
...Cinta dan kasih sayang akan selalu mampu mengalahkan segalanya. Apapun keadaannya, ketika itu cinta yang meminta. Maka walau langit pun akan diraihnya. ...
...~Abraham Barraq Al-Kahfi...
...****************...
"Aku memesan satu karena takut kamu gak habis, Sayang," ucap Abraham dengan pelan.
Aufa mengangguk. Dia tak protes karena memang dia juga mengerti jika ukuran besar juga jika ia memakannya sendiri pasti tak akan habis. Tapi, namanya mengidam tak ada yang tahu keinginannya. Entah nanti habis atau tidak Abraham hanya berjaga-jaga saja.
"Es krim ini benar-benar enak. Apa kamu mau mencobanya, Sayang? " Aufa mengatakan sambil memejamkan matanya saat sesendok es krim masuk ke dalam mulutnya.
"Boleh. Tapi… " Jeda Abraham yang membuat Aufa penasaran.
"Tapi apa?"
"Suapin," rengek Abraham manja hingga membuat Aufa terkekeh.
__ADS_1
Aufa bukannya marah. Dia terkekeh karena merasa lucu dengan suaminya. Sikap manja dan lucunya Abraham semakin membuat hubungan keduanya menjadi dekat.
Istri mana yang tak senang melihat suaminya manja kepadanya. Istri mana yang tak bahagia bisa merasakan kehangatan dari sikap sang suami hanya untuk dirinya seorang.
Apalagi Aufa sangat tahu bagaimana suaminya. Abraham adalah dua orang berbeda jika di hadapan umum.
Ya Abraham akan menjadi seorang pendiam, tegas dan juga mata tajam pada lawan bicaranya. Tak ada senyuman apapun ketika dia bekerja. Abraham hanya akan menunjukkan wajah tegasnya.
Perlahan Abraham menatap bahagia sang istri yang makan dengan begitu lahap. Bahkan Jessica tak menyadari jika ia makan sudah seperti anak kecil. Belepotan hingga sampai di sekitar bibirnya membuat Abraham segera meraih tisu yang ada disana.
Dia melihat bagaimana lahapnya sang istri makan yang membuat moodnya ikut naik.
"Ini sungguh enak, Sayang. Mungkin karena aku mengidam atau anak kita memang sangat menyukai es krim," Kata Aufa dengan tangan terus menyendokkan es krim ke dalam mulutnya.
Abraham menggeleng. Dia merasa lucu akan jawaban sang istri. Tapi memang pria itu pernah membaca dalam artikel kehamilan jika memang banyak perubahan pada sikap ibu hamil yang membuatnya berbeda ketika masih belum berbadan dua dan Abraham pun bisa melihatnya sekarang.
Tapi ia tak akan protes atau apapun. Dalam hatinya dia hanya berdoa akan keselamatan sang istri sampai nanti melahirkan dan sang calon anak mereka lahir di dunia dengan selamat.
__ADS_1
"Biarlah jika dia suka es krim. Yang terpenting kamu dan anak kita bahagia. Itu sudah cukup untukku!" Kata Abraham dengan perasaan yang sangat amat tenang dan nyaman.
Aufa makan dengan bersemangat. Sampai akhirnya di tetes terakhir. Ah mungkin lebih tepatnya tinggal dua buah sendok lebih es krim yang hendak dimakannya itu. Aufa menyerah.
Ya entah kenapa perutnya terasa begah. Ah lebih tepatnya dia sudah kekenyangan.
"Yang, makan yah?" Rengek Aufa meminta pada suaminya.
Abraham menggeleng. Dia benar-benar merasa malas untuk makan es krim sepagi ini.
"Yang, ayolah! Kamu mau es krim ini mencair disini?" Tanya Aufa dengan menatap suaminya yang sejak tadi tak mau. "Ayo buka mulutnya!"
Akhh aufa seperti sedang berbicara dengan anak kecil atau anaknya. Pacarnya benar-benar sangat lucu.
"Sayang. Ayo buka!"
Abraham tentu tak bisa menahan dirinya. Apalagi di kedipkan matanya dan juga dipegang tangannya membuat Abraham segera membuka mulutnya.
__ADS_1
"Ah bagus. Kamu memang suami dan calon ayah yang baik. I love youu, Sayang."
~Bersambung