
Tidak terasa usia kehamilan Giselle sekarang sudah menginjak 12 minggu. Namun, setelah tiga minggu sejak memeriksakan kehamilannya, kali ini mual dan muntahnya Giselle justru kian menjadi-jadi. Sama seperti hari ini, Giselle yang lebih dari lima kali mual dan muntah.
"Mas Gibran," rengekan lirih dari Giselle.
Sungguh Giselle tak mengira bahwa mual dan muntah saat hamil bisa sampai separah itu. Sekarang, sampai Giselle benar-benar menangis. Seluruh dayanya habis dengan sendirinya. Wajahnya pucat pasi, dengan matanya yang memerah karena berkali-kali muntah.
"Gimana Sayang? Kenapa hari ini mualnya justru semakin parah?" tanya Gibran yang tentunya khawatir.
"Lemes, Mas," keluhnya sekarang.
Gibran kemudian membopong tubuh Giselle membaringkannya di tempat tidur. Jujur, Gibran sangat cemas sekarang. Sudah pasti tubuh Giselle sangat lemas. Sudah berkali-kali dia mual dan muntah. Baru berusaha untuk makan, nyatanya kembali keluar karena saluran cerna yang kembali memuntahkannya.
"Kalau sambil minum, muntah enggak Sayang?" tanya Gibran kepada Giselle.
Giselle menganggukkan kepalanya dengan lemah. "Iya."
Rasa sakit yang begitu luar biasa, disertai tubuhnya yang sangat lemas. Selain itu, Giselle hanya minum air putih saja sampai muntah. Sungguh, ini tentu bukan kondisi yang baik.
"Sebaiknya kita ke rumah sakit saja deh, Sayang. Kamu tidak kemasukan makanan apa pun. Sampai minum air putih saja menjadi mual. Aku siapkan tas, kita ke rumah sakit yah," ajak Gibran.
Menurut Gibran ini adalah keputusan yang tepat, daripada di rumah berlama-lama. Gibran khawatir dengan Giselle dan janin dalam rahimnya. Jika Giselle masih bisa makan dan menelan makanan itu lebih baik. Namun, Giselle sama sekali tak bisa makan. Tentu ini adalah kondisi yang sudah kritis.
__ADS_1
"Iya, tapi aku takut, Mas. .. aku takut," balas Giselle dengan berurai air matanya.
Satu tangannya sekarang memegangi perutnya dan berusaha untuk menjaga janinnya supaya selamat. Satu tangannya yang lain menyeka sendiri air matanya. Bukannya manja dan tidak bisa menahan tangis, tapi memang berkali-kali mual dan muntah rasanya sakit dan lemas hingga seluruh badan Giselle berkeringat.
"Sssttss, jangan berpikiran yang macam-macam, Sayang. Semuanya akan baik-baik saja," balas Gibran.
Tak ingin berlama-lama, Gibran kemudian menata baju untuk ganti dan memasukkannya ke dalam tas jinjing. Semua yang dibutuhkan sudah Gibran masukkan ke dalam tas jinjing, kemudian Gibran menaruh tasnya ke bagasi mobil. Usai itu, Gibran balik lagi ke dalam rumah dan membopong Giselle masuk ke dalam mobil karena Giselle sudah benar-benar lemas.
Ketika Gibran membawa Giselle, ada tetangga sebelah yang menanyai Gibran. Dia adalah Ibu Harti.
"Loh, Aa Gibran ... Neng Giselle kenapa?" tanya Bu Harti yang juga panik.
"Neng Giselle sakit apa, A?" tanya Bu Harti lagi.
Berusaha untuk tenang, Gibran pun menjawab. "Hanya hamil muda, Bu. Mual dan muntah saja. Biasa bawaan hamil," jawabnya.
"Oh, memang lebih baik ke Rumah Sakit, A ... itu Neng Giselle nya sampai lemas banget. Dulu, Ibu waktu muda juga mual dan muntah, ternyata sampai parah, A ... sampai diinfus karena dehidrasi. Sok, dibawa ke Rumah Sakit dulu, Aa Gibran," ucap Bu Harti.
Setelahnya, mulai lah Gibran berpamitan dengan tetangganya itu dan kemudian mulai mengemudikan mobilnya menuju ke Rumah Sakit. Giselle hanya bersandar di kursi samping kemudi yang memang diposisikan Gibran dengan sedemikian rupa. Sekadar mengangkat leher saja, Giselle sudah tidak bisa, dia sudah begitu lemas.
"Tahan, Sayang ... sebentar lagi kita tiba di Rumah Sakit," ucap Gibran.
__ADS_1
Namun, Giselle tidak menjawab. Wanita itu hanya memejamkan mata dengan air mata yang terus berlinang dengan sendirinya. Begitu sudah tiba di Rumah Sakit, Giselle langsung dibawa ke Unit Gawat Darurat. Dokter yang bertugas memeriksa kondisi Giselle terlebih dahulu. Kebetulan ada Dokter Nuri juga yang turut membantu Giselle saat itu.
Di luar, Gibran mengisi administrasi dulu, mengisi beberapa formulir dan harus ditandatangani juga. Setelahnya, Dokter Nuri menemui Gibran.
"Bagaimana istri saya, Dokter?" tanya Gibran.
"Bu Giselle mengalami Hyperemesis Gravidarum, Pak Gibran. Jadi harus dirawat inap sekarang. Jika diberikan obat secara langsung tidak bisa karena pasien begitu lemas dan kedua masih memungkinkan obat tidak dimakan dengan baik karena terus-menerus muntah. Jadi, obat akan disuntikkan melalui selang Intravena atau infus," jelas Dokter Nuri.
Hyperemesis Gravidarum adalah kondisi ketika ibu hamil mual dan muntah secara terus-menerus. Puncaknya memang bisa terjadi ketika kehamilan berusia 13 minggu. Hyperemesis Gravidarum terjadi bisa dipicu karena hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dan estrogen yang berlebihan. Selain itu, ibu hamil yang terkena hyperemesis Gravidarum bisa kehilangan berat badannya dan dehidrasi.
"Apakah berbahaya kondisinya, Dokter?" tanya Gibran.
"Ini biasa terjadi pada kehamilan pertama, Pak Gibran. Atau kemungkinan janin yang dikandung Bu Giselle berjenis kelamin perempuan. Sekarang Bu Giselle sudah kehilangan berat badannya Empat Kilogram sejak tiga pekan waktu periksa. Tekanan darahnya juga menurun. Pilihan yang tepat Pak Gibran segera melarikan Bu Giselle ke Rumah Sakit," jelas Dokter Nuri.
Setelah itu, dari Unit Gawat Darurat kemudian Giselle dipindahkan kamar perawatan sesuai kelas asuransi milik Giselle yang adalah kelas 1, tapi Gibran menaikkan ke kelas VIP supaya Giselle lebih nyaman. Gibran yang menunggui istrinya juga lebih nyaman juga.
Di atas brankar dengan tangan yang sudah dipasangi infus, Giselle tertidur. Mungkin ada obat yang bereaksi membuat mengantuk, sehingga Giselle tertidur. Gibran menunggu dengan duduk di samping brankar. Dia menggenggam tangan istrinya itu.
"Kuat ya, Sayang ... hamil ini ujian kamu besar banget. Semoga Allah mempermudahkan semuanya. Allah memberikan kesembuhan. Masa penantian kita dua tahun lebih, harus dibarengi dengan sakitnya kamu seperti ini," ucap Gibran.
Sungguh, Gibran sedih dan khawatir sekarang. Namun, dia percaya Giselle adalah wanita yang kuat. Giselle bisa bertahan, dan akan segera pulih. Biarkan cairan infus bisa memulihkan tenaga Giselle terlebih dahulu, dan setelahnya mereka bisa kembali ke rumah.
__ADS_1