Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Gombalan Berakhir Ciuman


__ADS_3

...Percayalah dibalik semua hal yang terjadi pasti ada kebaikan dibalik itu semua. Entah itu banyak kebahagiaan atau hanya secuil sekalipun....


...~JBlack...


...****************...


"Jadi Anda… "


"Ya. Saya Kakak kandung dari Mamanya Abraham," Kata Jonathan yang semakin membuat Papa Akmal dan Mama Bela membelalak tak percaya.


Sebagai seorang pebisnis. Orang tua Aufa sangat mengenal pria di depannya ini dengan sangat jelas. Wajah tampannya sering berkeliaran di majalah dan membuat keduanya tak asing dengan sosok Jonathan.


"Bukankah Anda, Tuan Jonathan?"


"Benar, Pak," Sahut Jonathan dengan ramah. "Dan Abraham adalah anak dari adik kandung saya."


"Apa!" Mama Bela dan Papa Akmal membelalak tak percaya.


Sejak tadi keduanya sudah penasaran. Ada hubungan apa menantunya dengan pebisnis hebat di depannya ini.


Kedatangan Jonathan saja sebenernya sudah menjadi banyak tanda tanya untuk Papa Akmal. Bagaimana bisa pria dengan segala kejeniusan dan kesuksesannya datang ke perusahaan yang sedang bermasalah.


"Pasti ponakan saya membuat ulah, 'kan?" Tanya Jonathan dengan ramah.


Papa Akmal dan Mama Bela saling menatap. Keduanya begitu terkejut dengan kenyataan ini. Kenyataan yang benar-benar begitu tak terduga.


"Abraham menutupi identitasnya, Pak. Saya sendiri juga baru tahu dari adik saya. Dia menikah dengan wali adiknya dan orang tuanya tak tahu," Ujar Jonathan dengan pelan.


"Jadi orang tua Abraham masih ada?"


"Masih tapi tolong jangan salah paham dengan keponakan saya," Kata Jonathan dengan pelan. "Dia melakukan semua ini karena memang Abraham pergi dari rumah untuk mencari jati dirinya. Dia diberikan perusahaan menolak dan meminta pada orang tuanya untuk pergi mencari jati dirinya sendiri."


"Dia bekerja, membangun bengkel pun atas dasar dirinya sendiri. Saya dan keluarga yang ada disini tak ada yang tahu. Jadi tolong mengerti maksud keponakan saya, Pak Akmal."


Pak Akmal mengangguk. "Sejak pertama kali bertemu dengannya. Saya juga percaya jika menantu saya adalah orang yang bertanggung jawab."


"Terima kasih, Pak. Tapi jika bukan karena Anda. Mungkin ponakan saya sampai sekarang tak akan menikah," Kata Jonathan dengan nada bercanda.


Papa Akmal juga ikut tertawa. Di benar-benar tertawa jika mengingat permintaannya dulu pada Abraham. Permintaan yang entah kenapa tiba-tiba keluar dari pikirannya pada saat itu.


"Saya permisi dulu yah," Kata Mama Bela pamit.


Jujur Mama Bela masih terkejut tapi dia masih ingat bahwa minuman untuk tamunya belum dia buat. Dia segera pergi ke dapur dekat ruangan suaminya meninggalkan Papa Akmal dan Jonathan berduaan.

__ADS_1


"Sepertinya saya harus menyampaikan niatan saya datang kesini, Pak," Kata Jonathan memulai.


"Iya. Sebenarnya ada apa, Tuan Jonathan? Kenapa tiba-tiba Anda datang tanpa pemberitahuan?"


"Sebelumnya saya meminta maaf dan turut berduka atas masalah di perusahaan anda," Ujar Jonathan dengan sopan.


Papa Akmal terlihat tegar. Dia masih mengangguk dan menampilkan senyuman di wajahnya yang tak lagi muda.


"Semua sudah terjadi, Tuan. Sudah jalannya. Mungkin ini pertanda bahwa saya harus memulai semuanya dari awal," Kata Papa Akmal dengan begitu tegarnya.


Jonathan bisa melihat ketulusan seorang ayah dalam diri Papa Akmal. Dia juga sudah mencari tahu semua tentang keluarga Aufa.


"Saya datang kesini atas nama Abraham. Kami ingin membantu perusahaan Anda, Pak," Ucap Jonathan tanpa basa-basi. "Saya ingin menanam saham disini dan akan membantu Anda untuk bangkit lagi."


"Hah?" Papa Akmal terlihat begitu terkejut. Bahkan dirinya menatap Jonathan tak percaya.


Jujur dirinya sebenarnya sudah menyerah. Bahkan semua karyawan di perusahaan dirinya juga sama-sama telah siap dengan segala kemungkinan perusahaan bangkrut.


Bahkan orang tua Aufa juga siap untuk menjual semua perusahaan dan aset mereka untuk membayar gaji karyawan.


"Iya, Pak Akmal. Keponakan saya meminta bantuan saya dan setelah membaca perusahaan serta mencari tahu kinerja perusahaan Anda. Tanpa diminta oleh Abraham, saya bersedia membantu Anda," kata Jonathan tak main-main.


Pria itu sama dengan Bara. Jonathan gila bekerja meski sudah memiliki istri dan anak. Kinerja pria itu juga tak perlu diragukan lagi. Dia juga sangat bertanggung jawab dengan apa yang sudah diputuskan.


"Tentu," Sahut Jonathan dengan serius.


"Terima kasih banyak, Tuan. Terima kasih banyak atas kepercayaan Anda," Kata Papa Akmal dengan pandangan begitu bersyukur.


"Sama-sama. Mari kita mulai semuanya dari awal. Saya yakin Anda bisa melakukan yang terbaik."


***


Sedangkan di belahan bumi yang lain. Terlihat seorang wanita tengah mengamati tidurnya sang suami yang begitu lelap di sampingnya.


Wajahnya yang tenang, nafasnya yang teratur, bulu mata lentik dan juga wajahnya yang tampan terlihat begitu enak dipandang. Tangannya perlahan naik mengusap wajah sang suami dengan pelan.


"Kamu benar-benar pria menakjubkan. Pria penuh rahasia dan misteri yang pertama kalinya aku temukan," Kata Aufa dengan pelan.


Dia mengusap rambut yang menutupi dahi Abraham. Menatap mata yang terpejam itu dengan tenang. Entah kenapa wajah tidur suaminya itu selalu membuat dirinya begitu nyaman.


"Hal apa lagi yang akan kamu berikan padaku besok, hmm?"


"Aku akan memberikan seluruh cintaku padamu setiap hari," Celetuk Abraham yang membuat Aufa terkejut.

__ADS_1


Dia menarik tangannya dari wajah sang suami dan memukul lengan Abraham pelan.


"Ngeselin banget sih. Kamu udah bangun dari tadi kan?"


Perlahan mata Abraham terbuka. Dia tersenyum menatap wajah kemerahan istrinya yang malu. Dengan pelan dia menarik pinggang Aufa sampai istrinya itu menempel pada dirinya.


"Aku baru saja bangun," Kata Abraham dengan tersenyum.


"Sejak kapan?"


"Sejak kamu usap wajah aku," Kata Abraham yang membuat Aufa melototkan matanya.


"Ahh jadi malu aku kan!" Aufa hendak berbalik.


Namun, Abraham lebih cepat dan memegang tangannya. "Ngapain malu? Sama suami sendiri kan gak papa."


Aufa mendelikkan matanya. Dia benar-benar lupa jika suaminya ini adalah manusia yang paling menyebalkan.


"Aku juga bakalan ngelakuin hal yang sama kalau bangun duluan. Aku usap wajah kamu, aku bicara sendiri. Aku… "


"Diem!" Aufa menutup mulut suaminya. "Kamu nyebelin banget. Suka banget jailin aku sih!"


Abraham tertawa. Bukannya takut dia malah selalu merasa lucu dengan ekspresi istrinya itu. Aufa begitu menggemaskan ketika malu dan digoda. Hal itulah yang membuat Abraham menjadikan hal menggoda istrinya sebagai kebiasaan rutinnya.


"Tapi untuk cintaku, aku tak membual, Sayang. Aku serius dan betul-betul mencintaimu."


Aufa menatap kedua bola mata Abraham. Tanpa dia sadari. Abraham sudah berada di atasnya dengan tangan saling menopang.


Tangan suaminya itu dengan pelan mengusap wajahnya yang membuat Aufa tanpa sadar memejamkan mata. Dia begitu menikmati kebersamaan ini dan membuat Aufa juga lupa akan sekitarnya.


"Tunggu saja kejutan dariku, Sayang. Aku akan memberimu banyak hal tak terduga setiap harinya," Kata Abraham dengan manis.


Lalu tanpa keduanya duga. Entah siapa yang memulai. Perlahan bibir itu saling bertemu. Saling mengecup, mengecap, membelit dan ******* antara satu dengan yang lain.


Ciuman yang mulanya begitu hangat dan lembut perlahan mulai panas. Tangan yang mulanya pasif kini mulai melingkar di leher Abraham. Pasangan suami istri itu saling menatap dengan ciuman keduanya yang semakin menuntut.


Keduanya mulai tahu apa yang mereka inginkan. Kenikmatan indah yang selalu membuat ranjang mereka selalu hangat dan panas.


"Apa boleh?" Tanya Abraham yang selalu pamit dan meminta persetujuan istrinya.


"Tentu. Ini milikmu, Sayang."


~Bersambung

__ADS_1


__ADS_2