
Kelahiran buah hati benar-benar memberikan efek haru, lega, dab tentunya bahagia di saat yang bersamaan. Itu juga yang dirasakan Giselle dan Gibran sekarang. Seluruh tenaga dikerahkan, seluruh air mata tumpah, pasangan itu sampai menangis bersama.
Bukan tangis kesedihan, melainkan adalah tangis bahagia. Perjuangan panjang, melelahkan, dan penuh rasa sakit. Namun, semua sakit itu hilang mendengar tangisan bayi kecilnya.
"Buah hati kita, Sayang. Terima kasih sudah berjuang. Kamu hebat, kamu kuat, luar biasa, Sayang."
Tak henti-hentinya, Gibran memuji istrinya itu. Semua juga karena Gibran menjadi saksi, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sakitnya Giselle merasakan pembukaan demi pembukaan, sampai akhirnya bersalin melahirkan secara normal.
"Makasih sudah mendampingiku, Mas," balas Giselle.
Jika tidak ada Gibran yang menemani, mendampingi, dan memberi kekuatan untuknya, sudah pasti Giselle akan menyerah. Suaminya menjadi sosok sentral dalam perjuangannya kali ini. Mereka tidak hanya berjuang sendiri-sendiri, tapi mereka berjuang bersama.
"Sama-sama, Sayangku," balas Gibran.
Pria itu tak ragu untuk menundukkan wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan di kening Giselle. Kecupan yang berarti tanda cintanya kepada Giselle. Mungkin saking bahagianya, sampai Gibran melupakan sejenak di mana mereka berada sekarang. Melupakan masih ada Dokter Nuri dan perawat di sana. Padahal biasanya Gibran sosok pria tenang. Namun, karena hatinya melimpah dengan kebahagiaan, Gibran tak ragu untuk mengecup kening Giselle.
"Babynya akan kami taruh di dada Mamanya, untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini yah," ucap Dokter Nuri sekarang.
Ketika bayi yang sudah dibersihkan dari air ketuban itu ditaruh di dada Giselle, kembali Giselle menangis.
__ADS_1
"Dedek Bayi ...."
Ya, itu adalah panggilan yang selalu Giselle sampaikan kepada bayinya sejak dalam kandungan. Sekarang bisa melihat bayinya secara langsung, rasanya sangat haru dan bahagia.
"Dedek Bayi kita, Sayang," kata Gibran.
Ketika inisiasi menyusui dini berlangsung, di bawah sana Dokter Nuri menjahit jalan lahir si baby. Sungguh, tadi rasanya sangat sakit. Bagi Giselle itu benar-benar rasa sakit yang tidak bisa dideskripsikan. Namun, justru sekarang melihat bayi kecil di dadanya yang berusaha mencari sumber kehidupan pertamanya, semua rasa sakit itu diangkat oleh Allah. Nikmat bersalin sebanding dengan nikmat melihat buah hatinya untuk kali pertama. Buah hati yang mereka nantikan cukup lama.
"Dedek bayinya bisa menemukan sumber ASI-nya tidak, Bu Giselle?" tanya Dokter Nuri.
"Bisa, Dokter. Bergerak-gerak ini," balas Giselle. Masih terdengar isakan dalam suaranya. Semua itu juga karena dia banyak menangis dan mengeluarkan air matanya.
Setelahnya, Dokter Nuri melihat sesaat, memastikan Inisiasi Menyusui Dini berjalan dengan lancar. "Good, Babynya pinter yah ... bisa menemukan sumber kehidupan pertamanya," ucapnya.
"Sehat, lengkap, dan cantik," gumam Gibran.
"Mirip kamu," balas Giselle.
"Mata dan bibir kamu, Sayang. Cantik kayak Mama Iselle," balas Gibran.
__ADS_1
Pasangan orang tua baru itu sama-sama tersenyum. Hatinya melimpah dengan ucapan syukur bisa melihat dan menyambut bayi kecilnya. Hari yang bersejarah ketika Baby kecil itu lahir, karena kehidupan Giselle dan Gibran pun berubah. Mereka tidak hanya menjadi suami dan istri. Akan tetapi, mereka kini sudah naik level menjadi Papa dan Mama untuk babynya.
"Bu Giselle, ini sudah dijahit kembali yah jalan lahirnya. Minggu depan harus kontrol jahitan, tidak dilepas benangnya, karena benangnya terbuat dari gelatin sehingga akan menjadi jaringan kulit yang baru. Lalu, setelah ini Ibu yang baru saja melahirkan akan mengalami masa nifas. Sehingga, kami pasangkan diapers sekalian," jelas Dokter Nuri.
"Baik, Dokter," balas Giselle.
"Masih ada lagi Bu Giselle. Si baby apakah sudah diberi nama? Nanti saya bantu membuat surat keterangan lahir yang akan dipakai suaminya untuk membuat Akta Kelahiran nanti," tanya Dokter Nuri.
Berbicara mengenai nama bayinya, Gibran hanya mengatakan bahwa nama bayinya adalah berawal huruf G saja. Namun, siapa itu, Giselle belum tahu.
"Siapa namanya, Mas?" tanya Giselle.
"Gina ... namanya Gina," balas Gibran.
"Gina?" tanya Giselle.
"Iya, Gina dalam bahasa Rumania artinya ratu. Selalu itu nama ini akan memberikan kesejahteraan dan selalu diberkati. Dia hadir melimpahi dengan berkat dan kesejahteraan untuk rumah tangga kita juga kan?" tanya Gibran.
Giselle pun menganggukkan kepalanya. "Oke, boleh," balasnya.
__ADS_1
"Gina Rania Winantha," balas Gibran.
Welcome to the world Baby Gina!