
...Mungkin permintaannya sepele. Namun, perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan adalah hal yang luar biasa dan tak semuanya bisa melakukannya. ...
...~Aufa Falisha...
...****************...
Percayalah mood ibu hamil itu naik turun. Keinginan dan kemauan mereka itu tentu datangnya bisa kapan saja tanpa bisa diduga.
Ya mungkin terkadang mengesalkan. Namun, untuk pasangan yang saling mencintai. Mau tak mau, suka tak suka. Lelah ataupun tidak. Mereka akan selalu menurutinya.
Sepertinya halnya pagi hari yang cerah menyambut kebahagiaan seorang wanita yang sedang hamil. Saat ini dirinya sedang berada di mobil sambil menatap keluar jendela menikmati kendaraan yang berlalu lalang.
Kendaraan yang dikendarai oleh suaminya. Keinginan dirinya sejak bangun tidur. Membuat dia dan Abraham berada disini. Di dalam mobil yang hendak menuju sebuah kedai.
Tak ada yang mampu menolak. Meskipun itu Abraham, dia yang baru saja bisa tidur dan masih mengantuk. Tetap meluangkan waktunya untuk keinginan sang jabang bayi.
"Kita beli yang dekat taman kota aja ya, Sayang," Pinta Aufa pada Abraham.
__ADS_1
Abraham mengangguk. Dia hanya mengacungkan jempolnya dengan mata menatap ke depan.
Ah jalanan Kota Jakarta pagi hari adalah hal yang padat merayap. Ya para pekerja dan pelajar waktunya berangkat dan tentu akan memenuhi jalanan.
Pagi ini, Aufa mengajak Abraham keluar rumah untuk membeli sesuatu. Sesuatu yang ada dalam mimpinya dan membuat dirinya bangun.
"Kamu serius, Sayang?"
"Iya aku serius. Aku ingin makan es krim, Sayang," ujarnya sambil membayangkan sedang merasakan dinginnya es krim di dalam mulutnya hingga membuat Abraham yang melihatnya begitu gemas.
"Baiklah. Jika itu sudah kemauan baginda ratu. Maka hamba tak bisa menolak!" Balas Abraham yang membuat Aufa tersenyum lebar.
"Aku ingin semangkuk es krim coklat dengan choco chip diatasnya," ucap Aufa dengan mata berbinar ketika melihat beberapa macam es krim di depannya.
Pasangan suami istri itu sudah ada di depan kedai yang diinginkan Aufa. Mereka tentu lekas masuk sambil bergandengan tangan.
Dia juga mengantar istrinya untuk memesan. Dan satu hal lagi, selagi ini, kedai es krim yang baru saja buka itu tentu terlihat sepi. Bahkan beberapa pegawai ada yang masih menata peralatan mereka.
__ADS_1
Abraham tak menolak sedikitpun. Dia segera memesan es krim yang ditunjuk oleh istrinya. Pria itu tak menolak apapun. Dia juga tak pernah melarang Aufa untuk makan apa yang dia inginkan.
Selagi makanan yang dimakan aman, tak membahayakan anak dan istrinya. Abraham akan mewujudkannya.
Menurut Abraham, bukankah masa kehamilan adalah masa yang tak akan terulang kembali selain ia akan mengandung lagi?
Bukankah masa kehamilan setiap anak akan berbeda?
Maka dari itu baik Abraham maupun Aufa akan berusaha menghadapi kehamilannya kali ini dengan suka cita.
Tak lama seorang pelayan mulai mengantar pesanan Aufa. Ibu hamil itu tentu lekas menggenggam tangannya. Menatap penuh minat ke arah mangkuk berisi es krim coklat sesuatu pesanan.
"Terima kasih!" Kata Aufa tak lupa.
"Sama-sama, Nona. Mari!"
Namun, Tiba-tiba Aufa mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Kamu pesan satu?" tanya Aufa pada suaminya yang sedang menatapnya juga
~Bersambung