Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Aya VS Ryn


__ADS_3

Percayalah perdebatan di antara dua saudara sebesar apapun pasti akan ada hal istimewa di antara saudara kita dan membuat hubungan itu menjadi semakin erat dan semakin saling memberikan kasih sayang.


...****************...


Akhirnya tepat hari ini. Hari dimana semua orang akan kembali ke Indonesia. Hari dimana mereka akan pulang untuk pertama kalinya setelah sekian lama tinggal di New York.


Ya, keluarga Almeera akan ikut kembali dan menjenguk Kayla, istri dari Jonathan. Si kembar yang tak pernah pulang juga akhirnya ikut pulang. Mereka meminta izin pada sekolah dan diizinkan melakukan perjalanan ini dengan syarat keduanya tetap mengikuti pelajaran melalui sekolah online.


"Bia gimana, Sayang?" Tanya Aufa yang penasaran dengan adik iparnya itu sambil mendekatinya.


"Bia akan datang, Sayang. Dia juga koas di rumah sakit di Indonesia. Jadi dia pasti bisa tinggal dengan kita," Ujar Abraham yang membuat bibir Aufa tersenyum.


Perempuan yang tengah berbadan dua itu merindukan adik iparnya. Ya, sosok Bia yang hangat. Bia yang begitu bijaksana dan ceria. Selalu membuat siapapun bahagia jika bersamanya.


"Bahagia banget yah?"


"Tentu. Aku udah kangen banget sama Bia loh. Aku lama gak ketemu dia. Terakhir kali yang waktu Ibu sakit. Terus dia kembali dan gak ngabarin lagi!"

__ADS_1


Abraham tersenyum. Pria itu mengacak-ngacak rambut istrinya dan tersenyum. Jujur dalam hati Abraham dia bahagia melihat kedekatan adiknya dan sang istri. Tak ada rasa iri dengki di antara keduanya. Mereka benar-benar dekat seperti adik dan kakak.


"Semuanya sudah siap, Sayang?" Tanya Abraham sambil menarik salah satu kopernya yang besar.


Aufa yang duduk di lantai dengan tangan bergerak memasukkan semua pakaian ke dalam koper yang lebih kecil mengangguk. Pasangan suami istri itu membersihkan dan merapikan semuanya sendiri tanpa bantuan orang lain.


Aufa benar-benar telah menjadi istri yang mandiri. Dia bisa melakukan pekerjaan yang dulu sering ia perintahkan pada pelayan. Saat ini Aufa bisa melakukan sendiri dibantu oleh Abraham yang semakin membuatnya bangga dengan kemajuan dirinya.


"Semua sudah siap!" Kata Aufa dengan beranjak berdiri dan meregangkan otot-ototnya.


"Iya," Jawab Aufa lalu perlahan Abraham mulai menarik dua kopernya keluar dari kamar.


Pria itu terlihat kesulitan sampai akhirnya sebuah tangan membantunya dan membuat pria itu mendongak.


"Aya," Lirih Abraham tersenyum melihat adik kembar perempuannya itu.


"Ayo Aya bantu!" Kata Aya dengan membawa koper yang paling kecil.

__ADS_1


Abraham membiarkan adiknya membawa kopernya itu. Namun, jujur didasar hati Abraham, dia tau ada yang disembunyikan oleh adiknya itu.


"Ada apa, Sayang? Kenapa wajahmu panik?" Tanya Abraham dengan tepat sasaran yang membuat Aya salah tingkah.


"Emm itu, Kak… " Kata Aya terlihat ragu.


"Kenapa?"


"Emmm apa Ryn bakalan suka Aya ikut pulang ke Indonesia?" Tanya Aya dengan malu yang membuat Abraham tertawa.


Dia menarik dagu adiknya yang menunduk dan menangkup kedua sisi wajah cantik mirip ibunya itu.


"Dia pasti bahagia. Bahagia banget kamu pulang. Apalagi adik abang ini cantiknya pakek banget!"


Pipi Aya bersemu merah. Dia menepis tangan kakaknya dengn wajah yang seperti udang rebus.


"Ih abang. Udah ah! Aya mau ke kamar beresin koper Aya!"

__ADS_1


__ADS_2