Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Pertemuan Aya dan Reyn Dewasa


__ADS_3

...Percayalah ketika lama tak berjumpa dan akhirnya kembali bertemu pasti ada rasa canggung di antara keduanya. Walau hanya sedikit, mungkin akan meninggalkan sedikit bekas sakit di hatinya. ...


...~JBlack...


...****************...


"Bu, tak ada yang menjemput kita?" Tanya Abraham pada ibunya saat mereka mulai berkumpul setelah mendapatkan koper milik masing-masing.


"Ada dong, Nak. Tuh!" Almeera mengangkat dagunya.


Jawaban itu membuat Abraham mendongak diikuti oleh semua orang. Semua mata tertuju pada dua orang manusia berbeda jenis dengan wajah yang berbeda tengah berjalan ke arah mereka.


"Reyn, Ane," Kata Abraham yang membuat Aya menelan ludahnya kasar.


Dia mengintip dari balik badan Abraham dan benar saja. Disana Reyn, Ane, Reno dan Adeeva berjalan dengan cepat ke arah mereka.


"Assalamu'alaikum," Sapa Adeeva lalu memeluk sahabatnya itu dengan hangat. "Selamat datang kembali ke Indonesia."


Almeera tertawa. Dia membalas memeluk sahabatnya itu dengan sayang.


"Waalaikumsalam," Sahut Almeera dengan perasaan yang hangat. "Terima kasih sudah mau menjemput kami."


"Ini adalah momen yang sangat langka. Aku bahkan tak percaya ketika Bara meneleponku, Ra," Kata Reno sambil memeluk ala pria pada sahabatnya juga.

__ADS_1


Almeera dan Bara tertawa. Mereka juga sebenarnya yakin jika kedua orang dewasa yang usianya sama dengannya itu akan terkejut dengan kabar yang mereka bawa.


Selama ini mereka memang tak pernah pulang. Hanya beberapa kali dan itupun tak pernah semuanya. Baru kali ini, baru kali ini keluarga besar itu kembali bersama. Baru kali ini mereka semua menginjakkan kakinya lagi ke Indonesia setelah sekian lama tak pernah berkumpul satu keluarga.


"Tapi ternyata aku tak berbohong kan? Aku benar-benar datang dan kau bertemu denganku? Apa kau merindukanku?" Goda Bara dengan menaikkan salah satu alisnya.


Reno terlihat membuat ekspresi mual. Apa yang dilakukan keduanya membuat semua orang tertawa. Hal lucu itulah yang membuat hubungan keduanya masih sangat dekat sampai sekarang.


"Apa kabar, Tante Meera?" Sapa Ane dengan sopan.


Gadis yang usianya berbeda beberapa tahun dari Aya itu mencium tangan Almeera dan membuat istri Bara itu memeluk keponakannya.


"Tante baik-baik saja. Kamu bagaimana?"


Almeera tersenyum. Dia mengusap kepala keponakannya itu dengan sayang. "Tante tahu. Ane hanya bisa mendoakan Mama supaya Mama lekas sembuh. Oke?"


"Iya, Tante," Jawab Ane dengan mengangguk.


"Dan ini… " Kata Reno menunjuk seorang anak laki-laki yang usianya tak jauh dari kedua anak kembarnya.


"Reyn. Putra pertamaku yang… "


"Menangis ketika kita berangkat ke New York?" Sela Bara dan membuat mereka tertawa.

__ADS_1


Reyn yang wajahnya semakin tegas, terlihat senyuman jarang di bibitnya. Mulai mencium tangan Bara dan Almeera bergantian.


"Halo, Om. Halo, Tante," Sapa Reyn yang membuat Bara geleng-geleng kepala.


"Dia beneran anakmu, Ren? Kenapa dia sepertiku? Oh lihatlah, suaranya tegas dan wajahnya tak semenyebalkan sepertimu!" Kata Bara meledek.


Reno menyenggol lengan Bara dengan mata mendelik.


"Dia asli anakku!"


"Tapi dia sama dengan anakku. Thalla! Sama-sama dingin!"


"Ah iya. Mana anak kembar kalian?" Tanya Adeeva yang baru ingat.


Perempuan dengan wajah yang tak lagi muda tapi tetap memancarkan kecantikan itu menatap sekeliling. Dia mencari sosok yang dia cari sejak tadi.


"Kami disini, Tante Deeva," Jawab suara seorang anak laki-laki.


Bukan Aya melainkan Athalla sambil menarik tangan saudara kembarnya.


"Akh si kembar," Kata Adeeva dengan ramai.


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2