Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Didobrak!


__ADS_3

...Sakit yang paling menyakitkan adalah ketika cintamu mengkhianati dan orang yang kau cintai menduakan cintamu. ...


...~JBlack...


...****************...


Wanita itu tersenyum dengan bangga Dia memagut bibir Papa Semi sebentar dan mengusap punggungnya.


"Ronde kedua, Sayang. Oke?"


Kedua orang itu seakan tak ada rasa lelah. Mereka saling memuaskan antara satu dengan yang lain. Sang wanita terlihat bergerak dengan begitu lihai di atas prianya.


Dia melakukan hasratnya dengan baik dan membiarkan bagian tubuhnya dijamah dengan puas. Dia bahkan dengan sengaja menyodorkan dua gundukan kembar miliknya agar pria dibawahnya ini semakin merasa nikmat dan melakukan pembayaran mahal dengannya.


"Oh, Sayang. Kau masih sama, Sayang. Kuat dan tangguh!" pekiknya yang bergerak dengan lincahnya.


Dia merasakan kekuatan Papa Semi lebih besar. Bahkan dia menyadari sesuatu berbeda dari ukuran atasannya itu. Ya Papa Semi lebih gila dan milik pria itu juga lebih besar sekarang.


Papa Semi hanya terkekeh. Dia lalu menggendong wanita mainannya itu dan membawanya ke ujung kamar. Dia menurunkan wanita itu dan membalikkannya tanpa melepaskan penyatuan mereka.

__ADS_1


Plak.


"Aww!" pekik wanita itu dengan posisi menunduk. "Kau sangat ganas, Sayang!"


Papa Semi tersenyum miring. Dia meremas dua bongkahan padat di depannya dengan gemas.


Dia tahu inilah yang sekretarisnya minta sejak tadi. Dia tahu jika gadis itu datang ke ruangannya tadi untuk menggodanya. Wanita yang tak takut datang dengan tanpa memakai dalaman.


Menggodanya dan mengikuti dirinya ke ruangan dimana yang tempat yang sering digunakan keduanya melampiaskan hasrat di rumah ini. Namun, entah kenapa Papa Semi takut ketahuan dan membuatnya memilih nekat berbohong dan pergi ke hotel terdekat.


Keduanya melampiaskan nafsu yang besar. Papa Semi juga tak peduli akan apapun. Dia membiarkan wanita simpanannya ini memimpin permainan gila mereka.


"Apa kau puas denganku?" tanya Papa Semi dengan suara parau karena menahan hasrat yang sudah menggebu.


"Oh, tentu, Sayang. Aku sangat puas denganmu!" ujarnya dengan tersenyum licik. "Aku juga sangat merindukan milikmu ini. Kau terlalu lama mencampakkanku! "


Papa Semi menjambak rambut sekretarisnya sampai kepalanya menoleh ke belakang. Dengan kasar, pria tua itu menyesap bibir wanita nakal itu dan dibalas dengan sesapan kuat.


Mereka beradu dengan panas. Bahkan tak ada yang saling mengalah. Suara teriakan laknat keduanya begitu terdengar sampai tak menyadari jika ada sosok perempuan yang berjalan ke arah kamar hotel itu.

__ADS_1


Keduanya masih asyik mengejar kenikmatan dunia tanpa memikirkan perasaan seorang wanita yang sudah mengetahui hidung belang suaminya itu.


Dua manusia yang ada di dalam kamar. Papa Semi benar-benar tak berubah. Pria itu lupa bahwa setiap kebohongan pasti akan terbongkar kapan saja. Setiap kebohongan meski ditutupi pasti akan ketahuan.


"Kau sangat pandai, Sayang!" puji Papa Semi dengan menampar pantat wanita itu lagi dan meninggalkan bekas merah.


Sampai akhirnya tubuh keduanya mulai menegang dan akhirnya puncak kenikmatan datang dan membuat tubuh mereka perlahan berbaring dengan nafas naik turun. Seperti sebelumnya, Papa Semi tak lupa mengeluarkan benihnya di luar. Dia tak mau menjadi hal yang tak dia inginkan dan mampu membuat dirinya berada di tempat yang tak aman. .


Sampai keduanya tak menyadari jika dibalik pintu kamar terdapat seorang perempuan yang mengepalkan kedua tangannya. Mama Semi, wanita itu sudah menahan amarahnya sejak tadi. Akhirnya tanpa mau menunda Mama Semi menatap ke arah beberapa pria yang merupakan resepsionis kamar hotel dan orang kepercayaannya.


"Buka!"


Akhirnya pintu hotel itu terbuka. Jantung Mama Semi berdegup kencang sampai akhirnya.


"Papa!"


Suara itu membuat kedua manusia gila itu menoleh. Papa Semi tegang bahkan dia menatap istrinya dengan pandangan terkejut bukan main.


"Mama."

__ADS_1


~Bersambung


__ADS_2