Rahim Untuk Suamiku

Rahim Untuk Suamiku
rumah mertua


__ADS_3

Najwa minta pamit kepada orang tua nya juga Faras ia akan tinggal di rumah abinya Faras untuk sementara, sebenarnya Faras ingin mandiri tapi ia belum utarakan kepada kedua orang tuanya. berharap semoga saja umi dan abinya akan setuju, Faras akan memilih perumahan di tengah-tengah antara kantor Faras dan rumah mertuanya agar jika Najwa mengajar tak jauh juga Faras mengantarkan.


" ba Faras pamit untuk bawa najwa".


" iya nak baba titip Najwa ya, didik dia dengan baik sekarang Najwa adalah hakmu sayangi dia dengan sepenuh hati mu seperti baba menyayangi nya"


" iya ba insyaAlloh Faras akan selalu menjaga Najwa dengan baik".


Faras memeluk baba dan umma nya juga. mereka lalu masuk ke mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" sayang mau mampir dulu kemana gitu ada yang mau kamu beli".


" apa ya mas, kita cari oleh-oleh buat umi dan Abi ya"


" baiklah di depan situ ada toko kue, kita bawa kue saja kesukaan umi dan Abi". Najwa tersenyum senang. tak butuh waktu lama mereka sampai ke rumah orang tua Faras dan di sambut hangat oleh umi dan abinya.


" istirahat dulu saja nak Najwa, Faras bawa istrimu ke kamarmu".


" iya mi". Faras mengajak Najwa masuk ke kamarnya, kamar yang cukup luas rumah orang tua Faras memang sangat luas. namun Faras berusaha kekeh ingin mandiri saja bersama istrinya.


" sayang istirahat lah biar nanti saja nyusun pakaiannya".


" mas ini kamarmu, kenapa ada foto baba saja di sini". Najwa melihat foto babanya yang sedang memakai sorban.


" mas dulu sangat mengidolakan kiyai, eh dapat anaknya. Alhamdulillah terima kasih sudah menerima ku sayang". Faras memeluk istrinya itu dari belakang.


" mas geli ". Faras terkekeh memang di rahangnya terdapat bulu yang sudah tumbuh.


" ayo istirahat dulu sayang, besok mas mulai ke kantor dan kamu mulai mengajarkan".


" iya sebentar Najwa ganti baju dulu". Faras masih terus memperhatikan Najwa, meskipun di rumah Najwa sangat memperhatikan penampilan nya.

__ADS_1


Seperti biasa sebelum tidur Najwa akan melakukan murajaah hafalannya dan kini ada suaminya Faras yang menyimak. sekitar setengah juz selalu yang mereka murajaah setengah juz nya nanti setelah shalat tahajud genap satu juz setiap hari untuk mereka murajaah hafalannya.


***


Setelah menikah inilah hari pertama mereka masuk ke kerjaan masing-masing, mereka tak mau libur terlalu lama. bahkan mereka juga tidak honeymoon keduanya sepakat untuk tidak bulan madu. Sangat di sayangkan oleh orang tua Faras tapi mau bagaimana lagi yang menjalani nya adalah anak-anak mereka. Najwa pagi pergi ke dapur untuk membuat sarapan padahal udah ada bibik di sana, namun karena Najwa kebiasaan saat di rumah ia tetap melakukannya di rumah mertuanya. Najwa bertanya kepada bibik masakan apa yang biasa di hidangkan setiap pagi, bibik menjawab hanya nasi goreng terkadang makan roti dengan selai. kalau Faras suka dengan nasi goreng jika pagi. Akhirnya Najwa dengan sigap membuat sarapan ia juga lebih dulu membuat kopi untuk suaminya, setelah shalat subuh di masjid Faras memang tak langsung pulang ia akan mengikuti kajian subuh terlebih dahulu. minuman hangat sudah Najwa siapkan dimeja untuk Faras dan Abi mertua.


" Sayang hari ini jadi langsung mengajar ke madrasah". tanya Faras sembari menyeruput kopinya.


" iya mas ada jam untuk Najwa, kasihan sebentar lagi anak-anak kelas 3 akan ujian. ngga enak jika Najwa akan libur terlalu lama". jawab Najwa sembari menyiapkan sarapan nya.


" kamu juga akan lekas berangkat ke kantor Faras". tanya Abi kemudian.


" iya bi Faras juga kan baru beberapa kali masuk kantor masa mau libur lama". jawab faras.


" ya sudah jika itu keinginan kalian".


" nanti setelah mengajar ke rumah baba saja istirahat di sana, jangan pulang sebelum mas jemput ya". ucap fars memberitahu Najwa.


" iya mas, tak apa Najwa akan tunggu mas pulang". Setelah selesai mereka naik ke atas untuk siap-siap berangkat.


" sebentar mas, Najwa benarkan dulu buku Najwa".


Najwa beranjak memasangkan Faras dasi dan memakai kan jasnya, seketika Najwa kaget Faras menarik pinggang istrinya agar semakin dekat.


" mas keburu siang nanti kita belum sarapan".


" tak apa sebentar saja sayang cari pahala dulu" Najwa terkekeh saat Faras mengucapkan cari pahala. memang betul sih setiap gerakan antar pasangan halal adalah pahala.


Mereka turun untuk sarapan berdua, sudah ada Abi dan umi di meja makan menunggu. Faras tak melepaskan genggaman sang istri membuat Najwa malu kepada mertuanya. Umi ssnang melihat anaknya sudah begitu akrab tak perlu canggung lagi. Faras sudah meletakkan hatinya untuk sang istri, baginya tak akan ada yang bisa memisahkan mereka kecuali maut.


" makannya yang banyak nak Najwa jangan sampai kurus tak enak di lihat pak kiyai nanti jika kamu sampai kurus semenjak tinggal di rumah umi".

__ADS_1


" iya umi Najwa biasa makan dengan porsi segini saja, tak akan malu". ucap Najwa dengan sangat sopan kepada mertuanya.


" ke madrasah naik apa nak, biar sopir umi saja yang antar jemput kamu".


" tidak perlu Faras yang mengantar jemput Najwa mi. lagian dekat juga tak terlalu jauh ".


" baiklah umi hanya mengkhawatirkan menantu umi satu-satunya".


Selesai sarapan Najwa dan Faras pamit dengan umi dan abinya, Abi juga berangkat ke kantor namun ia di antar oleh sopirnya. tak mau jika harus bareng Faras karena abinya kerja hanya setengah hari saja, sudah tua tak bisa harus full setiap hari di kantor sudah ada Faras yang menggantikan nya.


" Jangan lelah setelah selesai mengajar ke rumah baba nanti mas jemput".


" iya mas".


" Sehari ada berapa jam mata pelajaran?". tanya Faras sembari menyetir mobilnya.


" tak banyak najwa hanya tiga jam saja, namun jam berbeda sebelum Zuhur baru Najwa selesai." Faras memegang jemari istrinya lalu mengecup.


" mas lagi nyetir,"


" tak apa mas juga fokus nyetir nya, begini y yang di namakan menikah setelah pacaran lebih nikmat". ucap Faras menggoda Najwa.


" selain nikmat banyak pahalanya pesan ustadzah". Faras tertawa istrinya selalu bikin dia gemas.


Sudah sampai di depan madrasah Faras membukakan pintu e Najwa lalu Najwa turun dan berpamitan kepada suaminya tak lupa Salim dan cium kening. sebenarnya Najwa malu jika ada muridnya yang melihat tapi tak mungkin ia mengecewakan suaminya. masih dalam fase bahagia pengantin baru. Faras melambaikan tangan Najwa pun melihat mobil suaminya hingga tak terlihat.


" cie cie pengantin baru". nur salah satu guru madrasah yang melihat pemandangan itu.


" iya mba, maaf".


" tak apa memang itu yang seharusnya di lakukan, sebagai pendekatan setiap hari nya". Najwa tersenyum ia tersipu malu. Najwa dan nur beriringan masuk ke dalam sekolah.

__ADS_1


_____


bersambung


__ADS_2