Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Diikat!


__ADS_3

Percayalah jilbab adalah kehormatan seorang perempuan. Ketika sebuah kain itu di lepas dengan paksa maka sebuah kehormatan yang selama ini dia jaga sudah dia anggap hancur dengan hina.


~JBlack


...****************...


Entah sudah berapa lama Bia tak sadarkan diri. Saat dirinya terbangun dari pingsannya, dia sudah terikat di atas ranjang dengan jilbab yang lepas dari kepalanya. Perempuan itu spontan melihat kaki dan tangannya yang terikat kuat di ujung ranjang.


Jantungnya berdegup kencang. Dirinya bahkan merasa tangan dan kakinya berkeringat dingin. Setakut itulah Bia. Sehancur itu dirinya sekarang.


"Bagaimana ini?" Kata Bia sambil berusaha untuk melepaskannya tangan dan kakinya.


Namun, usahanya sia-sia. Semua yang dia lakukan percuma karena ikatan tali itu kuat. Dia juga tak bisa melakukan apapun karena gerakannya terkunci.


Dirinya benar-benar tak bisa melakukan apapun lagi. Tangannya diikat, kakinya pun juga. Lalu jilbabnya sekarang sudah dilepas. Air mata itu tentu mulai mengaburkan kedua bola matanya. Dia benar-benar merasa sendiri sekarang.


"Akhirnya kau sudah bangun!" Kata Semi yang sejak tadi masih diam menikmati bagaimana Bia yang kebingungan.

__ADS_1


"Siapa kau?" Kata Bia dengan perasaan takut.


Adik Abraham ini merasa malu. Dirinya menunduk karena hijab lepas dari kepalanya. Dia merasa dilecehkan, dia merasa dijatuhkan begitu hina. Sesuatu yang selama ini dia jaga, sesuatu yang tak pernah ia umbar ternyata harus hancur di tangan seseorang yang tak pernah ia kenal.


Semi terkekeh pelan. Dia mendekat dan melihat ke arah Bia yang seakan tak mau dilihat wajahnya.


"Kau sangat cantik. Wajahmu sangat mirip dengan pria gila itu!" Kata Semi sedikit berbisik.


Tangan Semi dengan berani menyentuh pipi Bia dan membuatnya mengalihkan tatapannya. Dia tak mau disentuh. Dia bahkan merasa hina seperti ini.


"Akhh kau sama saja dengan kakakmu itu. Jjual mahal! Aku suka yang seperti ini," Kata Semi dengan tangan semakin menyentuh leher Bia.


"Lepaskan aku!" Pinta Bia dengan tatapan memohon.


"Melepaskanmu? Setelah apa yang sudah kalian lakukan padaku?" Seru Semi itu dengan menatap Bia tajam. "Jangan harap!"


Semi mengatakan itu dengan suara kencang. Matanya melotot tapi tangannya tak tinggal diam. Dia memasukkan tangan itu di balik piyama panjang Bia dan membuat gadis itu ketakutan. .

__ADS_1


"Kumohon jangan! Jangan sentuh aku!"


Ketakutan dalam wajah Bia semakin membuat Semi itu tertawa begitu keras. Semakin Bia memohon, pria itu bahkan melakukan dan menyentuh tubuh Bia dengan kasar.


Semi melakukan itu dengan tawa kencangnya. Dia benar-benar merasa wajah takut Bia begitu seksi dan membuatnya semakin ingin segera merasakan wanita yang berwajah mirip dengan Abraham tersebut.


"Jangan… Jangan!" Terika Bia dengan tangisan di wajahnya.


"Berteriaklah dengan keras. Teriak panggil kakakmu yang sudah mengambil Aufa dariku! Dia menghancurkanku dan keluargaku!" Balas Semi berteriak dengan kasar.


Bia spontan terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Dia tak salah dengar. Dia menatap sosok pria yang masih memakai topeng itu.


"Kau adalah penebusan. Ya penebus dosa yang sudah dilakukan kakakmu itu padaku? Kau harus membayar semua yang telah kakakmu lakukan!"


Bia semakin mematung. Dia terkejut dengan apa yang dia dengar. Apa yang dia dapatkan hari ini karena perbuatan kakaknya. Karena masalah kakaknya dengan pria di depannya ini.


"Apa yang kakakku lakukan?"

__ADS_1


"Kau ingin tau?" Kata Semi dengan mata tajam dari balik topengnya. "Kakakmu sudah membuat orang tuaku bercerai!"


~Bersambung


__ADS_2