dengan sesegukan membalas kata Giselle. "Masyaallah, baiknya kamu Selle. Maafkan Ibu ya, Selle. Maafkan Ibu."
Tak ayal Mama Diana dan Kanaya juga turut menitikkan air matanya. Namun, Mama Diana bahagia itu berarti hubungan menantu dan mertua perlahan-lahan membaik. Itu juga yang selalu Mama Diana doakan supaya putrinya bisa mendapatkan hati dari mertuanya sendiri. Akhirnya hari itu datang juga.
"Maafkan saya ya, Bu Diana. Dulu saya jahat kepada Giselle. Maaf," ucap Bu Rosa yang mau meminta maaf kepada Mama Diana.
"Tidak apa-apa Bu Rosa. Sekarang kan sudah baik. Alhamdulillah, ini adalah berkah dan nikmat yang indah dari Allah SWT," balas Mama Diana.
"Cantiknya Bumil," kata Gibran dengan lirih di sisi telinga Giselle.
Wanita hamil itu tersenyum dan menundukkan wajahnya. Kemudian mereka khusyuk mengikuti kajian dan ceramah yang dibagikan oleh seorang ustadz. Ada doa juga yang dipanjatkan untuk Ibu hamil dan juga untuk Si janin.
Allahummahfazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa. Allahumma showwirhu hasanatan watabbit qalbahuu iimaanambika wabirasuulika. Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlan watasliimaa. Allahummaj'alhu shohiihan kaamilaw wa'aaqilan hadziqon 'aliman 'aamilaa. Allahumma thowwil 'umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil 'aalamiin.
Home
Khazanah
Haji & Umrah
Dakwah
Muslimah
Kisah
Doa & hadits
Ziswaf
Video
Foto
__ADS_1
Infografis
Indeks
detikHikmah
Muslimah
Bacaan Doa dan Ayat Al-Qur'an untuk Usia Kehamilan 4 Bulan
Rahma Harbani - detikHikmah
Jumat, 14 Okt 2022 18:34 WIB
BAGIKAN
Komentar
Ilustrasi wanita muslim hamil
Ilustrasi. Ini bacaan doa kehamilan 4 bulan. (Getty Images/iStockphoto/ferlistockphoto)
Jakarta - Sesuai dengan pendapat jumhur ulama, ruh mulai ditiupkan pada janin di usia 120 hari atau 4 bulan. Untuk itu, tradisi masyarakat Indonesia mengenal acara selamatan 4 bulanan dan anjuran membaca doa maupun ayat-ayat dalam Al-Qur'an.
Periode kehamilan 4 bulan ini juga dijelaskan dalam Al Quran surat Al Mu'minun ayat 14. Allah SWT berfirman,
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً
Artinya: "Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging,"
Baca juga:
Masa Iddah: Pengertian, Jenis, Larangan dan Hikmahnya
Sebab itu pula, masa kehamilan 4 bulan disebut sebagai masa-masa krusial dalam kandungan. Kedua orang tua bayi dianjurkan memperbanyak komunikasi dengan bayi maupun melakukan kegiatan yang berdampak positif pada kandungan.
Agar kehamilan semakin membawa berkah dan kebaikan, sang ibu bisa mengamalkan amal kebaikan atau melafalkan bacaan doa. Melansir dari buku Doa dan Zikir Khusus Wanita karya Muhammad Alcaff, wanita yang sedang memasuki kehamilan bulan ke-4 disunnahkan membaca sejumlah surah dalam Al-Qur'an.
Seperti surah Ad Dahr setiap hari Kamis dan Jumat. Selain itu, ibu hamil bisa membaca surah Al Qadr, surah Al Kautsar, surah Al Furqon ayat 75 yang bisa diamalkan dalam bacaan sholatnya atau pun saat meletakkan tangan di atas perut.
"Hendaklah ia meletakkan tangannya di atas perut sambil membaca surah Al Qadr, surah Al Kautsar, dan juga membaca sholawat lalu membaca surah Al Furqon ayat 75," tulis Muhammad Alcaff.
Di samping itu, ada pula deretan doa yang bisa dibaca ibu saat memasuki kehamilan ke-4 bulan. Melansir tulisan Ustaz Syaifurrahman El-Fati dalam Lengkap & Praktis Doa Dzikir Harian Khusus Ibu Hamil dan M. Syukron Maksum dalam buku Bimbingan Doa dan Wirid Ibu Hamil.
2 Bacaan Doa untuk Kehamilan 4 Bulan
Doa Pertama
اَللهُمَّ احْفَظْ وَلَدِىْ مَادَامَ فِى بَطْنِىْ وَاشْفِهِ اَنْتَ شَافٍ لاَشِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُما شِفَاءً لَقاؤُما شِفَاءً لَقاؤُماً اَللهُمَّ صَوِّرْهُ حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ اِيْمَانًابِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللهُمَّ اَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِىْ وَقْتَ وِلاَدَتِىْ سَهْلاً وَّتَسْلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اللهم طول عمره وصحح جسده وحسن خلقه وافصح لسانه واحسن صوته لقراءة الحديث والقرآن ببركة محمد صلى الله عليه وسلم والحمد لله رب العالمين.
Bacaan latin: Allahummahfazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa. Allahumma showwirhu hasanatan watabbit qalbahuu iimaanambika wabirasuulika. Allahumma akhrijhu mimbathnii waqta wilaadatii sahlan watasliimaa. Allahummaj'alhu shohiihan kaamilaw wa'aaqilan hadziqon 'aliman 'aamilaa. Allahumma thowwil 'umrohu washohhih jasadahu wahasan khuluqohu wafshoh lisaanahu wa ahsin shoutahu liqirooatil hadiitsi walquraani bibarakati muhammadin shollallahu 'alaihi wa sallam. walhamdulillahi robbil 'aalamiin
Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku, Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain. Ya Allah, bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang elok dan tetapkanlah hatinya dalam keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat dan dengan bentuk yang indah dan sempurna. Ya Allah, jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, panjangkanlah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskanlah akhlaqnya, fasihkan dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam."
__ADS_1
"Amin ...."
Seluruh hadirin mengaminkan doa yang barusan dipanjatkan oleh seorang ustadz. Mengharapkan janin dalam kandungan Giselle selalu sehat dan ketika dia besar nanti bisa mengamalkan agamanya. Tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik. Amin.