
Malam harinya ....
Giselle dan Gibran berbicara dengan begitu serius terkait dengan kehadiran buah hati. Memang mereka tidak menunda, dan juga tidak memkai kontrasepsi apa pun, tapi memang mungkin Tuhan belum mempercayakan keturunan kepadanya. Setidaknya permintaan dari Bu Rosa, membuat Giselle kepikiran jadinya.
"Mas, kamu kepikiran enggak terkait selama 12 bulan terakhir dan aku belum hamil?" tanya Giselle kemudian.
"Ya, lumayan kepikiran sih. Cuma, aku enggak mau terlalu berpikiran. Aku perkara kalau masalah anak itu bukan hanya usahanya pasangan, tapi karena rezeki dari Allah juga. Selain itu, satu tahun menikah bisa dikatakan baru saja sih, Yang," jawab Gibran.
Apa yang dikatakan oleh Gibran juga bukan karena tidak kepikiran. Akan tetapi, Gibran merasa satu tahun menikah juga masih terbilang baru. Ada juga pendapat bahwa anak adalah anugerah dari Tuhan. Jika memang belum dipercaya, ya berarti belum waktunya untuk mereka berdua menjadi calon orang tua baru.
"Kadang juga begitu sih, Mas ..., tapi Ibu sudah minta cucu. Jadi, gimana sebaiknya Mas?"
"Mau periksa, Sayang? Sebatas cek kesehatan dulu saja. Cek kesuburan kita berdua. Mau?"
Gibran menawarkan untuk bisa melakukan pemeriksaan kesuburan terlebih dahulu. Sebatas memeriksakan saja. Walau pada akhirnya tergantung keduanya yang akan merencanakan dan mengambil keputusan selanjutnya.
"Ya sudah, periksa dulu saja, Mas. Kapan periksanya?" tanya Giselle.
"Besok saja, Yang. Besok kan libur. Kita bisa ke Dokter Kandungan terlebih dahulu."
Baiklah, Giselle mengambil baik saran dari suaminya. Setidaknya untuk memeriksakan kesuburan dulu. Namun, terbersit di dalam benak Giselle apakah terkait dia belum bisa hamil karena berat badannya yang mencapai 90 kilogram. Dengan berat badan yang gemuk, tentu kandungan lemak di tubuhnya juga banyak. Oleh sebab itu, Giselle sempat menerka demikian. Semoga saja memang tidak ada masalah serius terkait dengan kesuburannya.
***
Keesokan harinya ....
__ADS_1
Sore hari, Gibran dan Giselle berpamitan kepada Ibunya untuk pergi ke Dokter Spesialis Kandungan terlebih dahulu. Selain itu, Gibran juga berpamitan bahwa belum tahu akan pulang jam berapa, tergantung antrian di Klinik nanti. Seolah Gibran pun meminta pengertian dari Ibunya juga jika memang mereka akan pulang malam nanti.
Sekarang, Gibran dan Giselle sudah menunggu di klinik. Menunggu sampai nomor antrian mereka dipanggil nanti. Tampak Giselle mengamati pasangan yang juga datang untuk memeriksa kandungan mereka. Bagi Giselle yang belum hamil, melihat wanita yang tengah berbadan dua merupakan kebahagiaan. Bagaimana perut wanita bisa sedemikian mengembang dan juga terdapat bayi yang bersemayam di dalam rahimnya.
Lebih dari setengah jam mereka menunggu akhirnya nama Giselle dipanggil. Kemudian keduanya memasuki ruangan Dokter Nuri untuk pemeriksaan dan konsultasi.
"Halo, selamat malam. Dengan Ibu siapa ini?" tanya sang Dokter dengan ramah.
"Malam Dokter, perkenalkan saya Giselle. Kami ke sini untuk pemeriksaan awal. Begini Dokter, kami sudah menikah satu tahun, dan belum dipercaya untuk mendapatkan keturunan. Jadi, ingin memeriksa itu," jelas Giselle.
Tampak Dokter Nuri menganggukkan kepalanya. Memahami arah pembicaraan Giselle. Namun, sebenarnya juga satu tahun pernikahan bisa dikatakan belum terlalu lama.
"Bapak dan Ibu apa ingin program hamil?" tanya Dokter Nuri lagi.
Setelah itu, Dokter Nuri mempersilakan Giselle untuk menaiki brankar. Ada seorang bidan yang membantu untuk menurunkan celana yang dikenakan Giselle dan memberikan USG gell di perutnya. Kemudian Dokter Nuri bersiap dengan Transducer USG di tangannya. Mulai memeriksa kondisi rahim Giselle.
"Nah ini kondisi rahim Ibu Giselle yah, sebenarnya rahimnya. Tidak ada Miom dan penyakit lainnya. Namun, kita akan lakukan pemeriksaan lainnya ya Bu."
Mulailah tirai di tutup dan kemudian ada pemeriksaan khusus untuk Giselle. Setelahnya, Giselle dipersilakan kembali duduk dan Dokter akan menjelaskan hasilnya.
"Ada dua faktor pemicu kepada Bu Giselle belum hamil yang pertama karena obesitas atau berat badan. Orang gemuk bisa sukar hamil karena banyaknya lemak dalam tubuh. Kadar lemak yang lebih tinggi bisa menyebabkan banyak hormon estrogen yang terbentuk. Kedua karena Polycystic Ovarian Syndrome atau biasanya disebut PCOS."
Mendengar penjelasan dari Dokter Nuri tentu saja Gibran dan Giselle sama-sama terkejut. Tidak menyangka karena penyebab Giselle belum bisa hamil karena ada masalah di tumbuhnya.
"PCOS, Dokter?" tanya Giselle.
__ADS_1
"Benar Bu Giselle. PCOS adalah gangguan masalah kesuburan, biasanya karena kelebihan hormon androgen dalam tubuh. Hormon androgen yang berlebih membuat indung telur atau ovarium berisi cairan sehingga tidak bisa dibuahi. Sel telur juga tidak bisa berkembang. Kondisi PCOS yang tidak diatasi dengan baik bisa membuat wanita kesulitan untuk hamil," jelas Dokter Nuri.
Giselle mendengarkan penjelasan dari Dokter Nuri itu kemudian mulai bertanya."Apakah bisa disembuhkan, Dok?" tanyanya.
"Bisa Bu, dengan hidup sehat, menurunkan berat badan, dan ada obat yang rutin dikonsumsi. Namun, saran dari saya, Bu Giselle fokus untuk menurunkan berat badannya terlebih dahulu."
Mendengar saran dari Dokter, Giselle mengangguk. Sekarang, barulah dia teringat dengan perjuangan mantan kakak iparnya yang dulu begitu gemuk, akhirnya berusaha untuk diet. Berarti memang Giselle harus mengubah pola hidup dan juga menurunkan berat badannya.
"Saya sarankan untuk tidak melakukan diet ekstrem ya, Bu Giselle. Bisa dengan rajin olahraga, konsumsi air putih setidaknya delapan gelas setiap hari, dan mengonsumsi buah dan sayur," jelas Dokter Nuri.
"Baik Dokter," balas Giselle.
Kemudian Dokter Nuri menanyakan kepada Giselle lagi. "Ingin diet didampingi atau tidak Bu Giselle. Kalau mau bisa didampingi ahli gizi nanti," jelas Dokter Nuri.
"Sementara ini, mandiri dulu saja Dokter. Namun, jika di sini adalah mentornya bisa saya pertimbangkan. Soalnya saya juga full time bekerja. Jadi untuk olahraga dan sebagainya harus menyesuaikan, Dokter."
Dokter Nuri menganggukkan kepalanya. "Ada Bu Giselle. Silakan nanti bertemu dengan Mbak Kartika yang bisa diajak ngobrol dan mendampingi untuk diet sehat dan olahraga," jelas Dokter Nuri.
Pemeriksaan usai, Giselle dan Gibran pun sekarang kembali menuju ke rumah. Lebih dari jam makan malam, mereka baru tiba di rumah. Sudah ada Bu Rosa yang menunggunya di luar rumah.
"Gimana hasil periksanya?" tanya Bu Rosa. Belum juga Gibran dan Giselle memberikan jawaban. Bu Rosa sudah kembali bertanya. "Siapa yang bermasalah? Giselle kan pasti?"
Pertanyaan dari Bu Rosa seolah syarat akan tuduhan. Bagi seorang wanita tidak mudah menerima kekurangan dan masalah kesuburan yang dia hadapi sekarang. Akan tetapi, justru Bu Rosa seolah menuduh Giselle yang tidak sehat di sini.
Giselle menghela nafas panjang. Dengan cara apa lagi dia harus bisa bersabar berada satu atap dengan mertuanya. Dia butuh support, butuh kasih sayang, bukan pertanyaan bersifat tujuan seperti ini.
__ADS_1