
Meninggalkan sejenak peliknya rumah tangga Shandy dan Amel, sekarang Gibran dan Giselle bersama-sama menuju ke Klinik Dokter Nuri. Tujuannya adalah untuk memeriksakan janin mereka. Semakin bertambahnya bulan, rasanya Giselle dan Gibran selalu excited untuk melihat tumbuh kembang bayinya yang terekam melalui USG. Bahkan sekarang, Giselle dan Gibran berniat untuk melakukan USG 4D untuk melihat wajah bayi kecilnya.
"Wah, Dedek Bayi mau potret yah hari ini," kata Gibran kepada istrinya. Pria itu mengusapi perut Giselle yang kian membuncit.
"Iya, Papa. Mamanya biar makin halu membayangkan wajah putrinya," balas Giselle dengan terkekeh geli.
Memang Giselle yang menginginkan untuk melakukan USG 4D. Dia penasaran seperti apa wajah bayinya. Sekaligus berandai-andai apakah bayinya akan mirip dengannya atau dengan suaminya. Gibran pun setuju saja, membahagiakan istri adalah hal yang baik. Oleh karena itu, dia juga senang karena sepanjang hari mood Giselle sangat baik.
"Pose yang cantik yah anaknya Papa. Berikan senyuman terbaikmu," ucap Gibran.
Pasangan itu tertawa bersama. Masih di dalam mobil saja rasanya mereka sudah bahagia. Sudah bisa membayangkan bahagia lucunya wajah putrinya. Walau masih berada di dalam rahim, tapi Giselle dan Gibran juga penasaran. Selain itu, rasa untuk bertemu dengan bayinya juga semakin besar. Tak sabar rasanya.
Sekarang, begitu sudah tiba di klinik Dokter Nuri, mereka mengantri untuk menjalani pemeriksaan rutin setiap bulannya. Giselle menuju ke pendaftaran dan menyerahkan buku catatan pemeriksaan miliknya. Setelahnya, Giselle kembali duduk di sisi suaminya, menunggu sampai namanya dipanggil.
"Masih harus mengantri yah?" tanya Gibran.
"Iya, Mas. Seperti biasa," jawabnya dengan memberikan anggukan kepada suaminya.
"Berapa lagi?" tanya Gibran.
"Gak tahu, ya sudah antri dulu saja. Nanti pulang mampir ke kafe kenangan kita yuk Mas? Pengen beli rotinya," ucap Giselle.
Tempat yang dimaksudkan oleh Giselle adalah ke Jalan Braga. Ada kafe dan toko kue ikonik dan sangat legendaris di sana. Sekarang, Bumil ingin ke sana dan bernostalgia bersama dengan suaminya.
"Boleh, asalkan kamu tidak kecapekan aja, Sayang," balas Gibran.
Giselle tentu senang. Ketika hamil dan menginginkan sesuatu suaminya selalu berusaha untuk memberikan apa yang dia inginkan. Akan tetapi, sekarang saatnya untuk memeriksakan kandungannya terlebih dahulu. Bagaimana melihat kondisi Dedek Bayi adalah prioritas utama untuk Giselle dan Gibran.
__ADS_1
Hampir dua puluh menit menunggu, barulah nama Giselle dipanggil oleh seorang perawat di sana. "Silakan Bu Giselle Wardhani," panggilnya.
Maka, Gibran pun menemani Giselle untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan. Ada Dokter Nuri yang sudah menyambut mereka dengan sapa yang hangat.
"Selamat sore Bu Giselle dan suami," sapa Dokter Nuri.
"Selamat sore juga Dokter," balas Giselle dan Gibran bersamaan.
"Kita akan pemeriksaan rutin dan juga USG 4D yah? Wah, pasti Mama dan Papanya itu yang tidak sabar ingin bertemu dedek bayinya yah?" tanya Dokter Nuri.
"Iya, Dokter," jawab Giselle.
Setelahnya, mulailah Giselle dipersilakan untuk naik ke brankar. Ada seorang perawat yang menyingkap kemeja yang dipakai Giselle, kemudian mulai memberikan USG Gell di perut Giselle. Sementara, Dokter Nuri mulai bersiap dengan transducer di tangannya. Meminta Giselle dan Gibran untuk melihat ke layar monitor.
"Selamat datang di usia kehamilan 32 week. Bisa dibilang ini adalah masa menuju trimester akhir yah Bu Giselle. Hanya tinggal delapan minggu lagi sudah tiba waktunya untuk bersalin," ucap Dokter Nuri.
"Di usia 32 minggu ini berat janin sudah sekitar 1,7 kilogram. Selain itu, pergerakan janin bisa mulai terasa dan sangat aktif. Tidak jarang para Ibu yang merasakan tendangan atau tinjuan dari janinnya. Akan semakin terasa pergerakannya. Biasanya masa ini adalah masa yang menyenangkan karena Bapak dan Ibu bisa merasakan sapaan Dedek Bayi dari tendangannya. Lalu, di usia 32 minggu ini yang sangat berkembang adalah otak bayi. Di dalam kandungan, bayi mulai mengembangkan bagian-bagian otak penting yang membuat panca indranya nanti berkembangan dengan semakin baik," jelas Dokter Nuri.
"Masyaallah, luar biasa sekali yah, Dok," balas Giselle.
"Benar Ibu, dari dalam kandungan itu banyak perkembangan dan hal yang tidak terduga. Nah, semakin besarnya kandungannya rahim akan semakin dekat ke diafragma, ada beberapa ibu yang mengalami sesak napas dan panas ulu hati. Selain itu Ibu juga akan mengalami nyeri punggung bawah, hal ini terjadi karena bayi yang makin bergerak dan membesar. Oleh karena itu, saat tidur Bu Giselle bisa menggunakan banyal sebagai ganjalan serta menerapkan pola makan dengan porsi lebih kecil, tapi sering," jelas Dokter Nuri.
"Baik Dokter," jawab Giselle.
Setelahnya, mulailah dilakukan pemotretan wajah di baby dengan menggunakan USG 4D. Tampak Dokter Nuri memutar-mutar transducer di perut Giselle, berusah mencari posisi yang tepat. Selain itu, juga berusaha untuk membidik wajah si baby dalam kandungan Giselle.
"Nah, ini dia wajahnya Si Baby. Terlihat yah Bu Giselle dan Pak Gibran, ini matanya, hidungnya, dan jari-jarinya. Kita ambil potretnya ya, Sayang ...."
__ADS_1
Akhirnya berhasil untuk melakukan USG 4D, dan sekarang Dokter Nuri mencetak hasil USG, bahkan ada video yang diberikan dalam bentuk CD untuk Giselle dan Gibran. Namun, CD itu baru bisa diambil setelah tiga hari. Sementara, perawat mulai membersihkan bagian perut Giselle.
"Nah, ini foto pertamanya Adik Bayi yah Bu Giselle. Terlihat mungkin mirip Papanya," balas Dokter Nuri.
Keduanya sama-sama tersenyum. Prediksi dari Dokter Nuri bahwa bayi itu lebih mirip dengan Gibran. Sebenarnya, Giselle juga tak masalah. Yang penting bayinya tumbuh sehat, lengkap, dan sempurna.
"Ada keluhan tidak Bu Giselle?" tanya Dokter Nuri lagi.
"Tidak ada sih, Dokter. Ya, mungkin jadi lebih cepat lelah dan mengantuk saja sih, Dok," jawabnya.
"Oh, itu wajar ya Bu Giselle. Semakin membesarnya perut dan postur tubuh ibu kan berubah. Selain itu, ada perubahan hormonal yang terjadi saat hamil akan melonggarkan sendi dan ligamin yang mengikat tulang panggul juga. Jika, lelah memang sebaiknya istirahat. Bisa gunakan bantal sebagai ganjal juga yah," jelas Dokter Nuri.
Setelah itu, Dokter Nuri menuliskan resep untuk vitamin, kalsium, dan penambah darah yang harus Giselle konsumsi selama satu bulan ke depan. Mereka juga nanti harus bersiap dengan masa jelang persalinan.
"Ada yang ingin ditanyakan lagi tidak?" tanya Dokter Nuri.
"Tidak, Dokter ... sudah jelas banget tadi kok," balas Giselle.
"Baiklah Bu ... pemeriksaan selanjutnya bulan depan yah," balas Dokter Nuri.
Usai itu, keduanya berpamitan untuk pulang. Gibran memberikan resep ke bagian apotek dan sekaligus membayar rincian biaya pemeriksaan. Sembari menunggu obatnya, Gibran kembali duduk di samping Giselle.
"Sudah, Bumilku sudah senang punya fotonya Dedek Bayi?" tanya Gibran.
"Iya, senang banget. Baby Girl yang mirip Papa Gibran," balas Giselle.
Keduanya pun tertawa. Momen kehamilan seperti ini sangat membahagiakan. Giselle terus menyematkan doa di dalam hatinya supaya bayinya sehat sampai waktunya bersalin nanti. Selain itu, dia berdoa untuk Gibran semoga selalu sabar mendampinginya. Minggu demi minggu, hingga melewati dua bulan di mana hari persalinan itu akan tiba.
__ADS_1