Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
laporan medis faras


__ADS_3

" di depan ku mereka tak pernah membahasnya, bahkan mas Faras selalu mengalihkan pembicaraan jika aku membahasnya" ucap Najwa ia sangat bersalah pada dirinya kenapa dirinya tidak hamil juga.


" apa kalian tidak memeriksa kan kondisi kalian ke dokter, mungkin ada solusi untuk kalian berdua Najwa" Jihan ingin jika temannya bahagia, dengan mereka memeriksakan mungkin ada solusi.


" belum, mas Faras tidak pernah mau. ia akan terima semua konsekuensi meskipun hasilnya di antara kami ada yang tidak bisa memberi keturunan. dari itu mas Faras tak memeriksakan ke dokter." Najwa sembari membuka handphone nya di lihatnya suaminya yang selalu mengirim pesan.


" sulit itu Najwa jika suamimu tidak mau".


" aku bingung Jihan , aku sangat ingin hamil memberi mas Faras anak dan cucu orang tuanya. kamu tau sendiri kan mas Faras tak punya saudara kandung".


" bagaimana dengan mertuamu". tanya Jihan penasaran dengan sikap mertuanya yang adem.


" sama, mertuaku tak menghiraukan nya yang penting anaknya bahagia. mereka sangat mencintai mas Faras, namanya juga anak satu-satunya".


" iya Najwa, tapi aku senang mereka tak menyakiti hatimu".


" sama sekali tidak pernah Jihan mertuaku juga sangat menyayangi ku".


" lalu bagaimana najwa, apa yang akan kamu lakukan"


" temani aku ke dokter Jihan"


" dokter kamu mau apa".


" aku ingin memeriksa kan kondisi ku terlebih dahulu". ucap Najwa begitu bersemangat.


" kamu siap apapun yang akan di ucap kan dokter tentang mu".


" ya dengan resiko apapun, aduh..."


" kenapa Najwa " tanya Jihan panik Najwa memegangi perutnya.


" ngga apa-apa aku sedang haid, perutku terasa tak enak saja".


" oh kirain kamu sakit". Najwa tersenyum ia berlanjut ngobrol dengan jihan dengan asyik.

__ADS_1


Seperti biasa di jam pulang kantor Faras menjemput Najwa ia berpesan kepada Faras jika berada di rumah jihan, Faras langsung menuju rumah jihan yang letaknya tak jauh dari rumah baba. Najwa berpamitan kepada Jihan ia harus cepat pulang sebelum hari petang, karena saat itu Faras pulang sangat sore.


" sayang kamu lelah" faras mengusap kepala Najwa terlihat sedikit pucat saja.


" najwa sedang datang bulan tadi mas sedikit lemas saja".


" istirahat lah nanti mas bangunkan jika sudah sampai". Faras fokus lagi menyetir.


" mas juga lelah kan".


" lelah mas akan hilang jika bertemu dengan istri mas yang saliha dan cantik ini". Najwa tersenyum wajahnya merona Faras selalu membuatnya bahagia, Faras selalu memuji Najwa.


Najwa melihat pedagang sate Madura, Najwa rasanya ingin sekali makan. Faras yang melihat ke arah mana mata Najwa tertuju langsung berhenti ke mang sate.


" kenapa berhenti mas". tanya Najwa heran dengan suaminya.


" mas pingin beli sate, seperti nya enak sayang". Najwa menelan ludah ia juga sangat ingin makan sate.


" yuk mas kita bungkus saja ya buat Abi sama umi juga ".


Sampai di rumah Najwa langsung ke dapur meletakkan sate, Najwa kemudian membuntuti Faras ke kamar. Najwa segera ke kamar mandi menyiapkan air untuk suaminya juga baju ganti.


" kenapa tak mandi bareng saja sayang". ucap Faras sembari membuka pakaian nya ..


" Najwa sedang datang bulan mas, mas saja duluan sebentar lagi adzan mas harus ke masjid kalau Najwa kan tidak sholat".


" ya sudah mas mandi dulu ya sayang".


Najwa membuka laptop suaminya tak sengaja ia melihat ada laporan kesehatan Faras. tak sengaja Najwa membaca di teliti nya satu persatu, Najwa cukup terkejut tanpa sepengetahuan Najwa ternyata Faras sudah memeriksa kan kondisi dirinya. Najwa tidak marah kepada suaminya hanya saja dia kecewa kenapa harus di sembunyikan tidak terus terang saja. Najwa menitikkan air mata ternyata mas Faras tidak ada masalah sama sekali, dan di sini Najwa merasa sangat bersalah ia yang belum tau kondisi dirinya. Najwa menguatkan diri untuk pada rencana awal jika ia akan memeriksakan kondisinya.


terdengar suara pintu kamar mandi di buka, Najwa langsung menyimpan laporan medisnya. untung saja Faras tidak memperhatikan dirinya, Najwa pura-pura merapikan tas kerja suami nya.


" sayang sudah sore buruan mandi biar wangi". kata Faras ia memakai pakaiannya yang di siapkan oleh istrinya.


" iya mas sebentar Najwa rapikan ini" ucap Najwa.

__ADS_1


" sebentar lagi Maghrib sayang ". Faras memperingatkan Najwa, melihat Najwa sibuk merapikan alat kerjanya.


***


Makan malam sudah di persiapkan, Najwa , Faras dan kedua orang tuanya sudah duduk. mereka tidak pernah membicarakan soal anak, orang tua Faras punya banyak anak asuh dan setiap bulan mereka menjadi donatur di panti asuhan tersebut. pembicaraan mengarah kepada pembuatan lokasi lagi pada panti kasih ibu yang bangunannya sudah lumayan tak baik.


" Abi, besok umi ikut ya ke panti mau liat anak-anak, kangen sama mereka". ucap umi di sela makan malamnya.


" iya besok kita semua ikut, Faras bisakan besok kamu libur kantor".


" iya bi insyaallah Faras ikut sama Najwa". ucap Faras.


" bagaimana mengajarnya nak Najwa, ". tanya Abi, selalu saja Abi ada obrolan lain yang tidak menyangkut soal anak.


" Alhamdulillah lancar Najwa hanya ambil jam pagi saja, mas Faras tidak mengizinkan Najwa full mengajar". Najwa menoleh ke arah suaminya.


" biar kamu tak lelah sayang dan bisa ke rumah baba istirahat". Faras mengusap puncak kepala istrinya, ia sangat menyayangi Najwa cintanya sudah terpaut begitu dalam.


" iya sebaiknya memang begitu, bagaimana kabar kiyai".tanya Abi yang sudah lebih dulu menyelesaikan makanan nya.


" Alhamdulillah baba sehat Abi, Abi dapat salam dari baba maaf Najwa lupa menyampaikan".


" wa'alaikumsalam, kiyai luar biasa kami mengidolakan sejak lama apalagi Faras". ucap Abi sembari tersenyum.


" bagaimana rencanamu Faras untuk menyalurkan ilmumu di sana".


" Faras ingin mencari waktu saat libur saja bi supaya tak bertabrakan dengan kantor, takutnya jika kantor sangat sibuk sulit untuk Faras membaginya". ucap Faras telah menghabiskan makan malam nya.


Jauh di lubuk hati Najwa yang makin dalam ia merasa sangat bersalah apalagi mertuanya menyayangi nya sepenuh hati tidak pernah menyalahkan Najwa, bagi mertuanya kebahagiaan Faras lebih penting. sebenarnya sudah beberapa kali orang tua menanyakan tentang anak kepada Faras tapi tidak di ketahui oleh Najwa, namun Faras selalu menjawab, adanya anak atau tidak di antara mereka tetap akan sama Faras tak ingin berpoligami ataupun mengadopsi anak tanpa seizin keduanya. Jika memang Allah memberikan ini jalan terbaik untuk mereka akan di laluinya dengan ikhlas dan Faras sangat mewanti-wanti kepada orang tua nya jika di depan Najwa tak boleh ada yang pernah membicarakan soal anak. Faras tak ingin membuat istrinya bersedih.


-----


bersambung


minta like komen dan hadiah nya ya kak

__ADS_1


__ADS_2