Pondok Mertua Tak Indah

Pondok Mertua Tak Indah
Doa dan Harapan yang Baik dari Keluarga


__ADS_3

Keesokan harinya, Giselle dan Gibran berkumpul bersama keluarganya. Menikmati sarapan di restoran yang berada di hotel itu. Mama Diana, Papa Jaya, Kanaya, dan suami Bisma tampak senang melihat Giselle dan Gibran yang datang bersama. Terlebih Kanaya, yang senyam-senyum karena Giselle pagi itu sudah keramas. Di dalam hatinya, dia tertawa, pasti semalam Giselle mempraktikkan apa yang baru saja dia sampaikan.


"Pagi semuanya ...."


Gibran dan Giselle menyapa hampir bersamaan. Semua keluarga pun membalasnya serempak.


"Pagi ...."


"Tidur kalian nyenyak?" tanya Mama Diana kepada Giselle dan Gibran.


"Iya, Ma ... nyenyak banget malahan," balas Gibran.


Ya, semalam adalah kali pertama tidur dan tidak ada batas sama sekali dengan Giselle. Bukan dingin, tapi tubuhnya justru terasa hangat. Lebih dari itu, pagi tadi Gibran dan Giselle untuk kali pertama merasakan indahnya bercinta di pagi hari. Walau menikah sudah dua tahun, tapi memang bercinta di pagi hari baru pertama kali dirasakan Giselle dan Gibran kali ini.


Sebelumnya mana pernah keduanya menikmati waktu intim di pagi hari. Biasanya, bangun dan Giselle segera turun ke dapur membantu ibu mertuanya menyiapkan sarapan. Itu pun, Giselle telat sedikit saja, pagi-pagi sudah harus menerima sarapan pedas dari Ibu mertuanya.


"Mas Bisma ...," sapa Gibran kepada Bisma, suami Kanaya. Sebab, kemarin belum bertemu. Baru sekarang bisa bertemu.


"Gimana kabarnya, Bran? Sehat kan?" tanya Bisma.


"Alhamdulillah ... sehat, Mas. Masih sibuk dengan profesi sebagai Dokter Anak yah?" tanya Gibran lagi.

__ADS_1


"Masih ... hatiku dekat dengan anak-anak. Jadi yah ... kasihan aja melihat anak-anak sakit. Aku bahagia dan senang ketika anak-anak sehat dan ceria," cerita Bisma. Ya, Bisma menjadi Dokter Anak salah satunya karena dia suka dengan anak-anak. Dia merasa sedih ketika melihat anak-anak sedih, makannya berkurang, dan juga lesu. Menjadi Dokter Anak seolah menjadi panggilan tersendiri untuk Bisma.


"Keren ya, Mas ... benar-benar panggilan tuh menjadi Dokter Spesialis Anak," balas Gibran.


"Papa doakan kalian segera memiliki buah hati yah. Nanti biar diperiksa dan mendapatkan imunisasi dari Om Bisma," ucap Papa Jaya dengan menepuk bahu Bisma.


Sekarang Giselle dan Gibran pun menganggukkan kepalanya. Candaan dari Papanya itu adalah doa dan harapan. Tentu Giselle dan Gibran juga mengharapkan hal yang sama.


"Amin, doakan Giselle ya, Pa ... ketika Giselle dipercaya oleh Allah untuk mengandung nanti, pasti Giselle akan segera memberikan kabar kepada Papa dan Mama," balasnya.


Gibran pun menganggukkan kepalanya. "Doakan ya, Pa ... walau Giselle masih terus mengonsumsi obat dari Dokter. Namun, di mata Allah tidak ada yang tidak mungkin bukan? Semoga saja, doa dan harapan dari kami berdua akan dijabah oleh Allah."


Ya, sekarang Giselle rajin mengonsumsi obat dari Dokter. Itu juga untuk membuat indung telurnya tidak terisi cairan dan lemak sehingga bisa dibuahi. Diet juga masih dilakukan oleh Giselle. Benar-benar berusaha keras. Mungkin hanya satu hal saja yang kadang tidak bisa dikurangi Giselle yaitu stress berlebih. Sebab, tidak dipungkiri bahwa tinggal seatap dengan mertuanya membuatnya stress dan pikirannya lebih berat.


"Sudah dan terus berobat, Pa ... harus minum obat setiap hari sekarang," balas Giselle.


Obat yang diberikan Dokter Nuri kepadanya adalah Metformin. Obat ini akan bekerja untuk mengurangi resistensi insulin dan masalah kesuburan akibat PCOS. Obat ini sendiri bekerja melalui tiga carai yaitu menekan produksi glukosa dalam hati, mengurangi penyerapan karbohidrat, dan membantu meningkatkan ovulasi. Sudah satu ini, Giselle mengonsumi obat yang diresepkan itu secara rutin.


"Apa kamu mau berobat ke luar negeri, Selle?" tanya Mama Diana sekarang.


Mungkin saja dengan pengobatan yang lebih canggih di luar negeri bisa mengatasi PCOS yang dilamai oleh Giselle. Toh, semua adalah usaha. Tidak ada salahnya mencoba.

__ADS_1


"Tidak usah, Ma ... doakan saja. Tahun depan Giselle dan Mas Gibran sudah menggendong baby," balas Giselle.


"Amin ...."


Semua yang ada di sana pun mengaminkan. Memang tidak ada yang tidak mungkin. Dengan izin dan rahmat dari Allah, bisa saja tahun depan Giselle dan Gibran sudah menggendong baby. Disertai dengan doa-doa dari orang-orang yang menyayangi Giselle dan Gibran. Doa itu pastilah dijabah Allah.


"Jangan patah semangat, Selle. Usaha terus yah," ucap Kanaya sekarang.


Giselle sekarang menganggukkan kepalanya dan berbisik kepada Kanaya. "Bagi resepnya ya, Mbak ... aku perlu nih berguru sama kamu," bisiknya sangat lirih.


Refleks, Kanaya pun memukul lengan Giselle. Namun, hatinya juga bahagia. Semoga saja nanti Giselle dan Gibran akan dikarunia buah hati. Selain itu, juga Kanaya adalah orang yang terus mendoakan Giselle.


"Kalau kamu lahiran, aku temenin, Selle. Ini janjiku," ucap Kanaya.


"Yeay! Makasih, Mbak ... kamu benar-benar menjadi kakakku deh. Doakan ya, Mbak," balas Giselle.


"Semangat ya, Bran ... belum dikasih artinya kalian diminta untuk pacaran dulu. Melakukan proses produksi dulu. Dinikmati dulu masa berdua. Nanti kalau sudah punya anak, mau pacaran saja ada baby yang nangis. Jangan anggap itu sebagai perusak yah ... hidup bahagia dengan anak itu anugerah tak terkira," ucap Bisma sekarang.


Ya, sekarang tengah gencar orang-orang yang mengatakan hidup bahagia tanpa anak atau Child Free. Padahal, kita bisa merasakan menyayangi dan disayangi ketika ada sepasang mata yang menatap kita lembut. Ada jari-jari lembut yang memegang tangan kita. Ada juga makhluk kecil yang bertumbuh setiap harinya dan akhirnya bisa menjadi sahabat kita di rumah.


"Iya, Mas ... doakan yah. Nanti babynya mau diperiksa sama Om Dokter," balas Gibran.

__ADS_1


"Siap, Bran ... nanti melahirkan di Jakarta saja. Biar diperiksa dan divisitasi sama Om Dokter yah," balas Bisma dengan terkekeh perlahan.


Waktu berkumpul keluarga yang sangat menyenangkan. Menyematkan doa dan harapan yang baik. Ada dukungan yang tulus. Rasanya, waktu seperti ini membuat Giselle bahagia dan tidak begitu stress.


__ADS_2