Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Menggilanya Semi


__ADS_3

Ternyata dendam mampu menutup hati seseorang. Mereka hanya ingin mereka hancur dan dendam dalam hatinya terlepas.


`JBlack


...****************...


Jantung Bia mencelos. Dia bahkan semakin tak tahu apa yang dia perbuat. Apa yang ia dengar sekarang benar-benar membuatnya terkejut bukan main.


"Aku sebenarnya ingin menculik Aufa tapi ternyata dugaanku meleset. Kenapa harus kamu yang ada di kamar mereka!" Kata Semi yang mulai menurunkan baju Bia.


"Tolong lepaskan aku! Apa yang kau lakukan salah. Jangan jangan sentuh aku!" Kata Bia dengan mulai melakukan pemberontakan lagi.


Bia benar-benar mulai berontak. Dia benar-benar tak bisa melakukan apapun lagi. Apalagi saat tangan Semi dengan kasar merusak piyama miliknya, merobeknya hingga bagian atasnya terlihat. Semakin membuat Bia hancur.


Bia berusaha tak menangis. Namun, apa yang dia rasakan sekarang sangat amat menyakiti dirinya. Tangisan tetap tangisan. Amarah dan dendam itu semakin besar. Pria itu benar-benar biadab. Dia membuka semua pakaian Bia meski gadis itu memohon ampun.


"Kau benar-benar luar biasa!" Kata Semi saat dia berhasil membuat Bia tak memakai apapun.


Dengan otak gilanya. Semi meraih ponsel yang ada di saku celananya. Dia segera mengarahkan bidikan itu tepat di depan Bia.

__ADS_1


"Jangan, kumohon!" Kata Bia dengan mencoba menyembunyikan wajahnya.


Di benar-benar merasa hina. Dia benar-benar merasa hancur. Hancur sehancur-hancurnya. Apa yang dia jaga, apa yang selama ini ia tutupi ternyata dengan mudah dipegang oleh pria lain.


"Tunjukkan wajahmu ini, Sayang. Aku akan membuat kakakmu itu mengingat bagaimana aku menghancurkan apa yang dia sayangi selama ini!"


"Kumohon jangan!"


Semi dengan kasar menarik dagu Bia. Membuat wanita itu dengan terpaksa menatap ke atas dan akhirnya Semi dengan segera melakukan rekaman.


Dia menunjukkan wajah Bia yang dipenuhi oleh Ir mata itu. Bukannya kasihan Semi benar-benar semakin geloranya membara.


Puas dengan apa yang dia lakukan. Semi lekas meletakkan ponselnya. Lalu setelah itu dia membuka topeng wajahnya dan membuat Bia bisa melihat wajah pria yang menyakitinya.


"Panggil aku Semi, Sayang. Ingat wajahku dan ingat semua yang kulakukan padamu!" Kata Semi dengan menatap mata Bia begitu tajam.


"Setelah ini kau akan menjadi wanita sampah. Setelah ini tubuhmu telah penuh kotoran dan tak akan ada pria yang mau denganmu!"


"Kau akan menjadi wanita murahan. Kau sudah tak suci lagi.. Kau benar-benar akan menjadi wanita tak berguna dan memalukan!"

__ADS_1


"Tak akan ada pria manapun yang mau denganmu. Tak akan ada siapapun yang menerima tubuh bekasmu ini. Kau sudah dipandang rendah dan menjijikkan setelah ini. Kau tau!"


Semi tertawa dengan terbahak. Ekspresi wajah Bia yang menangis keras semakin membuatnya terobsesi. Bahkan pria itu mengatakan hal itu berulang kali.


Dia benar-benar membuat otak Bia merekam semuanya dan akhirnya Semi tentu melakukan itu dengan kasar. Dia melakukan hal itu bak binatang.


Melakukan secara kasar. Menjambak Bia, dan tak peduli akan jeritan dan tangisan Bia. Sampai akhirnya Bia tak kuat lagi. Ya wanita itu tak sadarkan diri disaat Semi semakin menggila di atasnya.


***


"Sayang!" Panggil Aufa yang khawatir.


Dia sejak tadi melihat sikap suaminya. Ya Abraham benar-benar tak tenang. Tangan pria itu sejak tadi mengusap setir kemudinya.


"Aufa aku… "


"Ayo pulang! Aku tak mau terjadi sesuatu di jalan!" Kata Aufa dengan cepat yang membuat Abraham menoleh.


"Tapi…"

__ADS_1


"Aku tak mau terjadi sesuatu saat kita di jalan. Ayo kita pulang agar perasaan kamu menjadi tenang."


~Bersambung


__ADS_2