Rahasia Menantu Billionaire

Rahasia Menantu Billionaire
Kehancuran Keluarga Semi


__ADS_3

...Kehancuran sebuah keluarga adalah hal buruk untuk seorang anak. Kebahagiaan yang dia inginkan tak akan berbekas ketika kedua orang tuanya yang akan mengakhiri semuanya....


...~JBlack...


...****************...


Semua terlihat menarik nafasnya begitu dalam saat dia baru saja keluar dari dalam mobilnya. Dirinya terlihat lelah karena baru saja melakukan perjalanan panjang. Dia menggantikan papanya untuk pekerjaan kantor dan terbang ke kota sebelah untuk melakukan meeting.


Dia mengusap rambutnya ke belakang. Membuka bagasi dan mengeluarkan koper kecil yang disiapkan di dalam mobil. Dirinya selalu membawa koper itu karena takut jika dia membutuhkan pakaian.


Setelah kopernya berhasil dia ambil. Semua menutup bagasi mobil lalu segera menarik kopernya dan berjalan menuju pintu rumah yang masih terbuka lebar.


Dahi anak itu berkerut. Matanya menatap penuh curiga. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi kenapa keadaan lampu rumahnya masih terang benderang.


"Ada apa sebenarnya, kenapa rumah masih terlihat sangat terang?" Gumam Semi dengan curiga.


Sampai akhirnya saat kakinya sudah mencapai teras rumahnya. Saat dia baru saja menginjakkan kakinya di lantai rumahnya. Suara pertengkaran itu terdengar di telinganya.


Dia bahkan spontan hendak berjalan lebih cepat. Namun, sebuah layangan koper dari dalam yang dilempar secara kasar keluar dari dalam rumah membuat langkah kaki Semi terhenti.


Membuat tubuh pria itu mematung tak percaya. Membuat tubuh pria itu menatap tak percaya.

__ADS_1


"Aku bisa melakukan sendiri. Aku tak butuh suami sepertimu!" Kata Mama Semi dengan menunjuk wajah suaminya.


Papa Semi terlihat tak berdaya. Dia bahkan benar-benar tak diberikan kesempatan.


"Pergi kau dari rumahku. Urus surat cerai kita dan kau bisa melanjutkan hubunganmu dengan selingkuhanmu itu!"


Deg.


Jantung Semi berdegup kencang. Dia mematung tak percaya. Melihat sosok mamanya yang sudah mengetahui semuanya. Melihat sosok mamanya yang benar-benar tahu semua tentang kebusukan papanya.


"Beri papa kesempatan satu kali lagi, Ma. Papa khilaf. Papa tak akan melakukannya lagi!" Kata Papa Semi memohon.


Bukannya luluh. Mama Semi menatao suaminya penuh rendah. Matanya berkilat jijik menatap pria itu.


"Aku benci dan jijik padamu. Jangan harap menginjakkan kakimu lagi di rumahku, kantorku dan semua asetku!" Seru Mama Semi dengan kilat marah yang tak tertahankan.


Perdebatan itu benar-benar terlihat sangat jelas. Baik Mama Semi benar-benar tak mau melanjutkan apapun lagi. Dia tak mau bertahan apapun lagi. Dia benar-benar ingin cerai.


Tak ada lagi kesempatan untuk suaminya. Tak ada lagi kesempatan yang akan ia berikan untuk suaminya. Semuanya selesai dan semuanya harus selesai dalam waktu dekat.


"Mama… Papa!" Panggil Semi pelan yang membuat kedua kata pria dan wanita yang tak lagi muda itu menoleh.

__ADS_1


"Semi!" Pekik Mama Semi terkejut.


"Sem. Mamamu mengusir Papa. Dia sudah tahu semuanya, Sem. Dia tahu dan tak meminta cerai!"


Semi benar-benar mengepalkan tangannya. Dia sudah sejak lama meminta papanya berhenti. Semi bahkan memohon agar papanya memutuskan sekretaris gila itu tapi tak didengar.


"Ikutlah dengan Papa. Mamamu… "


"Jangan gila kau! Semi akan ikut denganku! Dia akan ikut denganku sampai kapanpun! Dia hanya terpaksa mengikuti rencanamu. Kau mengancamnya agar dia mau menutupi perselingkuhanmu selama ini!" Seru Mama Semi yang semakin membuat Semi dan Papa Semi mematung tak percaya.


Mama Seki tersenyum miring. Dia menepuk pundak suaminya dengan mata penuh benci.


"Aku sudah tahu semuanya. Bahkan aku tahu sudah berapa lama kau selingkuh dariku!" Seru Mama Semu dengan pandangan kilat benci. "Bahkan wajahmu yang penuh dosa ini. Dengan beraninya mencampur tubuhku dengan tubuhnya. Menjijikkan!"


"Bawa kotak itu kemari!" Teriak Mama Semi dengan tegas.


Seorang pria yang sangat Semi kenal sebagai salah satu satpam rumahnya membawa semua kotak berwarna hitam dengan pita merah di atasnya.


"Lempar semua bukti itu di kakinya!"


Kotak itu dilempar sampai akhirnya semua isinya keluar. Semua foto dan jepretan yang entah dari mana itu terlihat kelas disana.

__ADS_1


"Aku bahkan bersyukur ada seseorang yang membantuku melihat busukmu itu! Semua kelakuanmu benar-benar terlihat jelas disana dengan tanggal dan semuanya!" kata Mama Semi secara jelas.


~Bersambung


__ADS_2