
...Sebuah kesetiaan ketika dipermainkan makan dia akan menyerah dan akan mundur karena tak sanggup untuk mempertahankan apa yang selama ini membohonginya dan membuatnya terluka....
...~JBlack...
...****************...
"Kau!" Seru Mama Semi dengan terkejut.
Mama Semi benar-benar dibuat terkejut dengan ini. Matanya sampai membelalak tak percaya. Dia tak menyangka jika wanita yang merupakan saingannya. Wanita yang menjadi perusak rumah tangganya adalah wanita muda yang pernah ia tolong.
Wanita yang tak mendapatkan tempat tinggal. Wanita yang dia berikan tumpangan dan tidur semalam di rumahnya. Wanita yang ia temui di jalanan ternyata yang merusak rumah tangganya.
Menghancurkan cintanya yang menumpuk menjadi satu. Menghancurkan keinginannya yang sempat dia bayangkan bersama suaminya. Cintanya yang besar untu Papa Semi dulu ternyata harus pupus karena perselingkuhannya dan sekarang, dia bisa melihat dengan mata kepalanya sendiri.
Otaknya memutar dengan cepat. Mama Semu memutar ingatannya. Ya, ingatan saat malam itu saat dia dan supirnya baru saja pulang dari rumah orang tuanya.
Mama Semi menatap jalanan. Wanita yang tak lagi muda tapi wajahnya masih terlihat sangat cantik dan energi itu terlihat tak mengantuk. Dia menatap ke arah jam tangannya. Ingin melihat sudah jam berapa sekarang.
Kenapa jalanan terasa lumayan sepi. Kenapa jalanan sangat minim lalu lalang. Biasanya Kota Jakarta tak pernah ada kata tidur. Namun, di jalan yang ia lalui ini. Entah kenapa terasa lebih lenggang dari sebelumnya.
"Nyonya mau mampir kemana dulu?" Tanya supir yang sudah bekerja lebih dari tiga puluh tahun dengan Mama Semi.
Sejak dia muda sampai Semi besar. Sopir itu dengan setia bekerja dengannya. Sopir itu bahkan sampai menikah dan punya anak tetap bekerja bersamanya. Hingga kedekatan itu tentu membuat dirinya dan Mama Semi sudah sangat amat saling kenal.
__ADS_1
"Aku ingin mampir ke toko kue dulu, Pak," Kata Mama Semi dengan pelan.
"Toko kue kesukaan Tuan Semi?" Tanya Sopir yang membuat Mama Semi mengangguk.
"Betul. Aku ingin membelikannya oleh-oleh."
"Tuan Semi sudah besar tapi Anda masih menganggapnya seperti anak kecil, Nyonya," Kata sopir itu yang membuat Mama Semi tersenyum.
Apa yang dikatakan pria itu memang benar. Meski Semi sudah dewasa. Apa yang pria itu minta. Mama Semi selalu berikan.
Dia selalu berusaha mencukupi keinginan dan permintaan Semi. Dia selalu berusaha menjadi orang tua yang baik. Ditambah, Semi adalah anak tunggalnya.
Dia tak bisa memberikan anak lagi untuknya. Entah apa masalahnya. Namun, ketika dia sudah cek, dia sehat-sehat saja. Tapi takdir berkata lain.
"Itu, Nyonya," Kata sopir dengan mulai memarkirkan mobilnya ke depan toko kue yang masih buka.
Mama Semi muali merapatkan jaketnya. Dia lekat turun dari kendaraan roda empat itu dan berjalan masuk ke toko kue yang terlihat masih ada beberapa pembeli.
"Mau pesan apa?" Tanya pelayan itu dengan ramah.
Mama Semi menunjuk beberapa kue yang ada disana. Dia juga membeli makanan yang lain selain cake.
"Greenty lima dan ya coklatnya tiga," Kata Mama Semi memesan makanan yang sangat ingin dia beli dan ia berikan pada putranya.
__ADS_1
"Siap, Nyonya. Kami siapkan."
Akhirnya Mama Semi berdiri di depan etalase. Dia menunggu pesanannya datang dengan menatap keluar. Sampai akhirnya, matanya tanpa sengaja melihat sosok perempuan sedang menarik kopernya dan diikuti oleh beberapa pria.
Terlihat perempuan itu tak nyaman. Bahkan ada insiden dipegang dan perempuan itu marah-marah.
Mama Semi yang melihatnya tentu khawatir. Dia segera menerima kotak pesanan kuenya dan membayarnya. Setelah itu, perempuan yang tak lagi muda itu berjalan dengan cepat keluar dari toko kue itu dan berteriak.
"Hey kalian! Aku panggil polisi yah!" Teriak Mama Semi meraih ponsel yang ia letakkan di saku celananya.
Dia bersikap seperti hendak menelpon hingga membuat beberapa pria itu segera berlari terbirit-birit. Hal itu tentu membuat Mama Semi bernafas lebih lega.
Dia mendekati wanita yang ternyata lebih muda dengannya atu mungkin seusia putranya itu.
"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Mama Semi dengan khawatir.
Wanita muda itu mengangguk. Dia merapikan rambutnya yang berantakan karena ulah beberapa pria itu.
"Ini sudah malam. Kamu mau kemana, Nak?" Tanya Mama Semi dengan ramah.
Dia menatap sekitar. Tak ada siapapun disana. Tentu saja jika wanita itu berjalan sendirian. Maka dia akan diganggu lagi oleh beberapa pria.
"Saya sedang mencari penginapan, Nyonya. Saya datang kesini untuk mencari kerja dan rumah teman saya tak ada orang. Dia sedang keluar dan baru besok kembali ke kosannya. Jadi malam ini saya mencari tempat tinggal," Kata wanita itu dengan wajah yang terlihat lelah.
__ADS_1
~Bersambung