
Jika air mata terkadang hadir sebagai tanda sebuah kesedihan, kini Giselle dan Gibran sama-sama menangis karena keduanya benar-benar bahagia. Tidak ada ungkapan yang bisa mereka ungkapkan selain bersyukur dan juga menangis. Walau tentu itu air mata bahagia.
Selain itu, keduanya pun tidak menyangka bakalan dipercaya Allah. Rasanya dua tahun lalu di mana Giselle menderita PCOS, dihina sebagai wanita mandul oleh ibu mertuanya sendiri, dan sekarang keduanya benar-benar terkejut dengan berkah yang sangat indah dan sangat luar biasa dari Allah
“Alhamdulillah … akhirnya doa kita didengarkan Allah.” ucap Gibran dengan suara yang terasa bergetar. Hatinya penuh dengan haru.
Bahkan kedua bola mata pria itu memerah lantaran turut menitikkan air matanya saat melihat hasil test pack dari istrinya itu. Benar-benar sebuah anugerah dari Allah yang membuat hatinya begitu membuncah dan melimpah dengan kebahagiaan. Memasuki tahun ketiga keduanya menjalani peran sebagai suami dan istri, sekarang ternyata Allah sudah mempercayakan calon bayi untuk mereka berdua.
“Di dalam tadi, aku rasanya sangat takut.” cerita Giselle yang masih memeluk suaminya itu.
“Takut kenapa?” tanya Gibran, sebagai seorang suami, dia ingin tahu apa yang membuat istrinya itu merasa takut.
Perlahan Giselle menghela napasnya, “Takut kalau hasilnya negatif dan kamu akan kecewa,” sahutnya dengan beberapa kali tampak memejamkan matanya.
Sama halnya dengan Giselle, kali ini pun Gibran tampak menghela napasnya dan tertawa, “Ya ampun Sayang … aku enggak segitunya juga kali. Kan ya, kalau negatif, jika lebih banyakin ikhtiar bersama, berusaha dan berdoa, sampai suatu hari bisa mendapatkan hasil yang positif. Iya kan?” jawabnya sembari mengusap-usap rambut panjang istrinya itu.
Giselle pun mengangguk, “Iya … kita bisa terus berusaha lagi,” jawabnya singkat.
“Usai ini, kamu mulai merasakan hal baru dalam dirimu Sayang, kamu enggak keberatan kan?” tanya pria itu sembari mengurai pelukannya demi bisa menatap wajah istrinya itu.
Wanita itu pun mengerjap dan bertanya kepada suaminya, “Keberatan gimana Mas?” tanyanya yang belum bisa mengetahui apa makna yang ingin diucapkan suaminya itu.
“Hamil itu ada masa-masa beratnya, terkadang karena hamil seorang wanita akan mual dan muntah di pagi hari, namanya Morning Sickness. Mereka mengalami perubahan hormon dalam tubuhnya, jadi emosinya bisa naik turun, kadang bisa happy, kadang bisa sedih sendiri. Hamil juga membuat seorang wanita mengalami kenaikan berat badan, pinggang terasa pegal, dan berbagai gejala kehamilan lainnya. Makanya kan sekarang banyak orang-orang kaya lebih memilih menggunakan jasa Surrogate Mom atau Ibu Pengganti. Kamu sendiri bagaimana?” tanyanya kepada istrinya itu setelah menjelaskan berbagai gejala kehamilan yang mungkin saja akan Giselle alami di bulan-bulan selanjutnya.
Giselle justru tersenyum, “Sekalipun mungkin bagi beberapa wanita menganggap bahwa hamil itu berat, tetapi aku ingin merasakannya Mas … aku ingin mempunyai pengalaman bagaimana perutku akan membuncit, merasakan pergerakan dan tendangan baby dari dalam perutku ini, merasakan melahirkan juga. Sudah pasti, akan lengkap rasanya semua kebahagiaan ini.” responsnya kepada sang suami.
__ADS_1
“Memang pengalaman mengandung, melahirkan, meng-ASI-hi, hingga merawat bayi itu menakjubkan banget Sayang … semua pengalaman indah itu terkadang tidak akan terulang. Bahkan wanita yang memiliki anak lebih dari satu pun, memiliki pengalaman mengandung hingga melahirkan yang unik-unik.” ceritanya kepada istrinya tersebut.
“Benarkah?” tanya Giselle kepada suaminya itu.
“Iya … Aku cuma sebatas membaca saja kok. Semoga saja nanti pengalamannya memang begitu. Kita sudah menjalani dua tahun yang luar biasa, kamu bilang penuh dengan air mata. Sekarang, aku akan terus mendampingi kamu. Sekalipun nanti penuh air mata, aku berharap ini adalah air mata penuh kebahagiaan," balasnya.
Mendengar semua cerita yang diceritakan oleh suaminya itu justru Giselle semakin yakin bahwa dia akan begitu berbahagia karena sudah Allah izinkan untuk merasakan dan mengalami masa-masa mengandung ini. Dia pun ingin merasakan bagaimana janin dengan roh yang sudah Allah tiupkan kepada janin itu bertumbuh dan terus berkembang setiap bulannya, dan memiliki pengalaman melahirkan.
“Dari ceritamu keliatannya justru membuatku semakin ingin merasakan pertumbuhan janin ini setiap bulannya, Mas … Asal kamu akan selalu mendampingi aku, rasanya aku bisa menjalani semuanya itu Mas.” ucap Giselle dengan menatap wajah suaminya itu.
Gibran pun mengangguk, “Benar … aku akan selalu mendampingi kamu kok untuk menjalani masa prenatal (kehamilan) selama 9 bulan ini, dan sampai kamu melahirkan, sampai mengasuh anak kita, sampai kita tua, aku juga akan terus mendampingi kamu.” ucap pria itu sembari mendekatkan wajahnya dan menyentuhkan hidungnya dengan hidung istrinya.
“Makasih Mas …” ucap Giselle dengan tersenyum kepada suaminya itu.
***
Lagi, Giselle mengalami mual. Kali ini karena bau bakso yang dimakan oleh suaminya. Membuat Giselle sampai dua kali muntah. Gibran juga merasa bersalah. Baru juga positif hamil, dan Giselle sudah kembali mual dan muntah seperti ini.
"Karena aroma bakso ya, Sayang?" tanyanya pelan.
"Gak tahu ... jadi mual banget," balas Giselle yang sekarang menangis.
Bukan karena cengeng, tapi karena mual itu sangat tidak enak. Air mata dengan sendirinya mengalir ke luar. Giselle saja sekarang sampai lemas. Wanita itu hanya mencium aroma terapi yang dia miliki.
"Ya sudah, aku buang saja baksonya. Kamu penting enggak mual dan muntah," balas Gibran.
__ADS_1
Mungkin sekarang memang Gibran yang harus mengalah, menyesuaikan dengan kondisi istrinya terlebih dahulu. Bagaimana pun juga setiap orang hamil memiliki cerita sendiri-sendiri. Oleh karena itu, Gibran yang akan beradaptasi.
"Maaf yah, Mas ... aku jadi menyusahkan banget yah. Jadi gampang mual dan muntah seperti ini," balas Giselle.
Gibran dengan cepat menggelengkan kepalanya. "Enggak ... gak apa-apa. Jangan sedih. Mungkin karena awal kehamilan saja jadinya kamu mual dan muntah seperti ini. Nanti lama-lama akan berkurang juga kok," balasnya.
"Kalau aku merepotkan, Mas Gibran kalau pengen bakso makan di luar saja, Mas. Tidak dekat-dekat dulu. Baru sensitif dengan bau," balas Giselle.
"Iya, aku tahu ... udah jangan kepikiran. Dialihkan sedihnya. Dinikmati. Mungkin memang bayinya mau kenalan dulu, adaptasi dulu. Nanti pelan-pelan akan membaik. Kamu mau ke Dokter kapan, Sayang?" tanya Gibran sekarang kepada istrinya itu.
Giselle menggelengkan kepalanya. "Rumah Sakit dengan Obgyn yang bagus di Bandung siapa ya, Mas?" tanya Giselle.
"Aku juga kurang tahu sih, Sayang. Mungkin enggak kita tanya ke Mas Bisma, siapa tahu kenal dengan Dokter Kandungan yang bagus di Bandung?" tanya Gibran.
Giselle kemudian menganggukkan kepalanya. "Mungkin saja. Nanti aku telepon Mbak Naya ya, Mas. Sebelumnya aku ingin menelpon Mama dan Papa dulu janji kita untuk mengabari Mama dan Papa," balas Giselle.
Gibran mengangguk. "Doa Mama dan Papa juga ya, Sayang. Alhamdulillah banget. Doa-doa kita didengar Allah. Dua tahun penantian, berjalan di tahun ketiga, Allah jawab doa kita," ucapnya.
"Iya, Mas, tapi maaf ya, aku masih mual dan muntah. Pasti nyusahin kamu," balas GIselle.
"Tidak. Tidak perlu minta maaf. Sudah, santai dan rileks. Di rumah ini kita hanya tinggal berdua. Jangan merasa bersalah gitu," balas Gibran.
Betapa baiknya Gibran yang bisa menerima kondisi istrinya. Tidak marah ketika istrinya justru mual dan muntah ketika dia sedang makan. Bahkan Gibran juga begitu sabar. Dia tahu, orang hamil bawaannya macam-macam, dan istrinya sedang memasuki fase itu. Sebagai suami yang pasti dia akan selalu bersabar saat mendampingi istrinya yang sedang hamil.
"Makasih Mas, aku padahal takut banget kalau nyusahin kamu. Awalnya kupikir kehamilan tidak akan banyak mual kayak gini. Aku justru sebaliknya. Maafkan aku banget," ucap Giselle.
__ADS_1
"Tidak perlu meminta maaf, Sayang. Santai saja. Aku justru senang bisa menjalani semua ini bersama kamu. Ya, aku senang. Kapan lagi aku dan kamu memiliki kesempatan seperti ini."
Bagi Gibran tidak masalah. Selain itu pengalaman ini pun adalah kesempatan yang indah. Harus dijalani dan disyukuri. Sudah lama merindukan datangnya buah hati, sehingga sekarang memang lebih baik bersyukur. Menganggap semuanya sebagai sebuah pengalaman yang sangat berharga. Sebab, semua kesempatan baik tidak akan pernah datang kedua kali.