
Giselle dan Gibran akhirnya mengikuti keluarga Wardhana untuk menikmati liburan akhir pekan di salah satu hotel yang ada di Bandung. Menikmati waktu bersama keluarga dan tentunya waktu berdua. Tentu, keluar dari rumah mertuanya sesaat, membuat Giselle mendapatkan pasokan udara segar. Walau memang Giselle sendiri lebih banyak diam.
Begitu sudah tiba di hotel dan melakukan cek in, Giselle meminta izin kepada Gibran untuk bertemu dengan Kanaya. Masih banyak yang ingin Giselle ceritakan kepada sosok yang dia anggap sebagai kakak sendiri itu.
"Mas, aku nemuin Mbak Naya dulu boleh?" tanyanya kepada suaminya.
"Boleh saja, Sayang ... kalau udah mau selesai ngobrolnya kabarin yah, nanti aku susul," balas Gibran.
Akhirnya, Giselle keluar dari kamarnya, kemudian dia menemui Kanaya yang sudah menunggunya di restoran. Ngobrol santai dan menikmati suasana Bandung yang hijau dan dingin. Dari jauh ketika Giselle berjalan ke arahnya, Kanaya sudah berdiri.
"Nunggu lama Mbak?" tanya Giselle kepada Kanaya.
Wanita cantik itu pun menggelengkan kepalanya. "Enggak, aku gak nunggu lama kok. Pesan minum, mau minum apa?"
"Jus Strawberry aja, Mbak," balas Giselle.
Akhirnya Giselle pun memesan Jus Strawberry, sementara Kanaya memesan kopi. Terlihat Kanaya yang sangat senang bisa melihat Giselle, terlebih sekarang Giselle sudah berubah menjadi langsing dan sangat cantik.
"Aku sangat bahagia dengan perubahanmu, Sell," ucap Kanaya dengan tulus.
Giselle tersenyum. Dia meminum jus Strawberry miliknya sedikit. Barulah merespons ucapan Kanaya. "Tujuanku diet bukan untuk cantik, Mbak. Dokter memvonisku mengidap PCOS. Jadi, indung telor yang kumiliki semuanya berisi lemak dan sukar dibuahi. Tujuan utamaku kurus karena ingin memiliki keturunan, Mbak. Sayangnya sudah dua tahun, dan kami belum mendapatkan keturunan," cerita Giselle.
__ADS_1
Bersama dengan Kanaya, Giselle bisa jujur. Sebab, memang hubungannya dengan mantan kakak iparnya itu sejak dulu sangat baik. Walau kakak kandungnya di penjara, dan Kanaya melanjutkan hidup dengan menikah lagi, hubungan Giselle dan Kanaya juga selalu baik adanya.
"Oh, seperti karyawanku, Sell. Juga didiagnosis PCOS, dia juga diet ketat. Sekarang, sampai kurus. Dulu, awal-awal diet itu wajahnya sampai berjerawat, karena lemak di tubuhnya memang berlebih. Sekarang sudah langsing dan cantik. Pernikahannya sudah 4 tahun, tapi belum membutuhkan hasil. Dia setiap hari juga minum obat dari Dokter. Banyakan usaha dan berdoa. Jangan menyerah, Sell. Kamu tidak sendiri. Banyak juga seperti kamu yang menanti-nantikan buah hati," balas Kanaya.
Yang dikatakan Kanaya sepenuhnya benar. Di luar sana banyak juga pasangan yang menanti-nantikan buah hati. Bukan hanya satu, tapi begitu banyak pasangan seperti Giselle dan Gibran.
"Ada kalanya capek, Mbak ... terlebih tudingan orang-orang di luar sana yang mendakwaku mandul," cerita Giselle kemudian.
Secara mental, kadang Giselle juga tertekan ketika orang-orang mendakwanya mandul. Padahal PCOS tidak sama dengan mandul. Manusia yang menghakimi karena sekian tahun, dan Giselle belum juga mengandung.
"Jangan dimasukkan hati, Sell. Anggap saja berarti kamu disuruh pacaran dulu sama Gibran. Menanti dengan cara yang positif. Tidak heran, suara-suara sumbang itu akan selalu kita dengar. Namun, kita juga harus memilahnya mana yang harus didengar dan mana yang tidak," balas Kanaya.
"Iya Mbak ... makasih nasihatnya ya, Mbak," balas Kanaya.
"Iya, sama-sama. Aku lihat kamu banyak pikiran, Sell."
Kanaya hanya memandang dengan matanya, walau sudah berubah menjadi langsing dan cantik, tapi mata Giselle seolah memancarkan nuansa sendu. Banyak orang berkata bahwa mata manusia tidak bisa berbohong. Walau bibir merekah dengan senyuman, tapi sorot mata penuh sendu juga bisa terlihat.
"Banyak kerjaan aja, Mbak," balas Giselle dengan kembali meminum jusnya.
Masih ada sesuatu yang dia sembunyikan sendiri. Itu juga karena, tidak mungkin membuka aib mertuanya. Lebih baik, Giselle telan semuanya sendiri.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Yang penting ikatan kamu dan suami jangan sampai renggang. Saling menguatkan. Cobaan dalam berumahtangga itu bermacam-macam, Sell. Ada yang diuji finansial, ada yang diuji dengan sabar menunggu keturunan, ada yang diuji dengan kehadiran pihak ketiga. Semua beragam. Namun, tergantung kita menyingkapinya dan juga jangan terus berkubang dalam masalah. Anggap Mbak sedang memberikan motivasi untuk adiknya sendiri," ucap Kanaya lagi.
Tidak teguran keras dan kesan menggurui, tapi Kanaya memberitahukan dengan lembut. Ini juga sebenarnya yang membuat Giselle nyaman cerita apa pun kepada Kanaya. Sebab, Kanaya akan memberikan tanggapan dan juga respons yang sangat bagus.
"Mbak sendiri dan Bisma juga diuji kan? Sudah dua tahun sejak Aksara hilang. Kami masih berusaha mencari dan juga berharap hari yang baik nanti Mbak dan Mas Bisma akan dipertemukan lagi dengan putra kami," ucap Kanaya lagi.
Ya, Kanaya sendiri putranya yang bernama Aksara diculik oleh Darren Jaya Wardhana. Sudah dua tahun berlalu, sejak putranya hilang. Namun, Kanaya dan Bisma tidak kehilangan harapan. Dia masih berharap akan bisa bertemu dengan Aksara, putranya nanti.
"Maafkan Kak Darren ya, Mbak," ucap Giselle yang turut merasa bersalah.
"Sudah, tidak usah dipikirkan. Kami sudah menjalaninya selama dua tahun ini. Semoga tidak lama lagi, kami akan bertemu dengan Aksara. Kamu juga, kalau mau curhat boleh. Mbak selalu punya waktu untuk kamu," balas Kanaya.
"Aku selalu seneng bisa cerita kayak gini dengan Mbak Naya. Doakan aku dan Mas Gibran bisa segera dipercaya untuk memiliki momongan ya, Mbak," ucap Giselle sekarang.
"Pasti, pasti didoakan. Usaha. Sorry, kalau usai bercinta jangan cepet-cepet ke kamar mandi. Santai dulu, biar berenang-berenang dulu tuh sampai ke rahim kamu. Sepuluh atau lima belas menit setelahnya aja ke kamar mandi," ucap Kanaya dengan terkekeh.
"Wah, dapat resep nih dari Mbak Naya," balas Giselle dengan tertawa.
"Coba aja, semoga nanti baik adanya. Aku tunggu ya kabar baiknya," balas Kanaya.
Giselle terkekeh juga. Haruskah dia mempraktikkan apa yang baru saja diucapkan oleh Kanaya. Semoga saja memang dia dan Gibran bisa diberikan berkah keturunan. Siapa tahu jika sudah memberikan keturunan untuk suaminya, ibu mertuanya akan lebih bisa menerima dan menyayanginya.
__ADS_1