
...Percayalah pertemuan pertama terkadang memiliki ciri khas sendiri dan akan membekas di pikiran yang merasakannya....
...~Fort...
...***...
Pria yang berada di balik meja kasir itu tertawa. Dia lekas menscan semua belanjaan Fort lalu memasukkan kedalam tas belanjanya.
"Semuanya total seratus dollar," Kata pria yang usianya sebelas dua belas dengan Fort.
"Ini. Makasih," Kata Fort dengan bangga.
Tak lama dia meraih kantong belanjaan. Saat Fort hendak melangkah, getaran di ponselnya membuat tangan kanan pria itu mengambil benda pipih itu dari saku celananya.
Fort membaca sesuatu yang dikirimkan padanya dengan berjalan keluar dari market. Saat dia baru saja menutup pintu market dan berjalan lagi.
Tiba-tiba. Sebuah tabrakan keras di tubuhnya membuat kantong belanjaan dan ponselnya jatuh berserakan di lantai. Hal itu tentu membuat mata Fort mendongak, dia sedikit emosi saat melihat sosok wanita yang menabraknya.
Namun, bukan itu puncak masalahnya. Telinga Fort mendengar apa yang sedang wanita itu cibirkan dari bibirnya.
"Kalau jalan lihat-lihat dong. Mangkanya jangan main HP. Jadinya gini kan!" Seru wanita itu mengomel. "Dasar bule gila!"
Saat wanita itu itu hendak berjalan melanjutkan langkahnya. Fort lekas mencekal tangannya dan membuat langkah kaki wanita itu terhenti.
"Hey, Tuan. Lepaskan tanganmu dari tanganku!" Seru wanita itu dengan marah
Bukannya melepas. Fort semakin memegangnya dengan erat. Kedua kata Fort menatap sosok wanita itu dalam diam. Dia juga meraih ponsel yang jatuh ke lantai dan melihat sebuah panggilan masuk disana.
"Ya" Sahut Fort dengan mata yang menatap ke arah wanita itu.
"Lepasin!" Seru wanita itu dengan tertahan.
"Ustt!" Kata Fort tanpa suara.
__ADS_1
"Ya. Ada apa?" Tanya Fort saat panggilan itu tersambung. "Gue udah selesai belanja. Entar lagi gue bakal langsung ke rumah Lo. Oke!"
Tanpa menunggu lagi dia mematikan panggilan itu. Menatap sosok wanita yang berusaha terlepas dari cengkramannya.
"Bukannya minta maaf kamu malah ngomel sendiri. Kamu kira aku tak paham apa yang kamu katakan!" Kata Fort dengan senyum miring di sudut buburnya yang membuat wanita menatap tak percaya.
"Kamu!"
"Kaget aku bisa bicara yang sama denganmu?" Kata Fort dengan meledek.
"Lepasin!"
"Aku gak bakal lepasin kamu sampai kamu bilang siapa namamu!" Kata Fort dengan percaya diri.
Perempuan itu memutar matanya malas. Dia benar-benar tak percaya jika pria di depannya ini malah menanyakan hal yang tak penting menurutnya.
"Untuk apa Anda menanyakan itu, Tuan. Itu privasi!" Seru perempuan itu dengan kesal.
"Sebagai permintaan maaf karena kamu sudah menabrakku!"
"Aku tak akan melepaskan tanganku ini!"
"Kau!" Umpat wanita itu dengan kesal.
"Katakan dulu namamu, maka aku akan memaafkanmu!"
Wanita itu terlihat begitu emosi. Wajahnya memerah dengan tangan mengepal. Fort sepertinya berhasil membuat wanita itu marah dan sebal.
"Katakan siapa namamu maka aku akan melepaskanmu!"
Wanita itu terlihat mulai tak tahan. Di menatap lekat kedua mata Fort dengan tajam.
"Namaku Mela. Puas!"
__ADS_1
Akhirnya wanita itu mulai menghempaskan tangan Fort yang memegang tangannya. Dan Fort benar-benar menepati ucapannya. Dia melepas tangan itu setelah wanita itu menyebut namanya.
"Dasar bule gila!" Seru Mela dengan bergegas pergi dari sana dan masuk ke dalam market dengan meninggalkan Fort yang tersenyum kecil disana.
"Gadis galak yang unik dan aku menyukainya!"
...****************...
"Dasar pria gila! Bisa-bisanya dia pegang tangan aku. Bisa-bisanya dia tahan aku disaat dia juga jalan gak pakai mata!" Seru Mela mendumel.
Dia mulai kehilangan nafsu belanja. Moodnya benar-benar jelek. Niat hati dia akan mencari moodnya yang baik di market ini untuk belanja karena moodnya mulai buruk semenjak di berkeliling di mall dan menemukan pelayanan yang tak memuaskan dan membuatnya uring-uringan.
Namun, ternyata dugaannya salah. Dia yang ingin bahagia disini, dia yang ingin belanja ternyata semakin hancur moodnya karena insiden tabrakan tadi.
Mela mengakui dia salah juga. Dia juga tak melihat ke depan karena dia mengecek ponselnya untuk mencari lokasi mana saja yang akan ia kunjungi hari ini. Hingga dia menabrak pria yang juga sama memegang ponsel di tangannya.
Niat hati ingin minta maaf dengan suasana hati yang jelek ternyata tak jadi juga. Moodnya semakin hilang.
"Akhh kenapa sih jelek banget hari ini," Dengus Mela dengan mengusap wajahnya.
Dia mendorong trolly belanjaannya yang masih kosong dan mengelilingi market di depannya ini.
"Mau beli apa aku sih!" seru Mela dengan benar-benar kesal.
Dia berjalan ke arah kiri. Berjalan ke tempat minuman dingin. Dia melihat minuman apa yang bisa diminum. Sampai akhirnya pilihannya jatuh pada cola.
Dia mengambil cola itu lalu mencari tempat duduk. Dia akan meminumnya dulu dan nanti tinggal membayarnya.
"Akhh. Enaknya," Kata Mela setelah meneguk beberapa minuman.
Dia mencoba menarik nafasnya begitu dalam. Dia mencoba menghembuskan nafasnya yang berat. Mencoba menghilangkan isi kepalanya yang kacau balau agar dirinya tenang.
"Oke, Mela. Kamu bisa! Ayok kita belanja dan segera pulang!"
__ADS_1
~Bersambung