
Bukan hanya mengadakan tasyukuran, tapi Papa Jaya juga memberikan hadiah liburan baby moon untuk Giselle dan Gibran. Setidaknya ibu hamil perlu relaksasi sejenak dan menikmati liburan. Sebab, nanti ketika kehamilan bertambah dan sudah memiliki baby, sudah pasti Giselle akan kesusahan untuk menikmati liburan.
"Papa juga berikan hadiah baby moon untuk kalian berdua. Beberapa hari di Lombok, akan menjadi waktu yang baik untuk relaksasi," ucap Papa Jaya.
"Pa, sebenarnya tidak usah, Pa. Bersama Mas Gibran setiap hari seperti baby moon kok," balas Giselle.
Dengan jujur Giselle mengakui bahwa bersama suaminya yang super perhatian membuat hari-hari yang dia jalani terasa menyenangkan. Terlebih ketika sudah tinggal bersama, Giselle dan Gibran memiliki waktu lebih berkualitas untuk bercinta. Tidak dipungkiri bahwa keharmonisan suami dan istri itu juga dipengaruhi oleh hubungan percintaan mereka di ranjang. Giselle bahkan terang-terangan menjawab setiap hari seperti baby moon. Itu semua karena waktu usai bekerja yang dimanfaatkan untuk bersama, berbagi hidup, emosi, dan juga ada kedekatan yang terus dilakukan.
"Ya kan beda, Selle. Setidaknya nikmati saja waktu bersama Gibran. Walau hanya satu minggu. Nanti kalau kalian sudah memiliki baby, susah memiliki waktu bersama loh," " balas Mama Diana.
"Iya, seminggu saja. Bu Rosa dan Bu Rani kalau ingin ikut silakan saja. Ada Resort kami di Lombok," ucap Papa Jaya.
"Tidak usah, Pak Jaya. Biar Gibran dan Giselle menikmati liburan. Benar, Selle. Nanti kalau sudah punya baby akan susah kemana-mana. Ada anak yang harus diasuh. Apalagi punya baby dan masih ASI, lebih susah untuk bergerak," ucap Bu Rosa.
Setelah dibujuk oleh orang tua, barulah Giselle setuju untuk pergi baby moon. Namun, tidak langsung pergi. Giselle menunggu satu bulan lagi saja, setelah pemeriksaan kandungan dan bisa meminta surat keterangan terbang dengan pesawat dari Dokter Nuri. Selain itu, Giselle dan Gibran perlu untuk menyelesaikan pekerjaan dan juga meminta izin cuti terlebih dahulu.
***
Sebulan kemudian ....
Sekarang Giselle dan Gibran berada di Pulau Lombok untuk menikmati baby moon berdua. Keduanya tidak risau, karena Ibunya juga ada teman di rumah yaitu Tante Rani. Memang benar, sedikit meluangkan waktu untuk liburan berdua.
Bukan hanya menghilangkan penat dengan bebas pekerjaan, tapi juga menikmati waktu berdua. Sekarang di salah satu Resort yang menghadap ke Gili Terawangan, keduanya menikmati waktu baby moon selama lima hari ke depan.
"Istirahat dulu, usai perjalanan jauh," ucap Gibran kepada istrinya.
__ADS_1
"Iya, Mas. Tadi agak deg-degan waktu naik pesawat terbang. Ya ampun, sudah berapa lama aku enggak naik pesawat terbang. Kelihatannya usai wisuda di Singapura dan pulang ke Jakarta deh, setelahnya gak pernah naik pesawat terbang lagi," cerita Giselle kepada suaminya.
Memang agaknya setelah dulu kuliah di Singapura, Giselle sudah jarang untuk terbang dengan pesawat udara. Terlebih setelah menikah dengan Gibran, hidupnya dia habiskan di Kota Kembang, Bandung. Bekerja, sembari menjalankan peran sebagai seorang istri.
"Maaf yah, Sayang. Aku jarang mengajakmu liburan," balas Gibran.
"Tidak perlu meminta maaf, Mas. Kan aku juga bekerja selama di Bandung. Sibuk bekerja, menganalisa saham, dan menikmati peran sebagai istrimu," balas Giselle.
Ya, bagi Giselle tidak perlu bagi suaminya meminta maaf. Toh, banyak pekerjaan di Bandung. Selain itu, Giselle juga menikmati perannya sebagai seorang istri.
"Aku bersyukur banget, Sayang. Sebagai istri kamu itu tidak banyak menuntut, justru kamu berdiri di garda terdepan untuk mendukungku," balas Gibran.
"Udah, jangan muji-muji terus, Mas. Malu loh aku. Kita nanti jalan-jalan ke pantai itu yuk, Mas. Lama banget enggak lihat pantai," balas Giselle.
Akhirnya, sekarang mereka berjalan-jalan santai di bibir pantai berpasir putih itu. Lautan biru, berpadu dengan pasir putih benar-benar kombinasi yang indah dan sempurna. Dengan tangan yang saling bergandengan, kaki yang terus berpijak dan mengambil langkah hingga meninggalkan jejak kaki di pasir putih itu.
"Asalkan bersama dengan kamu, aku bahagia kok, Mas," balas Giselle.
Bukan sekadar ucapan, tapi Giselle berkata jujur bahwa bersama Gibran, dia selalu bahagia. Terlebih suaminya itu sangat sabar, sehingga memang sering mengimbangi dirinya. Giselle berharap ketika babynya lahir nanti, kebahagiaannya akan semakin bertambah.
"Ada kalanya kita memang butuh liburan seperti ini ya, Sayang. Relaksasi dan menikmati alam. Indah banget yah. Dulu, kita melewatkan bulan madu. Hanya dua malam berada di hotel dan tidak bisa menyentuh kamu karena kamu Palang Merah waktu itu," cerita Gibran.
Mendengar cerita dari Gibran, Giselle terkekeh dan mengapit lengan suaminya itu."Maaf yah, tamu bulanannya datang di saat yang tidak tepat. Malu loh, Mas," balas Giselle.
"Kenapa juga malu," balas Gibran.
__ADS_1
"Ya, malu lah, Mas. Bagaimana pun juga itu harusnya momen berharga yang harusnya dimanfaatkan. Sayangnya, ada halangan," balas Giselle.
"Tidak apa-apa. Yang penting aku memiliki kamu seutuhnya dan sepenuhnya. Wanita pertama untukku. I Love U, Sayang."
Gibran juga sekarang sering mengungkapkan perasaan cintanya. Jika teringat banyaknya jalan berliku dulu, hubungan yang tidak harmonis dengan mertua, akhirnya cinta menemukan jalannya. Keharmonisan menyapa mereka berdua.
"I Love U, Mas Gibran. Papanya Baby Girl," balas Giselle.
Menikmati waktu di bibir pantai itu, Giselle sangat senang rasanya. Sapuan ombak yang mengenai kaki mereka, angin yang berhembus dan bergemerisik menyapa indera pendengarannya, dan laut biru yang menjadi pemandangan yang sangat indah.
"Sudah lima bulan ya, Sayang? Empat bulan lagi kita akan menyambut baby Girl kita. Secantik Mama Giselle pastinya," balas Gibran.
"Yang penting dia sehat, lengkap, dan sempurna, Papa. Mau bagaimana pun, putri kita tetap yang tercantik kan?" tanya Giselle.
Lantas Gibran menganggukkan kepalanya. "Iya, menggeser posisinya Mama Giselle dari hatinya Papa tidak apa-apa?"
"Boleh, penting gak tergeser karena valakor di luar sana," jawab Giselle.
Gibran pun terkekeh dan merangkul istrinya itu. "Pasti, Sayang. Tidak akan pernah ada pelakor dan pebinor dalam rumah tangga kita yah. Kita jaga hati dan menjaga komitmen. Janji?"
"Janji. Aku sudah bahagia banget ketika Ibu sudah bisa menerimaku, hubunganku dengan Ibu juga dipulihkan. Empat bulan lagi dengan hadirnya baby Girl, pasti kebahagiaan keluarga Wardhana dan Winatha akan semakin bahagia," balas Giselle.
"Nanti kalau sudah tujuh bulan, kita prepare untuk Baby Girl ya, Sayang. Gak sabar. Namun, nunggu tujuh bulan, katanya Ibu pamali," balas Gibran.
Sebenarnya Giselle juga sudah tak sabar. Empat bulan itu rasanya lama, tapi mereka akan bersabar. Biarkan buah hatinya tumbuh lengkap dan sempurna dulu dalam rahimnya.
__ADS_1
"Menjelang petang, Sayang ... masuk yuk? Papa udah kangen mau nengokin Baby Girl," balas Gibran dengan berbisik di telinga Giselle.
Giselle tersenyum dan menyentuh sisi wajah suaminya itu. Ada-ada saja keinginan suaminya itu. Wanita hamil itu terkekeh dengan suaminya yang sekarang jadi lebih bersemangat.