
...Terkadang perpisahan akan membuat jarak di antara kedua orang yang pernah dekat di masa lalu. ...
...~JBlack...
...****************...
Akhirnya satu per satu smeua orang mulai masuk ke bandara. Mereka saling memeluk satukepala pelayan yang sudah dianggap nenek oleh Almeera
Kedekatan keluarga mereka dengan para pekerja membuat hubungan keduanya melebihi majikan dan pelayan. Almeera benar-benar memberikan tempat tinggal layak, menganggap mereka adalah saudara dan membuat anak-anaknya juga menghargai kerja keras mereka.
"Jangan khawatir, Ay. Reyn bakalan ingat sama kamu!" Kata Athalla dengan wajah datarnya pada adik kembarannya itu.
Athaya menoleh. Dia menatap saudara kembarnya yang memiliki kepribadian berbeda dengan kakak mereka. Jika Abraham hangat dan soft makan Athalla adalah kebalikannya.
Pria muda itu memiliki wajah datar, memiliki sesuatu yang lebih cuek dan dingin. Athalla juga memiliki cara sendiri untuk menunjukkan bagaimana cara dia menyayangi orang disekitarnya.
"Aku cuma takut aja, Kak. Selama ini kita gak pernah chat. Kita gak pernah saling sapa. Bahkan…"
"Kamu melihat kebersamaan dia dengan Kak Ane?" Kata Athalla tepat sasaran.
__ADS_1
Athaya terlihat mengalihkan tatapannya. Akhh kakak dinginnya ini selalu mampu membaca pikiran. Athalla perlahan menarik dagu kembarannya itu. Mata yang mirip, hidung yang mirip dan juga beberapa titik yang mirip.
Mereka seperti pinang dibelah dua hanya berbeda jenis saja. Jika yang satu versi pria maka yang lain versi wanita.
"Percaya sama Kakak. Jika dia benar-benar terbaik buat Aya. Dia pasti ingat," Kata Athalla lalu memeluk saudara kembarnya.
Kedekatan kakak adik ini sangat amat dekat kondominium mereka saja satu kamar. Athalla tak mau pisah dengan adiknya karena dia ingin memantau Athaya dan belajar dengannya.
"Makasih, Kak. Kak Thalla benar."
"Sekarang jangan pikirkan itu. Kita masih kecil. Belajar yang bener dan sekolah yang rajin. Oke?"
***
Perjalanan panjang itu akhirnya berakhir. Untuk pertama kalinya akhirnya si kembar dan kedua tuanya kembali menginjakkan kaki di tanah Indonesia setelah selama ini tinggal di New York. Akhirnya kini mereka kembali lagi.
Menghirup udara yang dulu pernah mereka hirup. Menatap tempat dan jalan yang sering mereka lewati. Menatap semua hal yang pernah terjadi disini. Hal-hal yang manis serta hal sakit yang pernah terjadi.
Hal itulah yang membuat Athaya juga mematung dengan pikiran berkeliaran. Matanya menatap ke arah tempat dimana biasanya para orang-orang akan berpisah dengan keluarga mereka.
__ADS_1
Otak Athaya seakan memutar. Dia mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dia ingat bagaimana keluarganya yang akan berangkat ke New York.
Waktu yang dinanti telah tiba. Semua orang mulai mengangkat dan menarik koper-koper itu untuk dimasukkan ke dalam mobil. Semuanya saling bergotong royong. Membantu apa saja yang akan dibawa oleh Keluarga Almeera pindah.
Dibalik semua orang yang saling bekerja sama. Terlihat tiga orang anak sedang duduk bersama di sofa. Dengan seorang bocah kecil perempuan yang duduk di tengah.
Ketiganya sedang menonton video dari cocomelon. Antara Reyn, Athaya dan Athalla memang memiliki kebiasaan yang sama. Memiliki video kesukaan yang sama karena terlalu seringnya bermain bersama.
Bukan setahun ketiganya bersama tapi semenjak lahir. Orang tua mereka selalu bertemu dan mempertemukan ketiganya.
"Aya, ganti ini!" kata Athalla sambil menggerakkan tangannya di atas layar ponsel.
"Yang mana, Abang?"
"Ini," kata Athalla menunjuk.
"Reyn suka ini?" tanya Athaya pada temannya yang duduk di sampingnya.
~Bersambung
__ADS_1