
...Mungkin berjauhan dengan keluarga adalah hal berat. Namun, mungkin dengan keadaan yang terjadi akan membuat sebuah hubungan kekeluargaan itu diuji dan semakin dikuatkan. ...
...~Abraham Barraq Al-Kahfi...
...****************...
"Aufa sedang di kamar, Bu, " Sahut Abra dengan jujur.
"Yaudah. Kalian siap-siap aja okey. Ibu mau beresin dapur kalau gitu, " Kata Ibu Almeera yang kemudian mulai menyiapkan semuanya.
Akhirnya Abraham mulai mencari ponselnya sebentar untuk mengabari bahwa dia akan menyewa restoran tempat dia bekerja untuk makan malam bersama keluarga besar mereka.
Dia hanya ingin semua orang berkumpul dalam rangka acara dia harus kembali. Abraham ingin menikmati waktu mereka bersama-sama sebelum kembali ke kesibukan yang seharusnya mereka jalani.
***
"Ayo, Sayang. Pakai baju dulu! " Kata Aufa yang membantu suaminya memakai pakaian.
Ahh Abraham selalu seperti ini. Dia selalu manja dengan istrinya itu. Apapun keadaannya, apapun yang terjadi. Abraham selalu bersama istrinya.
Saat ini keduanya sedang bersiap untuk melakukan makan malam. Aufa menyiapkan suaminya terlebih dahulu dengan baik. Dia mengambilkan pakaian untuk suaminya dan membantu suaminya itu berganti pakain.
"Sayang, nanti Aufa makan es krim. Boleh? " Tanya Aufa yang sangat menyukai es krim.
Ah makanan satu itu memang favorit dirinya sekarang. Semenjak dia hamil, Aufa selalu menstock minuman beku yang begitu enak dan manis. Dimanapun, kapanpun, es krim adalah salah satu makanan yang selalu dicari oleh dirinya.
"Boleh tapi ingat, jangan banyak-banyak, " Kata Abraham menasehati.
__ADS_1
Aufa mengangguk bersamaan dengan dia yang selesai memakaikan pakaian suaminya.
Aufa membantu memasangkan kancing baju yang sejak tadi dibiarkan terbuka seperti ini. Aufa benar-benar merasa dibutuhkan. Dia bahkan merasa selalu diinginkan oleh suaminya itu.
"Udah. Ganteng banget sih! " Kata Aufa dengan sedikit berbisik.
Abraham tersenyum kecil. Tanpa kata, dia mencuri satu kecupan di bibir Aufa yang membuat wanita itu membulatkan matanya terkejut.
"Sayang."
"Bibir kamu manis. Apalagi kalau lagi muji aku, " Kata Abraham dengan memberikan kedipan manja.
Aufa merasa pipinya panas. Namun, dia juga takut suaminya itu melihat pipinya yang memerah. Ah suaminya ini benar-benar menggemaskan dan bucin akut.
"Mau aku cium lagi? "
"Gak usah aneh-aneh. Ntar makin kemana-mana. Kita juga mau keluar!"
"Berarti kalau gak keluar Boleh aneh-aneh? " Tanya Abraham menggoda.
Pipi Aufa semakin memerah. Ah suaminya ini benar-benar berhasil membuatnya malu bukan kepalang.
"Udah ah. Terserah. Aku mau ganti baju dulu, " Kata Aufa mengalihkan perhatiannya pada Abraham agar suaminya itu tak terus mengganggunya.
Akhirnya semua persiapan selesai. Penampilan satu keluarga kecil itu sudah siap dan rapi. Abraham dan Aufa berjalan bersama. Bergandengan tangan dengan tangan yang saling bertautan.
"Semua sudah siap, Ma? " Tanya Abraham pada mertuanya.
__ADS_1
"Sudah, " Jawab Mama Bela yang sudah siap dengan dress cantik yang membalut tubuhnya.
"Mama cantik, " Bisik Aufa memeluk ibunya itu.
"Gombal. Anak sama Ayah gak beda jauh. Kalau mau gombalin Mama. Bisa aja, " Kata Mama Bela yang membuat Aufa terkekeh.
"Aufa sama Papa, kan, sedarah, Ma. Jadi tingkah kita sama. "
Akhirnya pembicaraan keduanya berakhir saat supir keluarga Bara mengatakan bahwa mobil sudah siap. Mereka semua segera masuk ke dalam mobil dan mulai meninggalkan pelataran rumah.
Kebahagiaan tentu sangat amat terasa malam ini. Aufa sendiri merasa bahagia ketika orang tuanya dan dirinya telah bisa kembali bersama. Dia juga bahagia bisa berkumpul dengan keluarga mertuanya.
Benar-benar keluarga yang lengkap dan hangat menurut Aufa. Keluarga yang begitu sangat amat menjunjung tinggi rasa kekeluargaan.
"Ah iya. Sayang, " Panggil Aufa yang membuat Abraham menoleh sekilas dan kembali menatap kedepan.
Pria itu mengemudi mobilnya sendiri. Dia tak mau diganggu oleh siapapun.
"Ada apa, Sayang? "
"Bagaimana keadaan Bia? Kenapa Ayah sama Ibu belum cerita apapun soal Bia. Kamu juga, terus dia juga kenapa gak balik-balik?" Tanya Aufa yang hampir melupakan hal itu.
Jujur dia merindukan adik iparnya itu. Kedekatan dirinya dengan Bia melalui media sosial. Membuat Aufa sangat amat nyaman dengan adik iparnya satu ini.
"Nanti kamu bisa hubungan Bia sendiri, Sayang. Dia sedang sibuk urusin waktu mau magang katanya."
~Bersambung
__ADS_1