
...Orang yang pernah kita bantu dan kita sayangi seperti saudara ternyata bisa menjadi orang yang paling menyakiti kita. ...
...~JBlack...
...****************...
Mama Semi yang kasih dan khawatir. Mama semi yang melihat anaknya seperti wanita ini akhirnya memiliki simpati.
"Tidurlah di rumahku, Nak. Malam seperti ini, jauh dari penginapan. Rumahku sudah dekat di area perumahan sini. Bagaimana?"
Awalnya wanita itu terlihat ragu. Namun, melihat Wajah Mama Semi yang begitu khawatir padanya dan bagaimana baiknya menolongnya. Akhirnya wanita muda itu menerima.
"Apa kau tak ingat bagaimana malam itu aku memberimu tumpangan dan bantuan hah? Kalau tak ada aku. Siapa yang akan membantumu?" Seru Mama Semi dengan tatapan mata penuh kekecewaan.
"Nyonya! " Panggil wanita itu yang masih dengan nafas ngos-ngosan.
Dua manusia yang saling berkhianat itu tengah merapikan kondisi keduanya. Papa Semi dengan cepat memakai celananya kembali dan membuat Mama Semi mengalihkan pandangannya.
Jujur rasanya dia ingin menangis. Bukan menangis karena cemburu atas tingkah suaminya. Namun, Mama Semi merasa sakit dibohongi oleh orang yang ia tolong sendiri. Dia merasa terpukul pada orang yang sangat dipercaya ternyata menjadi sumber masalah di rumah tangganya.
"Berhenti, Pa! " Kata Mama Semi saat Papa Semi berhasil memakai celananya.
Mama Semi menggelengkan kepalanya. Dia berdecak saat melihat bekas kissmark di bagian dada suaminya yang menjadi bukti bahwa percintaan keduanya sangat amat panas.
__ADS_1
"Aku percaya padamu, Nak. Aku membantumu malam itu bahkan mengantarmu ke tempat temanmu karena aku melihatmu seperti putriku sendiri. Tapi apa ini?" Tanya Mama Semi dengan pandangan yang begitu memendam kesedihan yang mendalam.
Dikhianati oleh wanita muda yang masih cantik. Wanita muda yang memiliki karir yang panjang. Wanita muda yang ia anggap seperti putrinya sendiri
"Kenapa, hah? Kenapa? " Teriak Mama Semi dengan marah.
Dirinya menunjuk wanita muda itu dengan air mata mulai merembes. Jujur sakit hati itu membuat hatinya sangat amat menyakitkan. Rasanya dia ingin mengamuk sekarang. Namun, Mama Semi mencoba menghapus air mata itu sebelum keduanya menganggap dirinya lemah.
"Sayang. Dengarkan aku dulu! " Kata Papa Semi mencoba berjalan mendekat.
"Jangan katakan apapun! " Seru Mama Semi dengan menunjuk wajah suaminya penuh amarah. "Kau mengatakan akan setia tapi apa? "
Mama Semi terkekeh. Dia benar-benar tak percaya pada perkataan suaminya lagi. Semenjak pria itu mengkhianati pernikahan mereka. Semenjak pria itu menyakiti dirinya maka apapun yang keluar dari mulut suaminya adalah dusta.
"Kalian berdua memang pasangan yang sangat cocok! " Kata Mama Semi dengan bertepuk tangan. "Wanita murahan dan pengkhianat berkumpul menjadi satu. "
"Nyonya…"
"Kenapa hah? " Tanya Mama Semi menantang. "Tak terima dipanggil wanita murahan?"
"Sayang…" Rengek wanita muda itu menatap Papa Semi dengan manja.
"Diam! " Seru Papa Semi menunjuk wanita simpanannya.
__ADS_1
Mama Semi melipat tangannya di depan dada. Dia menatap wanita muda yang ia tolong dengan penuh kemenangan. Bagaimanapun Mama Semi tau seberapa cintanya Papa Semi padanya. Apalagi bukti pria itu yang berani menyelamatkannya dan masih mencoba membujuknya ini.
"Sayang, kau! "
"Oh oh kasihan sekali! " Kata Mama Semi mengejek. "Kau masih begini tapi sudah dicampakkan? "
Mama Semi meledek wanita muda itu dengan senyuman miringnya. Dia benar-benar menunjukkan bagaimana perbedaan wanita murahan dan istri sah. Dia menunjukkan posisi mana yang pantas untuk orang yang pernah ia tolong.
"Kau masih telanjang dengan begitu murahan tapi lihat priamu ini? " Tanya Mama Semi mendekati ranjang.
Dia menunjuk wanita muda itu dengan pandangan kasihan. Ya seperti itulah takdir pelakor. Dirinya tak ada harganya di mata pria yang memiliki istri. Terkadang wanita seperti dia hanya menjadi tempat disaat mereka kesepian.
"Dia tak peduli padamu! "
Wanita muda itu hanya mampu mengepalkan kedua tangannya. Dirinya tak bisa melakukan apapun. Apalagi ketika matanya menatap ke arah atasannya yang hanya diam seakan tak mau melindungi dan membela dirinya.
"Ah baiklah. Sekarang aku sudah tahu siapa wanita itu. Aku sudah tak peduli apapun, " Ujar Mama Semi sambil beranjak pergi dari sana.
Namun, sebelum dia mencapai pintu kamar. Dirinya berbalik dan menatap ke arah dua orang yang berkhianat di belakangnya.
"Terserah apapun hubungan kalian. Mau kalian lanjut atau tidak. Itu bukan urusanku lagi! " Kata Mama Semi dengan tegas. "Dan kau! Urus surat perceraian kita berdua. Aku tak mau bersama dengan pria penghianat sepertimu. "
~Bersambung
__ADS_1