Pondok Mertua Tak Indah

Pondok Mertua Tak Indah
Mencari Tahu


__ADS_3

Firasat yang dimiliki Shandy benar-benar tidak enak rasanya. Kehangatan biduk rumah tangganya perlahan sirna. Yang ada justru kecurigaan yang muncul begitu saja bagi Shandy.


Firasat apa ini sebenarnya? Aku merasa bahwa semakin hari, kamu semakin menjauh, Sayang. Rumah tangga kita pun tidak menjadi hangat. Mungkinkah ada yang kamu sembunyikan dariku? Aku memang diam, tapi jangan salah bahwa perasaan ini nyata. Ketika aku menemukan titik terang, aku akan bergerak cepat, Yang.


Di dalam kamarnya, Shandy berbaring telentang. Kedua tangannya mengusap-usap kasar wajahnya. Bukti kalau Shandy sedang risau sekarang.


Di saat seperti ini, Shandy teringat dengan Mamanya. Jika benar ada yang tidak benar dengan rumah tangganya, apakah ini doa dari Mamanya? Apakah ini ganjaran karena sejak Mamanya pergi dari rumah, Shandy juga sama sekali tidak mencari di mana keberadaan Mamanya itu.


*Apakah ini ganjaran untuk anak yang tidak berbakti, Ya Allah. Aku bahkan hanya diam saja ketika istriku memarahi Mamaku sendiri. Ketika Amel memperlakukan Mamaku dengan kasar, aku tidak tergerak sama sekali. Justru aku melihat semua itu dengan mata dan kepalaku sendiri.


Apakah ini hukumanku? Ma, sebenarnya Mama di mana? Di saat seperti ini Shandy membutuhkan Mama.


Pria itu bergumam dalam hatinya. Barulah sekarang, dia teringat dengan Mamanya. Jika saja tidak ada masalah dalam rumah tangganya tidak mungkin Shandy teringat dengan Mamanya. Sudah terlambat, karena sudah dua bulan sejak Mama Rani diusir oleh Amel dari rumahnya sendiri. Bahkan selama dua bulan ini, Shandy juga tak bergerak hatinya untuk mencari di mana Mamanya. Namun, ketika dia seolah ditinggalkan istrinya, barulah dia teringat dengan Mamanya.


Shandy berjanji dalam hatinya bahwa dia akan segera mencari di mana Mamanya begitu sudah ada titik terang mengenai di mana Amel berada di sekarang. Di dalam hatinya, Shandy benar-benar tidak percaya jika Amel shift malam. Dalam pemikiran Shandy sebagai pria yang logis dan mengedarkan logika tentunya, tidak mungkin Amel masuk malam selama tiga pekan. Mau dipikir-pikir beberapa kali pun, rasanya itu tidak benar.

__ADS_1


Sampai pada akhirnya, Shandy memutuskan untuk cek in ke hotel yang menjadi tempat bekerjanya Amel. Shandy akan melakukan ini secara diam-diam. Selain itu, dengan cara inilah Shandy bisa berharap menemukan kebenaran apakah Amel benar-benar bekerja, atau dia hanya mengatasnamakan bekerja saja.


Pencarian awal akan Shandy mulai dari hotel tempat Amel bekerja. Nanti, akan dia tingkatkan ke tempat-tempat yang sering Amel kunjungi. Semoga saja, dia segera mendapatkan jejak dan juga mendapatkan kebenaran mengenai sosok istrinya.


***


Keesokan harinya ....


Hari ini, Shandy benar-benar sudah memesan satu kamar melalui aplikasi. Selain itu, Shandy juga berpamitan kepada Amel bahwa ada pekerjaan dari kantornya yang membuatnya tidak bisa pulang ke rumah malam ini. Bahkan Shandy bekerja, pekerjaan itu membuatnya harus ke Jakarta, sehingga lusa baru boleh pulang.


Sekarang, Shandy menuju ke hotel tempat Amel bekerja. Dia akan melakukan cek ini terlebih dahulu dan juga menaruh tas miliknya. Setelah itu, tempat yang Shandy juga adalah rumah makan yang ada di hotel. Pikirnya dari sini, dia bisa mencari dan mendengarkan suara-suara yang mungkin digosipkan oleh pegawai hotel atau yang lain. Bahkan Shandy memilih duduk di dekat pantry, agar dia makin mendengar obrolan dari para karyawan.


Hampir satu jam Shandy berada di sana, tapi hasilnya nihil. Oleh karena itu, Shandy memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Dia kemudian mengecek handphone miliknya dan berniat untuk mencari tahu Amel berada di mana berdasarkan aplikasi GPS yang ada di handphone. Dari aplikasi itu, Shandy menemukan bahwa Amel ada di hotel. Namun, Shandy harus berhati-hati. Dia mengambil topi dan kacamata hitam terlebih dahulu, tujuannya untuk melakukan penyamaran. Setelahnya Shandy berniat mengambil mobilnya yang berada di parkiran basement.


Bagaimana pun, Shandy bergerak dengan sangat hati-hati. Dia tidak ingin terpergok oleh Amel. Namun, justru sebaliknya, dia ingin memergoki Amel dan apa yang dilakukan istrinya itu.

__ADS_1


Dari parkiran basement, Shandy melihat ada mobil milik Amel yang diparkir tidak jauh dari mobilnya. Sementara, di samping mobil itu ada mobil mewah yang turut diparkir di sisinya. Shandy yang sudah berada di dalam mobil berusaha mengintai, bahkan dia membawa kamera untuk membidik dengan lensa terkait apa yang dia lihat. Hingga, selang beberapa menit ada seorang pria tampan dan mengenakan setelan jas tampak menggandeng tangan seorang wanita. Dari jauh masih belum kelihatan, ternyata ketika dua sosok itu mendekat, Shandy melihat bahwa wanita itu adalah istrinya, ya wanita itu adalah Amel.


Tentu saja yang menggandeng tangan Amel adalah Davin. Keduanya memasuki mobil milik Davin. Anehnya, mobil itu tidak buru-buru melaju. Di arah yang tak begitu jauh, Shandy bersiap dengan kamerahya. Dia potret istrinya sendiri. Bahkan dari lensa kamera yang dia perbesar akhirnya Shandy bisa melihat apa yang dilakukan dua insan itu dari kameranya. Tanpa berpikir panjang, Shandy menekan perekam dari fitur kameranya


Sementara di dalam mobil milik Davin, tampak Davin mendekati Amel dengan sangat hati-hati. Tidak membutuhkan waktu terlalu lama Davin pun mencium bibir Amel di sana. Keduanya terlibat dalam peraduan bibir yang sangat panas. Selain itu, tangan Davin mulai meraba lekuk-lekuk feminitas di tubuh Amel. Ya, tangan yang kekar itu mulai meraba tengkuk Amel, mengusap lengannya perlahan, meraba punggungnya, dan juga meremas area dadanya. Ada engahan yang lolos. Ada api yang sudah tersulut bahkan dalam tempo hanya sekian menit.


Jika tidak mengingat itu di dalam mobil pastilah sudah terjadi percintaan panas di sana. Namun, yang terjadi bukan sekadar saling cium, dan saling raba. Di batas Amel beralih dan duduk di pangkuan pria itu. Apa yang terjadi di dalam mobil itu sangat panas. Semua terekam oleh Shandy.


Matanya berusaha melihat adegan demi adegan yang terjadi. Sampai hampir 20 menit berlalu, akhirnya ada air mata yang lolos di sudut mata Shandy bersamaan dengan pria itu yang menarik kamera dari matanya. Shandy tertunduk. Fakta yang benar-benar mengguncangkan hatinya.


"Tidak ku sangka Amel, hanya dirimu yang ada di sisiku, tapi tubuhmu sudah menjadi milik pria itu. Komitmen rumah tangga kita sudah terkoyak, Amel. Kamu bermain api, bermain cinta dengan pria itu. Melupakan semua ikatan. Terlihat jelas bahwa wajah memerah dan sorot mata penuh gairah. Kamu menikmatinya Amel," gumam Shandy secara lirih.


Sebagai pria dirinya sangat hancur. Dia melihat bagaimana pria lain menjamah tubuh istrinya, menikmati tubuh istrinya. Bahkan beralihnya Amel ke pangkuan pria itu, bukan sekadar beralih tempat dan duduk dalam pangkuan. Melainkan, ada penyatuan di dalam mobil itu.


Sebagai pria yang memiliki Amel secara sah, mana pernah Shandy melakukan hal gila seperti itu. Kegilaannya hanya sebatas mengeksplorasi tempat di rumah dari ruang tamu, dapur, hingga kamarnya sendiri. Namun, tak pernah Shandy mengajak istrinya bercinta di dalam mobil.

__ADS_1


Pedih rasanya menjadi saksi mata perselingkuhan istri sendiri. Shandy sangat yakin ini bukan perselingkuhan biasa, melainkan ada percikan hasrat dan juga saling memuaskan hasrat keduanya. Sampai Amel seolah lupa dengan status dirinya yang adalah istri orang lain.


__ADS_2